Intervensi verbal Christine Lagarde, pernyataan Donald Trump bahwa ia tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu pendahuluan, serta penurunan imbal hasil obligasi berikutnya membantu pasangan mata uang EUR/USD mendapatkan kembali sebagian posisinya. Mari kita telaah perkembangan ini dan susun rencana perdagangan.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin Utama
- ECB memiliki instrumen yang diperlukan untuk mengatasi krisis.
- Prancis tidak membutuhkan keajaiban untuk mengatasi tantangan yang dihadapinya.
- AS telah berjanji untuk tidak menyerang Iran sebelum pemilu.
- Posisi jual dapat dibuka pada saat terjadi koreki dari level 1.1280, 1.1340, dan 1.1400.
Perkiraan Fundamental Mingguan untuk Euro
Krisis utang telah membuat Eropa semakin menyerupai Jepang. Dalam kedua kasus tersebut, otoritas awalnya mengandalkan intervensi verbal untuk mempersiapkan pasar menghadapi kemungkinan intervensi langsung. Pernyataan Christine Lagarde bahwa ECB memiliki instrumen untuk melawan pergerakan pasar yang tidak wajar dan tidak teratur mencerminkan pernyataan Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama. Ketika retorika semacam itu pertama kali didengar, hal itu dapat membantu menstabilkan pasangan mata uang EUR/USD dengan meyakinkan para investor bahwa para pembuat kebijakan siap untuk bertindak.
Imbal Hasil Obligasi Kawasan Euro
Sumber: Bloomberg.
Prancis memiliki salah satu beban utang tertinggi di zona euro, dan lonjakan imbal hasil obligasinya baru-baru ini ke level tertinggi sejak 2020 memberikan tekanan tambahan pada keuangan publik serta memicu kekhawatiran di dalam pemerintahan. Para investor juga semakin gelisah karena risiko gagal bayar (default) tetap menjadi masalah pelik yang akut. Ketakutan ini diperparah oleh usulan dari calon presiden Jean-Luc Mélenchon, yang menyarankan agar bank sentral menghapuskan utang yang diegangnya. Langkah ini mencakup 544 miliar euro dari total utang publik Prancis yang mencapai 2.9 triliun euro.
ECB memang memiliki Transmission Protection Instrument (TPI), yang memungkinkannya untuk membeli obligasi pemerintah zona euro guna mengatasi tekanan pasar yang tidak wajar. Namun, aktivasi instrumen ini bersyarat pada kepatuhan terhadap persyaratan fiskal dan kebijakan ekonomi Uni Eropa, yang dapat membatasi penggunaannya dalam kondisi Prancis saat ini. Selain itu, ekspansi moneter skala besar dapat memicu tekanan inflasi yang sudah tinggi. Untuk saat ini, Frankfurt tampaknya mengandalkan intervensi verbal, sementara Paris bersikeras bahwa mereka tidak membutuhkan "tangan Tuhan" untuk menyelesaikan masalah-masalahnya.
Upaya Christine Lagarde untuk menenangkan pasar bukan satu-satunya faktor yang membantu EUR/USD bangkit kembali. Pernyataan Donald Trump bahwa AS tidak berniat menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu juga telah meredam para pembeli minyak Brent. Sebelumnya, laporan bahwa Washington sedang mempertimbangkan tindakan militer, dikombinasikan dengan serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz dan bandara di Arab Saudi, telah mendorong harga Brent naik hingga $106 per barel.
Pernyataan Christopher Waller juga turut memberikan tekanan pada dolar AS. Anggota FOMC tersebut berpendapat bahwa Fed harus menaikkan suku bunga, namun tidak perlu melakukannya pada setiap pertemuan. Menyusul komentarnya, probabilitas tersirat dari kenaikan suku bunga pada bulan Oktober turun menjadi 17%. Pergeseran ekspektasi ini, bersamaan dengan penurunan harga minyak mentah Brent dan imbal hasil US Treasury, telah membantu pasangan mata uang EUR/USD melakukan pemulihan.
Euro tentu saja membutuhkan waktu untuk bernapas setelah penurunan yang begitu tajam. Kendati demikian, beberapa hambatan masih tetap ada. Harga gas alam Eropa telah melonjak 147% sejak awal konflik di Timur Tengah, fasilitas penyimpanan gas baru terisi 72%—di bawah rata-rata lima tahun—serta krisis politik dan fiskal Prancis mungkin belum mencapai puncaknya. Dengan latar belakang ini, konsolidasi saat ini pada EUR/USD bisa jadi hanya bersifat sementara.
Rencana Perdagangan Mingguan untuk EUR/USD
Oleh karena itu, breakout palsu di atas batas atas kisaran trading 1.1160–1.1280 dapat menawarkan peluang untuk menjual pasangan mata uang EUR/USD. Strategi yang sama juga dapat diterapkan jika pasangan mata uang ini gagal menembus level resistance di level 1.1340 atau 1.1400.
Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor-faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga turut diperhitungkan.
Grafik harga EURUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.










