Seiring mendinginnya ekonomi dan pasar tenaga kerja Inggris, muncul kabar perlambatan inflasi. Suku bunga Bank of England kini diperkirakan akan turun lebih cepat dari yang sebelumnya diperkirakan. Namun, ini bukan satu-satunya tantangan bagi GBP/USD. Mari kita bahas topik ini serta menyusun rencana trading.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- Pasar tenaga kerja Inggris melemah hingga ke level tahun 2021.
- Inflasi melambat ke level terendah dalam 10 bulan.
- Bank of England berpotensi memangkas suku bunga lebih dari dua kali.
- Posisi sell pada GBP/USD dapat dibuka dengan target di 1.3390.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Pound Sterling
Optimisme seputar anggaran Inggris telah memungkinkan pound menguat terhadap mata uang utama global untuk pertama kalinya sejak November. Kenaikan ini didorong oleh kinerja ekonomi yang tumbuh paling cepat di antara negara-negara G7 setelah AS, serta sikap Bank of England yang enggan memangkas suku bunga di tengah inflasi yang masih tinggi. Pada Januari lalu, investor yang disurvei oleh Bank of America menilai GBP/USD yang saat itu berada di level tertinggi dalam 4.5 tahun sebagai valuasi yang wajar. Namun, pada Februari, situasinya berubah secara drastis.
Prinsip domino: ketika satu keping jatuh, seluruh struktur ikut runtuh. Pada 2025, GDP Inggris tumbuh sebesar 1.4%, lebih cepat dibandingkan sebagian besar ekonomi utama dunia. Namun, pada paruh kedua tahun tersebut, pertumbuhan ekonomi melambat signifikan, dan Bank of England menurunkan proyeksi pertumbuhan 2026 dari 1.2% menjadi 0.9%. Rilis data GDP kuartal keempat pun menjadi pukulan telak bagi GBP/USD.
GDP Inggris
Sumber: Bloomberg.
Selain itu, tingkat pengangguran di Inggris naik menjadi 5.2% pada Oktober–Desember, sementara pertumbuhan upah turun menjadi 3.4%, kedua angka tersebut mencapai titik terendah dalam lima tahun. Melemahnya pasar tenaga kerja semakin diperparah oleh perlambatan inflasi konsumen pada Januari menjadi 3%, level terendah dalam 10 bulan. Gelombang berita negatif ini meyakinkan investor bahwa suku bunga repo akan dipotong lebih cepat daripada yang diperkirakan.
Inflasi Inggris
Sumber: Bloomberg.
Pasar berjangka telah meningkatkan peluang pelonggaran kebijakan moneter pada Maret dari 70% menjadi 80%. Pada April, kepastian tersebut dinilai sudah mutlak. Probabilitas terjadinya dua kali pelonggaran moneter pada 2026 juga melonjak hingga hampir 100%. Meski demikian, pasar menilai langkah-langkah ini mungkin belum cukup. Memburuknya data makroekonomi Inggris berpotensi mendorong suku bunga acuan Bank of England turun hingga 3%.
Namun, masalah pound tidak berhenti sampai di situ. Keputusan politik yang keliru, kenaikan pajak, serta melemahnya pasar tenaga kerja dan ekonomi yang tertekan telah membuat tingkat dukungan politik Keir Starmer ke titik yang sangat rendah. Ia disebut-sebut sebagai perdana menteri Inggris paling tidak populer dalam sejarah. Rumor mengenai pengunduran dirinya pun beredar di pasar Forex, dan ketidakstabilan politik ini semakin menekan nilai tukar GBP/USD.
Pada bulan Februari, sebanyak 7% responden investor Bank of America menganggap pound mengalami overvalued. Hal ini terjadi meskipun pound telah turun 2.7% dari level tertingginya pada Januari. Gejolak politik, data ekonomi yang lemah, dan niat Bank of England untuk memangkas suku bunga di tengah jeda kebijakan The Fed merupakan kombinasi yang eksplosif yang dapat menghancurkan mata uang apa pun.
Rencana Trading Mingguan untuk GBP/USD
Dengan latar belakang ini, posisi sell pada GBP/USD yang dibentuk di 1.363 dan 1.36 tampaknya merupakan keputusan yang tepat. Pair ini telah mencapai target pertama dari dua target yang diumumkan sebelumnya, yaitu 1.35, dan mendekati target kedua, 1.342. Seberapa jauh pound masih bisa turun? Level 1.339 dan 1.325 tampak di depan mata. Oleh karena itu, kemungkinan besar fokus akan tetap pada aksi jual pound.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga GBPUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.










































