Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu telah memperlihatkan kerentanan dolar AS, yaitu ketergantungannya yang semakin besar pada kenaikan pasar yang didorong oleh AI. Regulasi yang lebih ketat dapat membuka peluang untuk jual USD/CHF. Selain itu, Bank Nasional Swiss mempertimbangkan kenaikan suku bunga. Mari kita analisis situasi ini serta menyusun rencana trading.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Utama
- Inflasi di Swiss semakin meningkat.
- SNB mungkin akan meninggalkan kebijakan zero suku bunga.
- Memudarnya keunggulan AS memberikan tekanan negatif terhadap dolar.
- Posisi jual dapat dipertimbangkan selama harga tetap berada di bawah 0.8120.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Franc
Yen Jepang dan franc Swiss muncul sebagai mata uang yang paling diuntungkan dari kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu. Ketika dolar AS terancam kehilangan salah satu keunggulan utamanya, yaitu keistimewaan ekonomi Amerika, kedua mata uang safe haven tersebut justru mendapat dukungan seiring penurunan imbal hasil obligasi AS. Sementara itu, inflasi Swiss telah naik melampaui titik tengah kisaran target Swiss National Bank sebesar 0–2% untuk pertama kalinya sejak Agustus 2024. Kondisi ini memicu spekulasi mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga. Hal ini semakin menambah tekanan terhadap USD/CHF.
Pada September, SNB mempertahankan kebijakan moneternya tanpa perubahan dan menyatakan bahwa intervensi mata uang untuk melemahkan franc tidak diperlukan. Alasannya, meskipun franc awalnya menguat saat konflik Timur Tengah pecah akibat meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven, kenaikan harga minyak Brent setelahnya membantu para pembeli USD/CHF kembali menguasai pasar. Berdasarkan nilai tukar perdagangan yang di hitung, franc Swiss masih sekitar 3% lebih lemah dibandingkan pada Juli. Kondisi ini membuat bank sentral tidak memiliki alasan kuat untuk melakukan intervensi di pasar Forex.
Performa USD/CHF dan Harga Brent
Sumber: TradingView.
Namun, pergeseran permintaan konsumen ke barang-barang produksi dalam negeri, seiring semakin mahalnya produk impor akibat melemahnya franc, telah mendorong inflasi di Swiss. Pada Oktober, inflasi meningkat dari 1% menjadi 1.5%, mencapai level tertinggi dalam tiga tahun. Angka ini juga melampaui perkiraan SNB untuk kuartal keempat sebesar 1.2%.
Tingkat Inflasi Swiss
Sumber: Bloomberg.
Akibatnya, pasar derivatif telah merevisi ekspektasi mereka secara signifikan terhadap kebijakan moneter Swiss National Bank. Harga pasar saat ini mencerminkan probabilitas sebesar 56% untuk kenaikan suku bunga pada Maret, dengan suku bunga kebijakan berpotensi mencapai 0.5% pada September.
Menurut Pantheon Macroeconomics, harga konsumen kemungkinan akan terus meningkat lebih cepat daripada yang diperkirakan SNB. Kondisi ini memberikan ruang lebih besar bagi bank sentral untuk memperketat kebijakan moneter. Otoritas tersebut dapat memanfaatkan peluang ini untuk kembali menaikkan suku bunga diatas 0, sehingga menciptakan ruang kebijakan yang dapat bermanfaat ketika pelonggaran kebijakan moneter diperlukan di masa depan.
Prospek pengetatan kebijakan moneter SNB yang semakin besar bukan satu-satunya faktor yang mendukung penguatan franc. Pemilu paruh waktu AS juga memberikan tekanan terhadap dolar. Menurut Credit Agricole, kemenangan Partai Demokrat telah mengungkap kerentanan utama dolar AS: penguatan dolar dalam beberapa waktu terakhir sangat berkaitan dengan pesatnya perkembangan AI. Regulasi yang lebih ketat di sektor ini dapat melemahkan salah satu sumber utama penopang dolar.
Oleh karena itu, para penjual USD/CHF akan berupaya memanfaatkan potensi pelemahan dolar AS. Namun, sejumlah risiko dapat menggagalkan prospek penurunan ini. Kegagalan diplomasi di Timur Tengah dapat memicu eskalasi konflik dan kembali mendorong kenaikan harga minyak Brent. Selain itu, Donald Trump masih memiliki wewenang untuk memveto inisiatif legislasi Partai Demokrat yang bertujuan memperketat regulasi kecerdasan buatan.
Rencana Trading Mingguan untuk USD/CHF
Kekalahan Partai Republik dalam pemilu paruh waktu tidak serta-merta menjadi bencana bagi dolar AS. Pada akhirnya, arah pergerakan dolar akan ditentukan oleh perkembangan situasi di Timur Tengah. Dari sisi teknikal, selama USD/CHF diperdagangkan di bawah 0.8120, kecenderungan penurunan masih tetap terjaga dan membuka peluang untuk posisi jual.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga turut dipertimbangkan.
Grafik harga USDCHF dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.





