Akankah perdana menteri Jepang menempuh konsolidasi fiskal seperti yang didorong oleh IMF? Ataukah ia justru mulai menggunakan kekuasaannya untuk melakukan belanja besar-besaran yang boros? Tindakan Sanae Takaichi akan menentukan arah pergerakan USD/JPY. Mari kita bahas topik ini serta menyusun rencana trading.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- Tren "Beli Produk Jepang" mungkin akan segera berakhir.
- Yen yang melemah meningkatkan daya saing ekspor.
- IMF mendesak Jepang untuk melanjutkan langkah konsolidasi fiskal.
- Trading USD/JPY layak dipertimbangkan saat harga menembus area 152.7–153.95.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Yen
Pelaku pasar forex kerap terjebak dalam ayunan naik-turun pasar. Mereka berpindah dari Trump trade ke narasi “Sell America”, lalu dari “Takaichi trade” ke “Beli produk Jepang”. Akibatnya, USD/JPY mencatat penurunan mingguan terbesar sejak November 2024. Meski begitu, arah pasar dapat berubah sewaktu-waktu hanya karena satu keputusan salah dari perdana menteri Jepang.
Sanae Takaichi terlihat semakin peka terhadap sinyal pasar. menyusul kenaikan USD/JPY menjelang pemilihan parlemen dan kemenangan Partai Demokrat Liberal, ia menegaskan bahwa stabilitas keuangan adalah prioritas utama, lalu dalam pertemuannya dengan Kazuo Ueda hanya membahas isu-isu umum tanpa memberikan rekomendasi kebijakan moneter. Akibatnya, persepsi investor terhadap yen berubah, di tengah kepercayaan pada dolar AS yang terguncang oleh kebijakan Donald Trump, kepercayaan terhadap yen justru menguat.
GDP Riil Jepang
Sumber: Bloomberg.
Namun, ada perbedaan antara apa yang dikatakan perdana menteri dan apa yang ia lakukan. Pertumbuhan ekonomi Jepang yang melambat pada kuartal keempat, setelah GDP terkontraksi pada kuartal ketiga, menuntut adanya stimulus fiskal baru. Pemerintah menargetkan peningkatan anggaran ke rekor $122.3 triliun serta penerbitan obligasi hingga $29.6 triliun.
IMF memperingatkan bahwa pemotongan pajak yang disertai dengan kenaikan suku bunga bermalam dari 0.75% menjadi 1.5% pada tahun 2026–2027 akan secara signifikan meningkatkan biaya pembayaran utang dan melemahkan stabilitas keuangan. Jika Sanae Takaichi mengambil langkah ini, nilai tukar USD/JPY kemungkinan akan melonjak lagi.
Pada saat yang sama, pelemahan yen dapat memberikan bantuan kepada pemerintah. Berkat devaluasi, ekspor Jepang pada bulan Januari tumbuh dengan laju tercepat dalam tiga tahun, yang menunjukkan bahwa GDP mungkin akan tumbuh pada kuartal pertama.
Ekspor Jepang
Sumber: Bloomberg.
Dengan mempertimbangkan semua hal di atas, pasar melihat dua skenario, tergantung pada apa yang akan dilakukan Sanae Takaichi.
Ia akan memilih salah satu dari dua opsi: menstimulasi ekonomi Jepang dengan stimulus fiskal skala besar dan meningkatkan GDP, atau menjadi kepala pemerintahan yang bertanggung jawab secara finansial dan menekan laju inflasi. Konsekuensi dari opsi pertama adalah tingginya harga konsumen, sementara opsi kedua berisiko menurunkan tingkat elektabilitas Partai Demokrat Liberal.
Bagi pasar forex, dampaknya justru berlawanan arah. Langkah Sanae Takaichi menuju kebijakan fiskal yang longgar berpotensi mendorong kenaikan USD/JPY. Sebaliknya, konsolidasi fiskal dan meningkatnya kepercayaan terhadap yen akan mempercepat arus repatriasi modal dan menekan pasangan mata uang tersebut.
Rencana Trading Mingguan untuk USDJPY
Opsi kedua tampak lebih ideal, tetapi belum tentu akan diimplementasikan. Oleh karena itu, seseorang dapat menempatkan pending order untuk buy dan sell USD/JPY masing-masing pada harga 153.95 dan 152.7.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga USDJPY dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.
















































