Terlepas dari pernyataan AS terkait konflik di Timur Tengah, penyelesaian konflik dinilai masih kecil kemungkinan terjadi dalam waktu dekat. Sementara itu, belum terlihat indikasi peningkatan pasokan akibat kemungkinan pelonggaran sanksi terhadap Teheran. Mari kita bahas topik ini dan buat rencana trading untuk Brent.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Penting

  • AS kembali mengeluarkan ultimatum terhadap Teheran.
  • Iran mengklaim memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz.
  • Peningkatan eskalasi konflik berpotensi mendorong harga minyak hingga $180.
  • Posisi buy pada Brent dapat dipertimbangkan dengan target $125 dan $130.

Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Minyak

Donald Trump berada dalam posisi sulit setelah mengeluarkan ultimatum 48 jam kepada Teheran untuk membuka Selat Hormuz serta mengambil sikap tegas terhadap Iran. Harga minyak sejak itu melonjak 50–55%, sementara biaya produk minyak bumi yang penting bagi ekonomi AS naik 85–120%. Arab Saudi memperkirakan Brent menyentuh $180 per barel, sedangkan Goldman Sachs memproyeksikan rata-rata $110 pada Maret–April, naik 62% dari 2025.

Harga Minyak dan Produk Petroleum

LiteFinance: Harga Minyak dan Produk Petroleum

Sumber: Bloomberg.

Pendekatan negosiasi ekstrem yang diterapkan oleh Donald Trump telah dipahami secara luas, namun minim tantangan hingga saat ini. Iran berada dalam posisi yang sangat tertekan, sehingga cenderung merespons setiap tindakan dengan balasan. Dalam konteks tersebut, ancaman pemerintah AS untuk menyerang infrastruktur energi mendorong Iran menyatakan kesiapan untuk melakukan pembalasan. Ketika presiden AS mengancam penghancuran Pulau Hargah dan Israel melakukan tindakan militer, intervensi diperlukan guna menghentikan eskalasi pengeboman lebih lanjut.

Meskipun Amerika Serikat berada dalam posisi yang relatif lebih menguntungkan dibandingkan negara lain, negara tersebut tidak memiliki strategi keluar yang efektif dari konflik di Timur Tengah. Didukung oleh pertumbuhan produksi shale, AS telah bertransformasi menjadi eksportir bersih produk energi, dengan peningkatan cadangan minyak yang berkontribusi pada pelebaran spread Brent–WTI ke tingkat tertinggi dalam satu dekade.

Selisih Harga WTI dan Brent

LiteFinance: Selisih Harga WTI dan Brent

Sumber: Bloomberg.

Apa saja opsi strategis yang tersedia bagi Washington? Pelaksanaan operasi darat hampir pasti akan memicu lonjakan signifikan pada harga minyak. Dalam konteks ini, Donald Trump menjadikan WTI sebagai indikator utama kebijakan luar negeri, di mana harga di bawah $100 per barel dipersepsikan sebagai kondisi yang “terkendali.” Namun demikian, terdapat ketidakpastian signifikan mengenai kemampuan pasukan Marinir AS untuk menyamai kapabilitas militer yang dimiliki oleh Iran.

Penarikan diri dari kawasan Timur Tengah dengan klaim bahwa seluruh tujuan telah tercapai akan merepresentasikan kemenangan Pyrrhic yang kredibilitasnya diragukan. Donald Trump secara konsisten menyatakan bahwa konflik akan segera berakhir, namun realisasinya menunjukkan sebaliknya. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengindikasikan bahwa pencabutan sanksi terhadap Iran berpotensi melepaskan 140 juta barel ke pasar global, sementara pihak Teheran menyangkal keberadaan stok minyak tidak terjual yang disimpan di kapal tanker lepas pantai.

Selain itu, penarikan Amerika Serikat berpotensi menempatkan Iran dalam posisi kontrol penuh atas Selat Hormuz, di mana negara tersebut telah menunjukkan kapasitas untuk mengeluarkan izin kepada Jepang serta menentukan kapal tanker yang diizinkan melintasi jalur maritim strategis tersebut.

Rencana Trading Mingguan untuk Brent

Skenario yang dikemukakan oleh Goldman Sachs yang memprediksi gangguan selama enam minggu terhadap jalur utama pasokan minyak global, diikuti dengan normalisasi dalam kurun satu bulan, merupakan asumsi yang layak dipertimbangkan. Dalam konteks ini, strategi buy pada Brent pada fase koreksi dinilai optimal. Eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi mendorong harga minyak mentah mendekati target sebelumnya $125 dan $130 per barel.


Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.

Grafik harga UKBRENT dalam mode real time

Harga Minyak Naik Tajam Karena Ultimatum Trump Membuat Pasar Tetap Waspada. Perkiraan untuk 23.03.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat