Bank Sentral Australia (RBA) tampaknya kecil kemungkinannya menghentikan siklus pengetatan kebijakan moneter. Dikombinasikan dengan membaiknya perekonomian global dan tingginya keberanian investor global untuk mengambil risiko, prospek AUD/USD terlihat naik. Mari kita bahas topik ini dan susun rencana trading.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Penting

  • RBA menaikkan suku bunga acuan dari 3.65% menjadi 3.85%.
  • Siklus pengetatan moneter akan terus berlanjut.
  • Kebangkitan indeks S&P 500 membantu menguatkan dolar Australia.
  • Posisi buy pada AUD/USD dapat dibuka jika harga menembus level 0.706.

Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar Australia

Apakah dolar Australia telah melewati ujian? Anjloknya harga logam mulia dan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Australia menjadi ujian ketahanan bagi AUD/USD. Dolar Australia sejak lama dikenal sebagai mata uang komoditas, sehingga aksi jual emas berpotensi menggerus kepercayaan pelaku hedge fund untuk mempertahankan posisi beli yang saat ini berada di level tertinggi sejak Desember 2017. Hal serupa juga berlaku pada dimulainya siklus pengetatan moneter, yang bisa saja memicu prinsip "beli rumornya, jual beritanya". 

Performa AUD/USD dan Posisi Spekulatif Dolar Australia

LiteFinance: Performa AUD/USD dan Posisi Spekulatif Dolar Australia

Sumber: Bloomberg.

Jika RBA tidak menaikkan suku bunga acuan, itu akan memberi sinyal bahwa mereka merasa nyaman dengan inflasi. Namun, bukan itu pesan yang ingin mereka sampaikan. Beginilah penjelasan Michele Bullock tentang pengetatan kebijakan moneter pertama di antara negara-negara maju.

Bank Sentral Australia (RBA) memberikan ruang untuk manuver, dengan menyatakan bahwa mereka akan fokus pada data harga konsumen tiap kuartal daripada bulanan. Akibatnya, pasar berjangka tidak lagi memperkirakan siklus tersebut akan berlanjut pada bulan Maret, tetapi hanya pada bulan Mei. Peluang kenaikan suku bunga pada bulan pertama musim semi diperkirakan sebesar 16%, dan pada bulan terakhir sebesar 85%.

Namun, Westpac meyakini bahwa kenaikan suku bunga acuan dari 3.85% menjadi 4.15% pada pertemuan Bank Sentral berikutnya tidak dapat dikesampingkan. Revisi ke atas terhadap perkiraan CPI menunjukkan bahwa tingkat inflasi saat ini tidak dapat diterima oleh regulator.

Prakiraan Inflasi Australia oleh RBA

LiteFinance: Prakiraan Inflasi Australia oleh RBA

Sumber: Bloomberg.

Pembatasan moneter RBA bukanlah satu-satunya alasan penurunan AUD/USD. Tidak hanya logam mulia, tetapi juga indeks saham menjadi korban aksi jual panik investor. Indeks S&P 500 mengalami penurunan selama tiga hari di tengah kekhawatiran bahwa AI akan melemahkan posisi perusahaan perangkat lunak. Dolar Australia dianggap sebagai mata uang dengan imbal hasil tinggi, sehingga memburuknya risiko global memaksanya untuk ikut terkoreksi.

Investor kembali mengalihkan perhatian ke dolar AS seiring aksi jual emas yang memicu keraguan apakah logam mulia tersebut masih layak menyandang status aset yang aman. Namun, pemulihan emas secara bertahap dan kenaikan harian tercepat indeks S&P 500 sejak Mei menandai berakhirnya fase koreksi AUD/USD. Pair ini kini siap melanjutkan tren naiknya.

Sementara RBA akan menaikkan suku bunga, bank sentral di Eropa dan AS bermaksud untuk mempertahankan suku bunga tetap atau bahkan menurunkannya. Percepatan ekonomi AS dan Jepang, yang didorong oleh stimulus fiskal dan solusi AI, dikombinasikan dengan ketahanan Eropa dan Tiongkok terhadap tarif, menunjukkan membaiknya tingkat minat investor global untuk mengambil risiko dalam berinvestasi.

Rencana Trading Mingguan untuk AUDUSD

Dengan latar belakang ini, kenaikan AUD/USD kemungkinan akan berlanjut menuju target yang telah diinformasikan sebelumnya di 0.72. Sell jangka pendek pasca kenaikan suku bunga acuan telah menghasilkan profit dan tren pun berbalik arah. Posisi buy dapat ditingkatkan jika harga menembus level resistance 0.706.


Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.

Grafik harga AUDUSD dalam mode real time

Kebijakan Ketat RBA Dongkrak Dolar Australia. Perkiraan untuk 09.02.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat