Meskipun dolar AS didukung oleh harga minyak, AUD/USD terus memanfaatkan setiap peluang untuk mengalami pertumbuhan. Dolar Australia tetap menjadi mata uang paling kuat di pasar Forex berkat kebijakan RBA, daya tarik aset Australia, serta pengaruh ekonomi China. Mari kita membahas topik ini serta menyusun rencana trading.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Penting

  • Pasar menilai ada peluang 70% bahwa suku bunga akan naik pada bulan Maret.
  • Dolar Australia diuntungkan oleh status Australia sebagai eksportir minyak bersih.
  • China telah mendapatkan perlindungan dari gejolak harga minyak.
  • Posisi buy pada AUD/USD dapat dibuka dengan target harga 0.745 dan 0.76.

Prakiraan Fundamental Bulanan untuk Dolar Australia

Konflik di Timur Tengah telah menimbulkan gejolak di pasar Forex. Dolar Australia, yang biasanya tertekan saat kondisi pasar tidak stabil, kini mulai dipandang sebagai aset yang relatif aman. Fundamental ekonomi Australia tetap kuat, dan RBA diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya untuk kedua kalinya secara berturut-turut, sesuatu yang terakhir terjadi pada Mei-Juni 2023. Selain itu, status Australia sebagai eksportir energi bersih menjadikan harga AUD/USD relatif lebih tahan terhadap lonjakan harga minyak.

Tiga dari empat bank terbesar di Australia, yakni NAB, Westpac, dan CBA, telah bergabung dengan UBS dan Deutsche Bank dalam memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 bp menjadi 4.1% pada pertemuan 17 Maret. Para analis berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat serta risiko meningkatnya perkiraan inflasi dapat mendorong bank sentral Australia untuk memperketat kebijakan moneternya secara agresif.

Lebih lanjut, Wakil Gubernur Andrew Hauser menyampaikan bahwa konflik di Timur Tengah tidak akan memengaruhi perkiraan bank sentral. Setelah penyampaian tersebut, probabilitas pengetatan kebijakan moneter pada bulan Maret meningkat dari 33% menjadi 70%.

Ekspektasi Pasar terhadap Suku Bunga Acuan RBA

LiteFinance: Ekspektasi Pasar terhadap Suku Bunga Acuan RBA

Sumber: Bloomberg.

Kenaikan suku bunga oleh RBA di tengah jeda kebijakan moneter dari Federal Reserve (Fed) telah memperlebar selisih imbal hasil obligasi Australia dan AS ke level tertinggi sejak Oktober 2022. Dalam kondisi tersebut, arus investasi mulai berpindah dari AS ke Australia, yang berpotensi mendorong kenaikan kuat pada harga AUD/USD.

Kurs AUD/USD dan Selisih Imbal Hasil Obligasi AS-Australia

LiteFinance: Kurs AUD/USD dan Selisih Imbal Hasil Obligasi AS-Australia

Sumber: Bloomberg.

Pengetatan kebijakan moneter oleh RBA dan meningkatnya daya tarik aset Australia dibandingkan dengan aset AS bukanlah satu-satunya faktor di balik penguatan dolar Australia. China, mitra dagang utama Australia, telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Selama periode Januari hingga Februari, ekspor China meningkat sebesar 21.8% meskipun menghadapi tarif dari AS. Setelah mencatat surplus perdagangan sebesar $1.2 triliun pada 2025, angka tersebut terus bertambah. Dampaknya, imbal hasil obligasi China menunjukkan stabilitas, yuan mampu mempertahankan nilainya terhadap dolar AS, dan indeks saham tetap relatif kuat. Kondisi ini terlihat tidak lazim bagi negara pengimpor minyak, namun faktanya memang demikian.

Faktor utama di balik kondisi ini adalah strategi China dalam melindungi ekonominya dari guncangan harga minyak global. Strategi tersebut mencakup investasi pada energi terbarukan, dominasi dalam rantai pasokan energi bersih, serta promosi kendaraan listrik di pasar domestik. Sebagai hasilnya, ketergantungan China terhadap minyak semakin menurun.

Rencana Trading Bulanan AUDUSD

Pergerakan AUD/USD menuju 0.745 dan 0.76 diperkirakan akan menghadapi berbagai hambatan. Meski demikian, pair ini tetap diperkirakan akan mencapai target tersebut. Oleh karena itu, posisi buy dapat dibuka ketika harga turun sementara.


Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.

Grafik harga AUDUSD dalam mode real time

Dolar Australia Menguat Seiring Perkiraan RBA Menerapkan Kebijakan Yang Lebih Ketat. Perkiraan untuk 11.03.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat