Donald Trump punya dua pilihan: melancarkan serangan militer pencegahan ke Iran, atau melakukan invasi besar-besaran dengan tujuan mengganti rezim. Pasar menilai opsi kedua lebih mungkin terjadi. Lalu, bagaimana skenario ini bisa berkembang? Mari kita bahas topik ini serta susun rencana trading untuk Brent.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- Amerika Serikat siap menggunakan kekuatan militer terhadap Iran.
- Meningkatnya konflik mendorong Brent ke level tertinggi dalam enam bulan terakhir.
- Penutupan Selat Hormuz akan membuat harga minyak melonjak tajam.
- Jika harga turun dan bertahan di bawah $71.5, posisi sell akan lebih menguntungkan.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Minyak
Haruskah pasar bereaksi terhadap setiap perkembangan cerita, meski risikonya, walaupun ekstrem, tetap kecil kemungkinannya? Dalam sebulan terakhir, harga Brent berfluktuasi tajam menanggapi berita tentang kemungkinan kesepakatan nuklir AS-Iran. Baru setelah Gedung Putih memberi sinyal kesiapan menggunakan kekuatan dan meningkatkan kehadiran militer AS di Timur Tengah ke level yang belum pernah terlihat sejak invasi Irak 2003, harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam enam bulan.
Reaksi Brent terhadap Perkembangan Situasi di Iran
Sumber: Bloomberg.
Perilaku investor dapat dipahami. Dalam kondisi pasar minyak yang sedang lesu, lonjakan harga akibat isu geopolitik biasanya diikuti oleh penurunan tajam dari titik tertingginya. Hal ini pernah terjadi pada kejadian-kejadian sebelumnya yang melibatkan Iran, termasuk serangan AS ke fasilitas nuklir Teheran musim panas lalu yang menggunakan bom penghancur bunker.
Memang, perang biasanya berakhir atau bisa dicegah lewat negosiasi, dan kejadian-kejadian sebelumnya mendukung pandangan ini. Tanpa risiko geopolitik, pasar minyak tetap dalam tekanan turun. Menurut IEA, persediaan minyak global naik 477 juta barel pada 2025, atau sekitar 1.3 juta barel per hari. Permintaan tetap kuat, tapi kelebihan pasokan muncul karena produksi lebih tinggi di AS, Brasil, dan OPEC+. Kondisi ini kemungkinan tidak akan berubah drastis di 2026. Oleh karena itu, aliansi mempertimbangkan untuk kembali menaikkan produksi secara bertahap setelah jeda, yang bisa menambah pasokan ke pasar.
Namun, kali ini cerita Iran mungkin berbeda. Donald Trump tampak serius ingin menghentikan program nuklir Teheran, termasuk dengan menggunakan kekuatan militer. Pasar memprediksi seperti Kalshi dan Polymarket menilai ada 70% kemungkinan terjadi invasi militer, yang turut menopang kenaikan harga minyak Brent.
Probabilitas Invasi AS ke Iran dan Dinamika Harga Minyak
Sumber: Bloomberg.
Pasar lebih memperhatikan risiko gangguan di Selat Hormuz daripada produksi Iran sebesar 3 juta barel per hari dan ekspor 1.5 juta barel per hari. Sekitar 20 juta barel per hari melewati selat ini, sekitar seperlima dari permintaan global. Sekitar 40% dari volume tersebut berasal dari Arab Saudi. Meskipun Arab Saudi memiliki alternatif jalur pipa yang sebagiannya dapat menghindari selat tersebut, sebagian pasokan minyak utama tidak memiliki jalur alternatif.
Donald Trump telah mengeluarkan ultimatum kepada Teheran, memberi mereka waktu 10-15 hari untuk memenuhi tuntutan AS. Iran telah memberi sinyal akan merespons, tetapi pilihan mereka tampaknya terbatas. Eskalasi geopolitik lebih lanjut dapat memperpanjang kenaikan harga minyak.
Rencana Trading Mingguan untuk Brent
Menurut saya, jika terjadi konflik militer di Timur Tengah, harga minyak Brent bisa naik sampai $80 per barel atau lebih. Sebaliknya, jika masalahnya bisa diselesaikan secara diplomatis, harga acuan minyak Laut Utara bisa turun, dengan target $67 dan $64.5 per barel. Menjual minyak masuk akal jika harganya tidak bertahan di atas $71.5.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga UKBRENT dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.






















