Pelaku pasar tidak memperkirakan Bank of England akan melakukan pemangkasan suku bunga repo secara signifikan pada bulan Maret, serta telah menurunkan probabilitas dua kali putaran pelonggaran moneter pada 2026. Secara fundamental, kondisi ini seharusnya mendorong kenaikan pada GBP/USD. Namun, pair tersebut justru mengalami penurunan. Mengapa demikian? Mari kita bahas isu ini serta menyusun rencana trading.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- Peluang penurunan suku bunga semakin berkurang.
- Faktor geopolitik membuat Pound berada dalam posisi rentan.
- Tingkat elektabilitas Partai Labour merosot tajam.
- Posisi sell pada GBP/USD dapat dibuka ketika harga rebound dari level resistance 1.339.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Pound Sterling
Pergerakan mata uang di tengah konflik di Timur Tengah tidak ditentukan oleh seberapa cepat dan kapan bank sentral mengubah suku bunga, tetapi oleh kondisi perdagangan. Itulah sebabnya turunnya perkiraan terhadap besarnya pelonggaran moneter tidak mampu menyelamatkan GBP/USD dari kejatuhan.
Menurut Bloomberg, kenaikan tajam harga minyak dan gas akibat serangan AS dan Israel terhadap Iran diperkirakan akan menambah 0.4 poin persentase pada inflasi Inggris. Dengan demikian, harga konsumen diperkirakan meningkat bukan sebesar 2% seperti perkiraan Bank of England, melainkan mencapai 2.4%. Mengingat komposisi anggota Komite Kebijakan Moneter yang relatif seimbang antara pendukung suku bunga lebih tinggi dan pendukung suku bunga lebih rendah, percepatan CPI menjadi argumen kuat untuk melakukan jeda dalam siklus pelonggaran kebijakan moneter.
Prakiraan Inflasi Inggris
Sumber: Bloomberg.
Memang, sebelum konflik bersenjata di Timur Tengah, pasar berjangka yakin akan adanya dua kali penurunan suku bunga hingga akhir tahun 2026. Saat ini, pasar derivatif hanya memberikan probabilitas 25% untuk hasil tersebut. Peluang penurunan suku bunga repo pada akhir Maret telah turun dari 80% menjadi 30%.
Ekspektasi Pasar terhadap Suku Bunga BoE
Sumber: Bloomberg.
Jika bukan karena situasi geopolitik, perkiraan tersebut pasti akan mendukung pound. Semakin lama Bank of England mempertahankan biaya pinjaman yang tinggi, semakin menarik aset-aset Inggris. Namun, gejolak di Timur Tengah mengubah segalanya. Reuters telah merevisi perkiraan pertumbuhan GDP Inggris pada tahun 2026 turun dari 1.4% menjadi 1.1%, menggambarkan skenario stagflasi untuk ekonomi Inggris. Dengan latar belakang ini, GBP/USD menghadapi tekanan yang lebih besar.
Fakta bahwa Inggris merupakan pengimpor minyak dan gas alam, ditambah potensi krisis energi baru yang dapat melanda Eropa, mendorong investor untuk mengurangi kepemilikan pound sterling. Di sisi lain, situasi politik di negara tersebut masih tidak stabil. Partai Labour tidak hanya mengalami kekalahan dalam pemilihan di Manchester, tetapi posisi Perdana Menteri Keir Starmer juga menjadi semakin tidak pasti. Dukungan terhadap partai-partai pesaing meningkat secara signifikan, begitu pula dengan aliran dana yang masuk kepada mereka.
Partai populis yang dipimpin Nigel Farage berhasil mengumpulkan donasi sebesar £5.5 juta pada kuartal keempat, sementara Partai Konservatif mengumpulkan £2.3 juta dan Partai Labour memperoleh £1.7 juta. Pemilihan lokal di Inggris dijadwalkan berlangsung pada bulan Mei, sedangkan pemilihan umum direncanakan digelar sebelum 2029. Rendahnya tingkat dukungan terhadap pemerintah saat ini serta potensi pengunduran diri perdana menteri memberikan tekanan pada pound.
Rencana Trading Mingguan untuk GBP/USD
Akibatnya, memburuknya kondisi perdagangan karena konflik bersenjata di Timur Tengah, gejolak politik, serta ancaman stagflasi membuat pihak pembeli GBP/USD kesulitan mendapatkan momentum. Pair ini telah menyentuh target jangka pendek di 1.342 dan 1.339. Jika tidak mampu menembus 1.339, posisi sell bisa dipertimbangkan.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga GBPUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.












































