Gelembung perak akhirnya pecah. Hal ini memang tak terelakkan, karena pasar komoditas bergerak secara siklis. Pertanyaannya, apakah XAG/USD akan kembali ke level ekstremnya, ataukah itu baru akan terjadi dalam hitungan dekade? Mari kita bahas hal tersebut sekaligus menyusun rencana trading.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- Gelembung pasar perak telah pecah.
- Hedge fund sudah memperkirakan skenario ini.
- Tren kenaikan XAG/USD tidak lagi bertahan.
- Selama perak diperdagangkan di bawah $85, strategi yang diutamakan tetap sell.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Perak
Dari pahlawan menjadi pecundang, hanya dibutuhkan satu langkah. Pernah dielu-elukan sebagai "emas super" atau "emas kuadrat", kini perak berubah menjadi "alat mematikan". Ia dapat dengan cepat menghukum para trader yang terlalu percaya dari potensi kenaikannya. Itulah yang terjadi pada akhir Januari, ketika XAG/USD anjlok 36%, mencatat rekor penurunan terburuk sepanjang sejarah. Pada saat itulah menjadi jelas bahwa gelembung tersebut telah pecah.
Situasi ini tak terelakkan mengingatkan pada kisah Hunt bersaudara, dimana pada tahun 1980 berhasil menguasai pasar perak dan mendorong harga hingga $50 per ons. Setelah itu, pasar runtuh dan tak pernah kembali ke level tersebut selama lebih dari 4.5 dekade. Kenaikan XAG/USD baru-baru ini benar-benar menyerupai sebuah gelembung. Pada Januari saja, harga melonjak 63% hingga mencetak rekor tertinggi, sehingga total kenaikan dalam satu tahun terakhir mencapai angka fantastis 250%.
Posisi Spekulatif di Pasar Perak
Sumber: Bloomberg.
Tahun 2026 menghadirkan kisahnya sendiri dari Hunt bersaudara. Saat kerumunan investor, digerakkan oleh FOMO, berbondong-bondong membeli, hedge fund dan manajer aset justru memangkas posisi pembelian bersih mereka di logam mulia ini. Ketika semua orang membeli, saat itulah penjualan patut dipertimbangkan. Investor besar (Smart money) sudah tahu bagaimana akhir cerita ini. Akibatnya, mereka yang ramai ikut ikutan pun harus menanggung posisi yang merugi.
Perak sejak lama dikenal lebih fluktuatif dibandingkan emas. Pada saat yang sama, kembalinya rasio emas terhadap perak ke level terakhir terlihat pada era 1970-an mengindikasikan bahwa XAG/USD telah mencapai titik tanpa jalan kembali. Tren naik kemungkinan besar telah patah, meskipun terbentuknya gelembung baru setelah pecahnya gelembung pertama tidak dapat sepenuhnya dikesampingkan. Volatilitas pada logam putih ini akan menjadi indikator utama apakah gelembung baru tengah terbentuk.
Dinamika Volatilitas Perak
Sumber: Bloomberg.
Bank of America meyakini bahwa volatilitas pada XAG/USD akan berkurang setelah aksi sell besar-besaran di bulan Januari. Jika tidak, para spekulator kemungkinan akan mencoba untuk menggembungkan gelembung pada pasar lainnya.
Namun bagaimana dengan geopolitik, ketidakpastian seputar kebijakan Gedung Putih, ancaman terhadap independensi Federal Reserve, dan penurunan nilai tukar, yang semuanya telah mendukung harga perak untuk waktu yang lama? Saya berpendapat bahwa sebagian besar optimisme ini sudah tercermin dalam harga. Tanpa minat beli ritel yang kuat pada XAG/USD, harga kemungkinan akan lebih rendah. Saat ini pasar tengah mencari titik keseimbangan yang tercermin dari volatilitas tinggi dan pergerakan harga yang tidak stabil.
Pasar komoditas bersifat siklik. Meningkatnya permintaan mendorong harga lebih tinggi, tetapi harga yang terlalu tinggi pada akhirnya mengurangi permintaan. Akibatnya, tren kenaikan harga pun terhenti. Logam putih pun tidak terkecuali. Namun demikian, pengaruh spekulator tetap harus diperhitungkan.
Rencana Trading Mingguan untuk XAG/USD
Menurut saya, tren kenaikan telah terlampaui, sehingga pendekatan yang tepat kini adalah menjual pada saat harga menguat. Ketidakmampuan perak untuk menembus level $85 per ons menandakan minat buy yang lemah. Selama XAG/USD ditradingkan di bawah level ini, fokus tetap pada posisi sell. Sebagai alternatif, masuk akal juga untuk menerapkan strategi yang telah dibahas sebelumnya, yaitu menjual perak terhadap emas.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga XAGUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

























