Bank of England diperkirakan akan mempertahankan suku bunga repo di level 3.75%, namun perkiraan ekonomi terbaru dan nada retorikanya jauh lebih penting. Dengan keyakinan bahwa inflasi sedang melambat, bank sentral kemungkinan akan menyampaikan pernyataan bernuansa akomodatif. Mari kita bahas topik ini dan susun rencana trading untuk GBP/USD.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Penting

  • Pasar futures mengantisipasi penurunan suku bunga repo mulai April.
  • The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga hingga Juni.
  • Perbedaan kecepatan kebijakan moneter berdampak negatif terhadap pound.
  • Posisi sell pada GBP/USD dapat dipertimbangkan dengan target 1.35 dan 1.342.

Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Pound Sterling

Sementara ECB terkesan dengan ketahanan ekonomi Eropa terhadap tarif dan mencermati perlambatan inflasi konsumen, Bank of England justru memiliki pandangan yang berbeda. Inflasi di Inggris merupakan yang tertinggi di antara negara-negara G7, sementara pertumbuhan GDP melambat secara signifikan pada paruh kedua tahun ini. Tingkat pengangguran melonjak ke 5.1% pada musim gugur, melampaui perkiraan BoE pada Desember sebesar 5% untuk akhir 2025. Kondisi ini meningkatkan peluang pelonggaran kebijakan moneter dan memberikan tekanan pada GBP/USD.

Tingkat Pengangguran Inggris

LiteFinance: Tingkat Pengangguran Inggris

Sumber: Bloomberg.

Para pendukung kebijakan moneter yang konservatif khawatir tentang kenaikan harga, sementara para pendukung kebijakan moneter yang moderat khawatir tentang memburuknya pasar tenaga kerja. Keputusan untuk menurunkan suku bunga repo menjadi 3.75% pada akhir tahun lalu diambil dengan suara 5 banding 4. Pada bulan Februari, hanya 1 dari 32 analis Bloomberg yang memperkirakan penurunan suku bunga, dan pasar berjangka memperkirakan peluang berlanjutnya siklus ekspansi moneter kurang dari 1%.

Kompromi di dalam Komite adalah alasan di balik hal ini. Kelompok kebijakan yang ketat setuju untuk menunggu harga konsumen melambat hingga target 2% yang diumumkan oleh Andrew Bailey, yang diperkirakan akan terjadi pada bulan April atau Mei. Gubernur Bank of England merujuk pada keputusan anggaran Rachel Reeves untuk mencabut biaya terkait kebijakan iklim dan sosial pada rumah tangga serta membekukan tarif kereta api.

Prakiraan Tingkat Inflasi Inggris

LiteFinance: Prakiraan Tingkat Inflasi Inggris

Sumber: Bloomberg.

Jika inflasi mulai turun dengan cepat, Bank of England akan memiliki keleluasaan untuk menurunkan suku bunga repo. Pasar derivatif memperkirakan peluang pelonggaran kebijakan moneter pada bulan April sebesar 70% dan skala ekspansi moneter sebesar 35 basis poin pada tahun 2026. Hal ini mencerminkan keyakinan pada langkah pertama dan probabilitas 40% untuk langkah kedua sebelum akhir tahun.

Keputusan untuk mempertahankan suku bunga pada Februari diperkirakan akan diambil dengan suara tujuh banding dua. Jika jumlah anggota pendukung kebijkan yang longgar lebih dari dua, proyeksi inflasi direvisi lebih rendah, dan perkiraan pengangguran dinaikkan, pelemahan nilai tukar GBP/USD berpotensi semakin cepat. Sementara itu, pasar futures memperkirakan pemangkasan suku bunga federal funds baru akan dilakukan pada Juni, sehingga pemangkasan tajam suku bunga repo oleh Bank of England pada April akan menjadi pukulan berat bagi pound.

Skenario ini menguntungkan untuk pasar yang tenang, ketika investor memfokuskan perhatian mereka pada ekonomi makro dan kebijakan moneter. Namun, jika Donald Trump melakukan sesuatu yang luar biasa lagi, Senat menolak pencalonan Kevin Warsh untuk ketua Fed, atau Mahkamah Agung memutuskan legalitas tarif AS, semuanya bisa berubah total.

Rencana Trading Mingguan untuk GBP/USD

Terkait reaksi GBP/USD terhadap hasil rapat Bank of England, pelemahan yang terjadi menjelang peristiwa tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar faktor negatif telah tercermin dalam harga. Dengan demikian, pelaku pasar berpotensi mulai menjual pound saat rumor beredar dan justru membelinya saat berita resmi dirilis. Meski begitu, potensi rebound akan menciptakan peluang yang sangat baik untuk kembali menjual mata uang Inggris pada level yang lebih tinggi, dengan target di 1.35 dan 1.342.


Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.

Grafik harga GBPUSD dalam mode real time

Pound Melemah Karena BoE Diperkirakan Menahan Suku Bunga. Perkiraan untuk 05.02.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat