Meskipun pasar berjangka mengantisipasi tiga kenaikan suku bunga Bank of England pada tahun 2026, regulator tampak tidak terburu-buru dalam mengambil tindakan. Sebaliknya, mereka menunggu munculnya efek lanjutan terhadap inflasi. Mari kita bahas topik ini dan buat rencana trading untuk GBP/USD.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Penting

  • Perkiraan inflasi bergantung pada pasar minyak.
  • Bank of England sedang mengevaluasi berbagai risiko.
  • Imbal hasil obligasi Inggris melonjak pada bulan Maret.
  • Posisi sell pada GBP/USD dapat dibuka dengan target 1.307 dan 1.29.

Prakiraan Fundamental Bulanan untuk Pound Sterling

Iran memperingatkan bahwa pernyataan Donald Trump tidak bisa dipercaya begitu saja. Namun demikian, investor dan bank sentral tetap perlu memantau secara seksama setiap perkembangan dari kawasan Timur Tengah. Waktu penyelesaian konflik ini sangat krusial karena akan mempengaruhi arah kebijakan Bank of England serta berdampak langsung pada pergerakan GBP/USD.

Sebelum terjadinya eskalasi yang melibatkan Iran, pasar berjangka memperkirakan dua kali pelonggaran moneter oleh Bank of England pada 2025. Perkembangan saat itu terlihat sejalan dengan ekspektasi, ditandai dengan perlambatan inflasi ke level 3% pada Februari. Pada Maret, pasar mengantisipasi penurunan suku bunga kebijakan, namun tidak ada tindakan yang diambil. Memasuki awal April, pasar berjangka memperkirakan kenaikan sebesar 75 basis poin hingga akhir tahun ini.

Inflasi Inggris

LiteFinance: Inflasi Inggris

Sumber: Bloomberg.

Perkiraan tersebut tampak berlebihan. Memang, kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah akan mendorong peningkatan harga konsumen. Namun demikian, BoE lebih berfokus pada inflasi inti. Inflasi ini tidak akan meningkat secara signifikan hingga para pekerja, yang khawatir terhadap kenaikan CPI, mulai menuntut kenaikan upah. Efek putaran kedua berisiko memicu inflasi yang terus meningkat. Semakin lama konflik berlangsung, semakin tinggi probabilitas terjadinya kondisi tersebut.

Untuk saat ini, Bank of England berupaya meredam ekspektasi investor dengan pernyataan yang netral. Anggota MPC Megan Greene tidak menunjukkan kecenderungan untuk menaikkan suku bunga repo pada pertemuan sebelumnya. Sejalan dengan itu, Sarah Breeden menekankan pentingnya kesabaran hingga efek lanjutan terhadap inflasi menjadi lebih jelas.

Pada kenyataannya, Bank of England menghadapi ketidakpastian mengenai arah kebijakan yang tepat. Bank ini memiliki dua preseden yang perlu diwaspadai. Pada tahun 2022, ECB terlalu berhati-hati terlalu lama, dan ketika inflasi melonjak, mereka terpaksa melakukan pengetatan moneter yang agresif—pendekatan yang secara luas dianggap sebagai kesalahan. Sebaliknya, pada tahun 2011, ECB merespons dengan cepat kenaikan harga konsumen dengan menaikkan suku bunga, yang secara signifikan mendinginkan perekonomian zona euro dan memaksa penurunan biaya pinjaman dengan cepat hingga mendekati nol.

Selalu bijaksana untuk belajar dari kesalahan orang lain. Menurut saya, kesalahan ECB 15 tahun lalu lebih berdampak daripada kesalahan empat tahun lalu. Bank of England harus tetap berhati-hati—terutama mengingat pasar utang, yang dibentuk oleh ekspektasi tiga putaran pengetatan moneter, yang secara efektif telah menjalankan peran regulator.

Imbal Hasil 2 Tahun Obligasi Inggris

LiteFinance: Imbal Hasil 2 Tahun Obligasi Inggris

Sumber: Wall Street Journal.

Pada bulan Maret, imbal hasil obligasi Inggris mengalami kenaikan dengan laju tercepat sejak September 2022, ketika pemerintahan Liz Truss mengundurkan diri. Kenaikan ini berperan dalam menstabilkan ekspektasi inflasi.

Rencana Trading Bulanan untuk GBP/USD

Bank of England saat ini mengikuti arah pasar yang dipengaruhi oleh konflik di Timur Tengah. Posisi sell pada GBP/USD yang dibuka di level 1.338 dan 1.3355 dapat ditingkatkan seiring kenaikan harga Brent. Target yang dituju adalah 1.307 dan 1.29.


Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.

Grafik harga GBPUSD dalam mode real time

Pound Melemah di Tengah Sikap Hati-Hati BoE Dan Kenaikan Brent. Perkiraan untuk 02.04.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat