Faktor geopolitik memiliki dampak yang kuat namun cenderung singkat terhadap pasar minyak. Awalnya, Venezuela menjadi faktor penekan harga minyak, kemudian Iran sempat memberikan dukungan. Namun, pada akhirnya, kedua negara tersebut tidak mengubah kondisi pasar. Mari kita bahas topik ini dan menyusun rencana trading untuk Brent.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- Harga Brent melonjak di tengah gejolak geopolitik.
- Amerika Serikat tidak menginginkan harga minyak naik.
- OPEC menilai pasar berada dalam kondisi seimbang.
- Brent dapat dijual jika harga bertahan di bawah $64.35.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Brent
Serangan Donald Trump terhadap Iran terkait pembunuhan massal para demonstran telah meningkatkan risiko invasi militer AS, menaikkan premi risiko geopolitik, dan mendorong harga Brent ke level tertinggi tiga bulan. Kekhawatiran akan gangguan pasokan lebih besar daripada kemungkinan peningkatan produksi di negara tersebut akibat perubahan rezim. Namun, begitu presiden AS menyadari bahwa ia telah bertindak terlalu jauh, harga minyak mentah Brent anjlok.
Waktu yang tepat untuk membeli adalah ketika terjadi kekacauan di pasar, atau sell sesuai tren, tergantung pada tren saat ini. Pasar minyak jelas sedang menurun, seperti yang dibuktikan oleh peningkatan cadangan minyak mentah AS sebesar 3.4 juta ton, level tertinggi sejak November, karena pasokan minyak Venezuela ke Amerika Serikat.
Menurut perkiraan Enverus, produksi minyak di Venezuela akan meningkat sebesar 50% menjadi 1.5 juta barel per hari pada tahun 2035. Meskipun ini merupakan peningkatan yang signifikan, angka tersebut masih jauh dari 4 juta barel per hari yang dicapai pada tahun 1970-an. Terlepas dari seruan Donald Trump agar perusahaan minyak Amerika meningkatkan investasi di Venezuela, kondisi pasar yang tidak menguntungkan mencegah mereka untuk melakukannya.
Produksi Minyak di Venezuela dan Iran
Sumber: TradingView.
Dengan produksi 3.2 juta barel per hari dan ekspor 2 juta barel per hari, Iran merupakan produsen minyak yang jauh lebih besar. Negara ini mengekspor 90% minyaknya ke China. Kekhawatiran pasar berpusat pada penutupan Selat Hormuz sebagai respons terhadap aksi militer AS. Kekhawatiran ini menyebabkan selisih harga antara Brent dan WTI melebar ke level tertinggi sejak bulan Oktober 2024. Pada saat itu, serangkaian serangan timbal balik antara Yerusalem dan Teheran juga mendorong kenaikan premi risiko.
Selisih Harga WTI dan Brent
Sumber: Bloomberg.
Gejolak geopolitik merupakan ancaman besar namun bersifat jangka pendek bagi pasar minyak. Donald Trump sangat memahami implikasi dari konflik baru di Timur Tengah. Pasar berjangka meningkatkan spekulasi bahwa harga Brent akan naik hingga $80 per barel. Dalam skenario tersebut, inflasi AS akan meningkat secara signifikan, sesuatu yang jelas tidak sejalan dengan rencana pemerintahan AS. Oleh karena itu, Presiden AS menyatakan bahwa ia mendapat informasi bahwa pembunuhan di Iran telah berhenti. Dengan latar belakang tersebut, harga minyak mengalami penurunan yang cukup tajam.
Perkiraan OPEC+ tentang pertumbuhan permintaan sebesar 1.3 juta barel per hari pada tahun 2026, kurang lebih sama dengan tahun 2025, cenderung membingungkan investor dan tidak cukup kuat menjadi pertimbangan dasar untuk pembelian. JP Morgan dan IEA memperkirakan penurunan menjadi 800–900 ribu barel per hari, menunjukkan bahwa tren penurunan harga minyak kemungkinan akan berlanjut. Pasar lebih cenderung mengalami surplus daripada keseimbangan.
Rencana Trading Mingguan untuk Brent
Kenaikan harga minyak di tengah peristiwa di Iran memberikan peluang untuk menjual minyak mentah. Selama harga Brent tetap di bawah $64.35 per barel, posisi sell dapat dipertimbangkan.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga UKBRENT dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.





















