Pound memiliki sensitivitas tinggi terhadap dinamika pasar minyak, namun kebijakan moneter tetap menjadi faktor penentu utama. Bank of England berpotensi menaikkan suku bunga repo sebanyak dua kali pada 2026 untuk mengantisipasi kenaikan inflasi kembali menuju 5%. Mari kita analisis topik ini serta menyusun rencana trading untuk GBP/USD.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Penting

  • BoE mengambil sikap kebijakan yang lebih ketat pada pertemuan bulan Maret.
  • Suku bunga repo berpotensi meningkat ke 4.25% tahun ini.
  • Pound memiliki sensitivitas terhadap dinamika di pasar minyak.
  • Posisi sell layak dipertimbangkan apabila GBP/USD melemah di bawah 1.338 dan 1.3355.

Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Pound Sterling

Tanpa adanya konflik di Iran, Bank of England diperkirakan akan memangkas suku bunga repo ke 3.5% pada Maret, yang berimplikasi pada pelonggaran kondisi keuangan serta peningkatan aksesibilitas kredit. Namun demikian, kekhawatiran bahwa inflasi dapat meningkat hingga 5% pada akhir tahun mendorong Komite Kebijakan Moneter untuk secara bulat mempertahankan biaya pinjaman di 3.75%. Pasca keputusan tersebut, harga GBP/USD sempat mengalami lonjakan sebelum memasuki fase volatilitas tinggi.

Prakiraan Inflasi BoE

LiteFinance: Prakiraan Inflasi BoE

Sumber: Bloomberg.

Andrew Bailey menyampaikan dalam konferensi pers bahwa Bank of England siap mengambil tindakan guna mengarahkan inflasi kembali ke target 2%. Regulator Inggris mengharapkan harga konsumen mencapai 3.5% pada bulan Maret dan 5% pada akhir 2026. Bahkan anggota Komite yang berorientasi kebijakan lebih longgar turut memberikan suara untuk pengetatan kebijakan.

Sebelum pertemuan bulan Maret, pasar berjangka mengharapkan BoE akan menurunkan suku bunga repo ke 3.25% dari 3.75% pada tahun ini. Namun demikian, instrumen derivatif mengindikasikan peluang 80% bahwa suku bunga akan meningkat ke 4.25% dan peluang 33% kemungkinan naik menjadi 4.5% pasca pertemuan.

Perubahan signifikan menuju kebijakan yang lebih ketat berpotensi mendorong pound menjadi mata uang dominan di pasar forex, jika tidak ada satu kendala utama. Ekonomi Inggris masih berada dalam kondisi rapuh dan memiliki sensitivitas tinggi terhadap harga energi. Durasi konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan akan meningkatkan tekanan terhadap harga GBP/USD.

Sebagai refleksi atas risiko tersebut, Pantheon Macroeconomics telah merevisi turun perkiraan GDP Inggris tahun 2026 dari 1.3% menjadi 0.6%. Di sisi lain, KPMG dan Barclays kini memproyeksikan pertumbuhan GDP akan melambat ke 0.7%, lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar 1–1.1%.

Investor semakin mengantisipasi skenario stagflasi, di mana pertumbuhan ekonomi melambat bersamaan dengan akselerasi inflasi. Hal ini menempatkan Bank of England dalam posisi kompleks—kenaikan suku bunga repo dapat menekan GDP lebih lanjut, sementara penurunan suku bunga berpotensi menyebabkan inflasi tidak terkendali.

Sementara itu, jika biaya pinjaman naik ke level 4.25% seperti yang diisyaratkan oleh pasar berjangka, ekonomi Inggris berpotensi memasuki resesi karena ketahanan terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat terbatas. Kondisi ini kemungkinan akan memberikan tekanan pada pound dalam jangka menengah. Saat ini, sentimen pasar didukung oleh spekulasi mengenai potensi pembicaraan AS–Iran, yang memberikan dorongan sementara terhadap GBP/USD.

Namun demikian, kemungkinan Donald Trump keliru membedakan antara optimisme pribadi dan realitas pasar. Berdasarkan estimasi Societe Generale dan ANZ Research, harga minyak diperkirakan tidak akan kembali ke level pra-perang $65–70 per barel pada akhir 2026, walaupun Selat Hormuz dibuka kembali. Kondisi ini menghadirkan tantangan signifikan bagi ekonomi negara-negara pengimpor.

Rencana Trading Mingguan untuk GBP/USD

Sehubungan dengan hal ini, jika GBP/USD turun di bawah level support 1.338 dan 1.3355, posisi sell dapat dibuka.


Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.

Grafik harga GBPUSD dalam mode real time

Pound Menguat Setelah Perubahan Arah Kebijakan Oleh BoE. Perkiraan untuk 24.03.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat