Meningkatnya ketegangan antara Barat dan Timur sejak pecahnya konflik di Ukraina telah mempercepat proses de-dolarisasi dan mendorong bank sentral untuk melakukan diversifikasi cadangan devisa mereka. Perkembangan terbaru di Venezuela semakin mempercepat proses ini. Mari kita bahas topik ini dan menyusun rencana trading untuk XAU/USD.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- Terlepas dari tekanan jual oleh dana pasif, XAUUSD tetap solid.
- Ketegangan geopolitik meningkatkan volatilitas dan menguatkan harga emas.
- Kebijakan AS semakin memperdalam perpecahan antara Barat dan Timur.
- Pertimbangkan posisi buy ketika harga turun kembali ke $4,400 dan $4,345.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Emas
Jika harga emas naik meskipun menghadapi hambatan, apa yang terjadi ketika kondisi berubah menjadi pendorong? Keputusan CME untuk menaikkan persyaratan margin guna meredam volatilitas spekulatif pada logam mulia, dikombinasikan dengan penjualan oleh index-tracking funds, awalnya menyebabkan penurunan pada pair XAU/USD. Namun, ketegangan geopolitik dengan cepat menarik pembeli kembali ke pasar, jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.
Menurut TD Securities, emas diperkirakan akan berada di bawah tekanan pada awal tahun 2026. Namun, setelah mencatatkan kinerja terbaik kedua dalam sejarah pada akhir tahun 2025, bobot emas dalam Indeks Komoditas Bloomberg meningkat. Akibatnya, dana investasi pasif perlu menjual emas senilai sekitar $6 miliar untuk menyeimbangkan kembali ke tingkat target. Dalam kondisi likuiditas yang tipis yang lazim terjadi di awal tahun, hal ini dapat memicu penurunan tajam pada XAUUSD. Namun, perkembangan geopolitik di Venezuela dan keterlibatan AS menggeser sentimen pasar dan mendukung harga emas.
Bobot Emas dan Perak dalam Indeks Komoditas Bloomberg
Sumber: Bloomberg.
De-globalisasi semakin cepat pada tahun 2022 ketika konflik di Ukraina dimulai, tetapi kemudian tampak melambat di tengah tanda-tanda membaiknya hubungan antara Washington dan Moskow. Tren tersebut kini terganggu oleh perkembangan yang melibatkan Venezuela, sebuah negara otoriter di luar lingkup pengaruh Barat. Penahanan presidennya memicu reaksi keras dari sekutu utamanya, China dan Rusia. Jika upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik di Eropa Timur gagal, keretakan geopolitik kemungkinan akan semakin dalam.
Pada tahun 2022, perpecahan geopolitik ini memicu lonjakan pembelian emas oleh bank sentral sebagai bagian dari upaya de-dolarisasi dan diversifikasi cadangan yang lebih luas. Goldman Sachs memperkirakan pembelian emas oleh bank sentral rata-rata sekitar 70 ton per bulan pada tahun 2026, mendekati rata-rata 66 ton yang terlihat selama tahun lalu dan jauh di atas sekitar 17 ton yang tercatat sebelum konflik di Ukraina. Berdasarkan prospek ini, bank tersebut memperkirakan harga emas akan naik menjadi $4,900 per ons pada akhir tahun 2026. Sebelum perkembangan terkini di Venezuela, proyeksi ini tampak berlebihan. Sekarang, proyeksi tersebut terlihat jauh lebih masuk akal.
Kinerja Harga Emas di Tengah Peristiwa Pasar Utama
Sumber: Bloomberg.
Setiap tonggak penting dalam harga emas yang mencapai angka bulat telah dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa signifikan. Emas mencapai $2,000 per ons selama pandemi, $3,000 di tengah ketegangan tarif AS, dan $4,000 ketika pasar tenaga kerja AS mendingin dan Federal Reserve beralih ke pelonggaran moneter. Apa yang dapat mendorong emas ke $5,000 per ons?
Tidak ada kekurangan katalis potensial di masa depan: penutupan pemerintah AS, putusan Mahkamah Agung yang membatalkan tarif pemerintah, kegagalan untuk mengakhiri perang di Ukraina, konflik perdagangan AS-China yang diperbarui, atau bahkan guncangan geopolitik yang lebih ekstrem, dari meningkatnya ketegangan di Amerika Latin hingga sengketa yang melibatkan wilayah-wilayah penting secara strategis seperti Greenland.
Rencana Trading Mingguan untuk XAUUSD
Emas terus diperdagangkan dalam tren naik. Oleh karena itu, pertimbangkan posisi buy ketika harga mundur ke level support di $4,400 dan $4,345.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga XAUUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.




















































