Kekurangan yang terus terjadi di pasar fisik perak dan perannya sebagai lindung nilai terhadap risiko makroekonomi lebih kuat dibanding faktor penekan harga. Bahkan laporan inflasi terbaru tidak berhasil menghentikan kenaikan XAG/USD. Mari kita bahas lebih lanjut serta menyusun rencana trading.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- Harga perak naik karena suku bunga lebih tinggi.
- Kenaikan inflasi AS tidak memengaruhi stabilitas XAG/USD.
- Logam mulia berperan sebagai instrumen lindung nilai terhadap risiko makroekonomi.
- Posisi beli pada perak dapat dibuka dengan target di $89 dan $94.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Perak
Percepatan inflasi di AS hanya sementara memperlambat kenaikan pada harga XAG/USD. Situasi ini tergolong tidak lazim, karena dalam kondisi tersebut The Fed dan bank sentral lainnya umumnya mengutamakan kebijakan pengetatan moneter yang menghilangkan keunggulan utama logam mulia, yaitu debasement trade. Di sisi lain, meningkatnya ketidakpastian ekonomi berpotensi menekan permintaan industri terhadap perak. Namun demikian, pasar tidak menunjukkan indikasi kepanikan.
Logam mulia mencatat penguatan di tengah rumor kenaikan bea impor oleh India yang kemudian dikonfirmasi. New Delhi menghadapi tekanan berat akibat pelebaran defisit transaksi berjalan serta arus keluar modal yang berkelanjutan, yang menekan nilai rupee. Bank sentral telah melakukan intervensi untuk mempertahankan mata uang, sehingga cadangan devisa turun menjadi $690.7 miliar. Namun demikian, level tersebut masih mencukupi untuk membiayai 10–11 bulan impor, dengan porsi signifikan berupa emas. Total impor emas pada 2025 mencapai 710 ton.
5 Impor Teratas India
Sumber: Bloomberg.
Logam mulia lainnya turut mengalami tekanan, dengan tarif pada emas dan perak meningkat dari 6% menjadi 15%, serta pada platinum dari 6.4% menjadi 15.4%. Kebijakan tersebut berpotensi mendorong peningkatan aktivitas penyelundupan sebagaimana yang pernah terjadi sebelumnya. Permintaan dari India masih tinggi dan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan defisit pasar perak selama enam tahun berturut-turut. Untuk mengompensasi kondisi tersebut, XAG/USD diperkirakan perlu mengalami kenaikan lebih lanjut.
Dalam konteks tersebut, investor semakin memprioritaskan peran perak sebagai lindung nilai terhadap risiko makroekonomi dibandingkan dampak ketidakpastian ekonomi terhadap permintaan industri. Pergeseran ini memberikan dukungan terhadap sentimen di pasar logam mulia. Di sisi lain, meningkatnya volatilitas meningkatkan risiko pembalikan arah pada ETF utama.
Tren Volatilitas dan Risiko Pembalikan untuk iShares Silver Trust
Sumber: Bloomberg.
Risiko utama terhadap ekonomi global akibat konflik di Timur Tengah berkaitan dengan stagflasi dan resesi. Secara teoritis, perlambatan GDP yang disertai inflasi yang meningkat berdampak negatif terhadap emas dan perak. Pasar saat ini telah memperhitungkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat, tercermin dari kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan mata uang.
Faktanya, bank sentral berisiko melakukan kesalahan kebijakan dengan menaikkan suku bunga. Kondisi ini dapat menyebabkan pelemahan ekonomi lebih lanjut dan meningkatkan risiko resesi. Perlambatan ekonomi tersebut justru mendukung potensi kenaikan pada harga XAG/USD. Dalam skenario ini, probabilitas stimulus moneter berskala besar meningkat.
Rencana Trading Mingguan untuk XAG/USD
Perak saat ini berada dalam tren naik yang jelas. Dengan adanya defisit pasokan fisik yang berkelanjutan serta peran perak sebagai lindung nilai terhadap risiko makroekonomi, pelaku pasar dapat mempertimbangkan pembukaan posisi beli pada XAG/USD dalam jangka menengah dan panjang. Target kenaikan potensial berada pada level $89 dan $94, sebagaimana telah disebutkan sebelumnya. Dalam jangka pendek, penguatan dolar AS berpotensi memberikan tekanan pada harga perak, namun setiap koreksi dapat dimanfaatkan untuk membangun posisi beli.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga XAGUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.




























