Jepang siap menghadapi aktivitas spekulatif di pasar Forex dan minyak. Intervensi verbal yang konsisten dari Tokyo menahan tren kenaikan pada USD/JPY. Mari kita bahas topik ini serta buat rencana trading.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- Intervensi verbal Jepang masih tetap berlanjut.
- Harga USD/JPY menurun seiring dengan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.
- Arus repatriasi modal diperkirakan akan menopang yen.
- Posisi buy pada USD/JPY dapat dibuka saat terjadi koreksi harga dengan target 159 dan 158.5.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Yen
Otoritas Jepang terus memberikan tekanan kepada pelaku spekulatif. Dengan posisi sell bersih pada yen yang telah mencapai level tertinggi dalam dua bulan, hedge fund cenderung enggan membuka posisi buy pada USD/JPY di atas level psikologis 160, di tengah intervensi verbal pemerintah yang berkelanjutan serta fokus BoJ terhadap stabilitas nilai tukar mata uang domestik.
Harga USD/JPY dan Posisi Spekulatif pada Yen Jepang
Sumber: Bloomberg.
Menteri Keuangan Satsuki Katayama menyampaikan bahwa saat ini merupakan momentum untuk mengambil tindakan tegas. Wakil Menteri Keuangan Bidang Urusan Internasional Atsushi Mimura menegaskan komitmennya untuk bertindak di seluruh sektor, termasuk pasar Forex dan minyak. Ia menyatakan bahwa langkah tegas dengan segera mungkin diperlukan.
Kazuo Ueda turut menyampaikan kekhawatiran atas melemahnya yen. Gubernur BoJ tersebut menilai bahwa pergerakan nilai tukar berdampak pada harga, karena perusahaan semakin sering membebankan kenaikan biaya kepada konsumen. BoJ perlu memastikan bahwa peningkatan ekspektasi inflasi tidak memicu percepatan inflasi inti yang tidak terkendali.
Namun, harga konsumen di Jepang terus melambat, dengan CPI Tokyo—indikator utama inflasi nasional—turun menjadi 1.7%, level terendah sejak April 2024.
CPI Tokyo
Sumber: Bloomberg.
Meskipun demikian, para pejabat khawatir tentang situasi di Timur Tengah. Sekitar 90% impor energi Jepang berasal dari wilayah tersebut. Pada saat yang sama, kenaikan harga minyak dan yen yang lemah meningkatkan risiko stagflasi—perlambatan ekonomi yang disertai dengan inflasi yang meroket. Kombinasi seperti itu menciptakan tantangan serius bagi BoJ. Bank sentral harus memilih yang terbaik dari dua pilihan yang buruk, sementara pendekatan yang cenderung pasif berpotensi memicu kembali tekanan buy pada USD/JPY.
Retorika pemerintah bukan satu-satunya faktor yang menahan sentimen kenaikan USD/JPY. Investor sekarang mulai menilai ulang kondisi ekonomi AS. Mereka menilai bahwa semakin panjang konflik di Iran berlangsung serta semakin tinggi harga minyak Brent, maka risiko resesi akan meningkat. Dalam kondisi ini, imbal hasil obligasi pemerintah AS menurun, sementara tekanan sell pada USD/JPY memperoleh dukungan.
Selain itu, menurut Eurizon Capital, penurunan indeks saham global akan mendorong investor Jepang untuk menarik kembali modal ke Jepang. Hal ini akan memberikan dorongan bagi yen. Mata uang Jepang belum dapat berfungsi sebagai aset yang aman karena sensitivitasnya terhadap kenaikan harga energi. Namun demikian, arus modal tersebut berpotensi mengubah kondisi pasar secara signifikan.
Rencana Trading Mingguan untuk USDJPY
Arus modal tidak dijamin akan kembali ke Jepang, mengingat investor memiliki alternatif investasi seperti emas atau Bitcoin. Dalam konteks ini, konflik yang berlanjut di Timur Tengah masih berpotensi membuka peluang untuk membuka posisi buy pada USD/JPY saat harga mengalami penurunan ke level support 159 dan 158.5. Sebagai alternatif, posisi buy dapat dipertimbangkan apabila berhasil penembusan di atas level 160.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga USDJPY dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.





















































