Australia telah memilih jalurnya sendiri. Negara ini tidak secara agresif menaikkan suku bunga demi mencegah resesi. Namun, RBA kini terpaksa mengetatkan kebijakan moneter. Alhasil, spekulan melakukan aksi beli pada AUD/USD. Mari kita bahas topik ini serta menyusun rencana trading.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- RBA diperkirakan melanjutkan kenaikan suku bunga.
- Spekulan melakukan pembelian terhadap aussie.
- Tarif baru memicu kekhawatiran di Australia.
- Posisi buy pada AUD/USD dapat dibuka setelah menembus level 0.71.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar Australia
Segala sesuatu ada harganya. Reserve Bank of Australia pernah dipuji atas pendekatannya yang mengusung prinsip “Pelan tapi pasti akan memenangkan perlombaan”. Bank sentral kini secara bertahap menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi pascapandemi, dengan keyakinan bahwa sebagian besar kenaikan harga konsumen bersifat sementara. Hasilnya, RBA berhasil menjaga perekonomian tetap bertahan. Namun kini, RBA terpaksa menaikkan suku bunga untuk menghadapi CPI yang masih tinggi. Dalam konteks ini, AUD/USD tengah menguat, tetapi membutuhkan momentum baru untuk melanjutkan kenaikan.
Berbeda dengan Australia, Selandia Baru mengambil langkah yang lebih agresif. Negara tersebut menaikkan suku bunga acuannya hingga 5.5%, yang memicu resesi. RBNZ kemudian memangkas biaya pinjaman sebesar 325 basis poin selama 15 bulan hingga November. Saat ini, perekonomian Selandia Baru menikmati pertumbuhan tanpa tekanan inflasi. Wellington tidak menghadapi masalah yang sama seperti Canberra.
Suku Bunga di Australia dan Selandia Baru
Sumber: Bloomberg.
Namun demikian, ketika Reserve Bank of Australia masih berjuang mencegah harga tinggi mengakar dalam perekonomian, spekulan mulai mengubah pandangan mereka terhadap aussie. Siklus pengetatan moneter yang dimulai pada Februari menjadi kunci momentum kenaikan AUD/USD. Sejak awal tahun, pair ini telah menguat sebesar 6%. Dolar Australia menjadi pemimpin bukan hanya di antara mata uang G10, tetapi juga di antara tiga puluh mata uang paling likuid yang dipantau oleh Bloomberg.
Pada bulan Desember, hedge fund bersikap optimis terhadap aussie. Pada bulan Februari, para manajer aset ikut bergabung. Akibatnya, spekulan untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun lebih banyak membeli dolar Australia daripada menjualnya. Sebelumnya, pergerakan ini hanya bersifat jangka pendek. Kini, kecenderungan berpeluang berkembang menjadi tren jangka panjang. Jika demikian, AUD/USD kemungkinan akan melanjutkan tren kenaikannya.
Posisi Spekulatif pada Dolar Australia
Sumber: Bloomberg.
Pada saat yang sama, pair ini mungkin menghadapi beberapa hambatan serius. Misalnya, keengganan indeks saham AS untuk tumbuh, yang mengurangi arah risiko global dan membebani mata uang dengan imbal hasil tinggi seperti dolar Australia. Menurut Bank of America, hanya 26 dari setiap 100 dolar yang diinvestasikan di pasar saham global berasal dari AS. Angka tersebut merupakan yang terendah sejak 2020 dan jauh di bawah level 92 yang tercatat pada 2022.
Hambatan kedua bagi kurs AUD/USD bisa jadi adalah pemberlakuan tarif 15% oleh pemerintahan AS sebagai respons terhadap putusan Mahkamah Agung yang membatalkan bea masuk sebelumnya. Untuk Australia, tarifnya ditetapkan sebesar 10%. Terakhir, meningkatnya ketidakpastian perdagangan, termasuk mengenai pengembalian biaya yang telah dibayarkan sebelumnya, dapat menyebabkan penundaan kebijakan moneter yang berkepanjangan oleh The Fed, yang akan memperkuat dolar AS.
Rencana Trading Mingguan di AUDUSD
Terlepas dari berbagai hambatan, tren kenaikan AUD/USD tetap terjaga. Jika pelaku beli mampu mendorong harga ke level 0.71 dalam waktu dekat, hal tersebut akan membuka peluang untuk membeli aussie. Sebaliknya, posisi buy dapat dibuka pada saat koreksi setelah gagal menembus level tersebut.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga AUDUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.











