Reserve Bank of Australia berencana menaikkan suku bunga acuannya untuk ketiga kalinya secara beruntun. Namun demikian, arah pergerakan AUD/USD akan ditentukan oleh nada kebijakan yang disampaikan. Apakah siklus pengetatan moneter akan berlanjut, atau akan terjadi jeda? Mari kita analisis situasi ini serta susun rencana trading.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- Bank Sentral diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan.
- Inflasi di Australia mulai melambat.
- Koreksi S&P 500 menekan dolar Australia.
- Posisi jual pada AUD/USD dapat dipertimbangkan dengan target 0.715.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar Australia
Beli saat rumor, jual saat berita. Kenaikan suku bunga ketiga secara berturut-turut oleh Bank Sentral dalam pertemuan 5 Mei — dari 4.1% ke 4.35% — kemungkinan besar telah tercermin dalam harga AUD/USD. Ekspektasi terhadap kelanjutan pengetatan moneter menjadi salah satu faktor utama yang mendorong performa kuat dolar Australia, berada di posisi kedua setelah krone Norwegia di antara mata uang G10. Namun demikian, tren tidak berlangsung selamanya. Kekhawatiran terhadap potensi jeda dalam siklus pengetatan dapat memicu aksi ambil untung serta koreksi.
Suku Bunga Bank Sentral
Sumber: Bloomberg.
Sikap Reserve Bank of Australia terhadap inflasi akan menjadi faktor utama dalam menentukan arah pergerakan dolar Australia terhadap dolar AS. Pada Maret, inflasi konsumen meningkat sebesar 4.1%, sementara inflasi inti naik 3.5%. Kedua indikator tersebut berada di bawah perkiraan, termasuk inflasi kuartal. Namun demikian, tingkat tersebut masih berada di batas atas kisaran target 2–3%, sehingga memberi alasan bagi pihak yang ingin menahan suku bunga maupun yang ingin menaikkan suku bunga untuk mempertahankan pandangan mereka.
Pihak yang mendukung kenaikan suku bunga menyatakan bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi memperkuat tekanan inflasi yang telah terbentuk, bahkan tanpa adanya faktor geopolitik. Sebaliknya, pihak yang berseberangan berpendapat bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi serta lemahnya permintaan domestik akan menekan harga konsumen.
Prakiraan Inflasi RBA
Sumber: Bloomberg.
Setelah rilis data inflasi, pasar berjangka menurunkan probabilitas kenaikan suku bunga acuan pada Mei dari 85% menjadi 75%. Di sisi lain, pasar derivatif masih mengantisipasi kelanjutan siklus pengetatan moneter pada September serta menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember.
Apabila RBA mempertahankan komitmennya dalam memerangi inflasi secara agresif, harga AUD/USD berpotensi menguat. Bank of America memproyeksikan kenaikan harga pasangan tersebut hingga mencapai 0.74 pada akhir 2026. Sebaliknya, Bank Santander menilai aussie berada pada valuasi yang terlalu tinggi. Sementara itu, perkiraan konsensus Bloomberg mengindikasikan mata uang ini akan ditutup pada level 0.71 di akhir tahun.
Keputusan Bank Sentral untuk menerapkan pendekatan wait-and-see berpotensi memicu aksi ambil untung pada posisi beli serta koreksi pada AUD/USD. Regulator memerlukan waktu untuk mengevaluasi dampak dari dua tahap pengetatan moneter sebelumnya. Di sisi lain, indikasi adanya jeda dalam siklus pengetatan moneter akan memberikan tekanan terhadap dolar Australia.
Tekanan terhadap dolar Australia dapat muncul akibat koreksi pada indeks S&P 500. Goldman Sachs memperingatkan bahwa pasar saham memerlukan fase pelepasan tekanan setelah kenaikan yang berkepanjangan menuju rekor tertinggi. Hedge fund dan penasihat investasi mulai mengurangi akumulasi sekuritas, yang dalam kondisi pasar yang terlalu optimis menjadi sinyal negatif bagi indeks saham secara keseluruhan serta kecenderungan investor dalam mengambil risiko.
Rencana Trading Mingguan untuk AUDUSD
Jika RBA melunakkan pernyataan yang mendukung kebijakan kenaikan suku bunga, hal ini berpotensi memicu aksi jual jangka pendek pada AUD/USD, sehingga mendorong penurunan menuju 0.715 atau lebih rendah. Sebaliknya, apabila bank sentral mempertahankan komitmennya dalam menekan inflasi, setiap koreksi pada pasangan ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang beli.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga AUDUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.











