Keputusan Reserve Bank of Australia untuk menaikkan suku bunga acuan sudah diperkirakan. Namun, hasil pemungutan suara yang tidak bulat dan penghapusan pernyataan yang mengisyaratkan kebijakan moneter lebih ketat dari pernyataan yang menyertainya membuat pasar terkejut. Kondisi ini memicu penurunan tajam pada AUD/USD. Mari kita bahas faktor-faktor di balik reaksi tersebut serta menyusun strategi trading.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Utama

  • RBA menaikkan suku bunga acuannya menjadi 4.85%.
  • Pasar meragukan kelanjutan siklus kenaikan suku bunga.
  • Penurunan harga bijih besi menekan dolar Australia.
  • Posisi jual dapat dipertimbangkan jika harga menembus level 0.696.

Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar Australia

Beli rumor, jual berita. Meskipun Reserve Bank of Australia berusaha meyakinkan investor bahwa siklus pengetatan kebijakan moneternya belum berakhir setelah menaikkan suku bunga acuan untuk kelima kalinya sejak awal tahun hingga mencapai 4.85%, pasar tetap tidak yakin. Perkiraan kenaikan suku bunga berikutnya pada Desember turun menjadi nol, sedangkan peluang kenaikan lebih lanjut pada Mei 2027 turun dari 50% menjadi 30%. Sebagai respons, AUD/USD anjlok ke level terendah dalam dua minggu.

Investor telah mengantisipasi kenaikan suku bunga, sebagaimana diperkirakan oleh sebagian besar ekonom yang disurvei Bloomberg. Sementara itu, pasar derivatif telah memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada November sebesar 80%. Namun, investor semakin khawatir dan keengganan RBA untuk menerapkan tingkat kehati-hatian yang sama seperti The Fed, ECB, atau Bank of Japan dapat mendorong ekonomi Australia memasuki resesi.

Tingkat Inflasi dan Pengangguran Australia

LiteFinance: Tingkat Inflasi dan Pengangguran Australia

Sumber: Bloomberg.

Namun, RBA berpandangan lain. Gubernur Michele Bullock menilai bahwa tingkat pengangguran masih rendah dan perekonomian Australia terus menciptakan lapangan kerja. Menurutnya, Australia masih jauh dari resesi. Meski demikian, inflasi harga konsumen melonjak menjadi 4.3% pada September, sehingga bank sentral tetap harus mempertahankan kebijakan moneter yang relatif ketat. Di sisi lain, dihapuskannya pernyataan mengenai kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut jika diperlukan membuat pasar meragukan kelanjutan siklus kenaikan suku bunga. Perubahan tersebut juga menekan pasangan AUD/USD. RBA kemudian menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan segala upaya yang dianggap perlu untuk mengembalikan inflasi ke kisaran target 1–3%.

Pergeseran ke arah pernyataan kebijakan yang lunak, ditambah hasil keputusan suku bunga dengan suara 6–3, membuat dolar Australia anjlok. Tekanan jual semakin besar akibat gejolak yang terjadi secara bersamaan di pasar komoditas dan saham, serta melemahnya yuan China.

Dolar Australia merupakan mata uang yang dikenal memiliki keterkaitan erat dengan harga komoditas serta menawarkan imbal hasil tinggi. Sebagai salah satu komoditas ekspor utama Australia, bijih besi mengalami penurunan harga selama tujuh bulan berturut-turut hingga Oktober. Pemulihan singkat pada Agustus sempat meredam tren penurunan tersebut. Tanpa pemulihan itu, pergerakan harganya akan terlihat seperti terjun bebas.

AUD/USD dan Harga Bijih Besi

LiteFinance: AUD/USD dan Harga Bijih Besi  

Sumber: TradingView.

Pelemahan mata uang justru dapat menguntungkan Canberra karena membantu menopang ekspor Australia. China mengambil langkah serupa dengan mengumumkan kenaikan persyaratan cadangan bagi lembaga keuangan sebesar 6%. Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa Beijing tidak menginginkan penguatan renminbi berlanjut. Dampaknya, USD/CNH berhasil pulih dari level terendah dalam beberapa bulan. Sebaliknya, mata uang lain yang sensitif terhadap perkembangan di China, termasuk dolar Australia, justru mengalami tekanan.

Ditambah koreksi pada Nasdaq 100 dan memburuknya minat terhadap risiko global, semakin jelas bahwa RBA bukan satu-satunya penyebab penurunan tajam dolar Australia.

Rencana Trading Mingguan untuk AUD/USD dan AUD/NZD

Perbedaan arah kebijakan moneter membuka peluang jual pada pasangan AUD/NZD, selama harganya tetap berada di bawah 1.2450. Sementara itu, arah pergerakan jangka pendek AUD/USD akan bergantung pada kemampuan penjual untuk mendorong harga keluar dari kisaran 0.6960–0.7040. Penembusan kuat di bawah batas bawah kisaran tersebut akan memberikan sinyal potensial untuk posisi jual.


Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga turut dipertimbangkan.

Grafik harga AUDUSD dalam mode real time

Dolar Australia Tertekan oleh RBA, China, dan Penurunan Harga Bijih Besi. Perkiraan untuk 03.11.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat