Pasar minyak terus bergerak di antara periode meningkatnya ketegangan dan meredanya ketegangan, serta masih sangat sensitif terhadap berita utama. Namun, faktor fundamental masih mendukung penurunan harga. Mari kita melihat situasinya lebih dekat serta menyusun rencana trading untuk Brent.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Utama
- IEA memperkirakan kekurangan pasokan sebesar 1.8 juta barel per hari.
- Krisis di Timur Tengah terus memburuk.
- Pengiriman minyak melalui laut dari kawasan tersebut turun menjadi 4.9 juta barel per hari.
- Penembusan harga di atas $90 per barel dapat menjadi alasan untuk menambah posisi beli pada Brent.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Minyak
Situasi di Timur Tengah masih berfluktuasi antara eskalasi perang dan peluang tercapainya kesepakatan damai, sehingga harga Brent tetap bergerak dalam kisaran perdagangan $80–90 yang telah ditetapkan sebelumnya. Kegagalan mencapai kesepakatan antara Iran dan Oman, yang sebelumnya tampak sudah hampir final, mendorong kenaikan tajam harga minyak Brent dari batas bawah ke batas atas kisaran tersebut. Risiko terjadinya penembusan di atas level tersebut meningkat dengan cepat. Meskipun para mediator masih menunjukkan optimisme, kesenjangan kepentingan antara kedua pihak tetap lebar.
Pasar minyak terus berfluktuasi antara meningkatnya dan meredanya ketegangan, sementara apa yang dianggap investor sebagai babak terakhir konflik di Timur Tengah ternyata masih jauh dari selesai. Kesepakatan antara AS dan Iran pada Juni bukanlah titik akhir, melainkan masih menyisakan kelanjutan. Kata-kata saja tidak akan menyelesaikan situasi ini, seberapa pun sering Donald Trump mengancam, menuntut ganti rugi, atau mengklaim bahwa AS menguasai Selat Hormuz.
Bagaimana Harga Minyak Bereaksi terhadap Pernyataan Presiden AS
Sumber: Bloomberg.
Harga Brent masih sangat sensitif terhadap berita utama yang sensasional. Namun, perubahan besar tengah berlangsung di balik pasar minyak. IEA memperkirakan persediaan minyak global menyusut dua kali lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Defisit pasokan saat ini diperkirakan mencapai 1.8 juta barel per hari dan pada akhir 2026 diproyeksikan mencapai level tertinggi dalam lima tahun. Kondisi ini terjadi meski IEA memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global hampir 50% menjadi 1.6 juta barel per hari akibat tingginya harga minyak yang menekan konsumsi. Pengurangan produksi negara-negara Teluk dan gangguan pasokan menjadi akar persoalan.
Menurut perkiraan Administrasi Informasi Energi AS (EIA), gangguan produksi minyak di Timur Tengah mencapai sekitar 5.5 juta barel per hari pada Juli, turun dari 7.5 juta barel per hari pada Juni. Namun, seiring kembali berkobarnya konflik, gangguan produksi diperkirakan meningkat menjadi 6.6 juta barel per hari pada Agustus. Pengiriman minyak melalui jalur laut dari kawasan tersebut rata-rata hanya mencapai sekitar 4.9 juta barel per hari pada kuartal kedua, jauh di bawah 21.6 juta barel per hari sebelum serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari.
Situasinya tidak hanya terjadi di Timur Tengah. Konflik bersenjata di Ukraina dan serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia juga turut menyebabkan penurunan ekspor minyak Rusia, yang turun menjadi 3.71 juta barel per hari pada Juli, level terendah sejak Mei.
Ekspor Minyak Mentah Rusia
Sumber: Bloomberg.
Pada saat yang sama, risiko meningkatnya ketegangan semakin besar. Iran menyerang target di Arab Saudi dan Lebanon, kelompok Houthi Yaman mengancam kapal-kapal di Laut Merah, dan AS mencegat kapal tanker di Selat Hormuz. Konflik ini semakin berubah menjadi perjuangan untuk bertahan hidup, dan ketika ketegangan mencapai titik kritis, percikan kecil sekalipun dapat memicu konflik yang jauh lebih besar.
Rencana Trading Mingguan untuk Brent
Akibatnya, peluang Brent menembus kisaran perdagangan $80–90 yang telah diidentifikasi sebelumnya semakin besar. Posisi beli yang dibuka pada $80 dapat ditambah jika Brent menembus level resistance $90.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data historis pasar juga turut dipertimbangkan.
Grafik harga UKBRENT dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.








