Ketika pemerintah melakukan berbagai langkah signifikan untuk menurunkan nilai tukar USD/JPY, pernyataan pemimpinnya yang bernada menggurui tentang manfaat yen yang lemah justru menggagalkan seluruh upaya tersebut. Mari kita bahas topik ini dan buat rencana trading.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Penting

  • Sanae Takaichi menyoroti keuntungan yen yang melemah.
  • Para pelaku carry trade mendorong harga USD/JPY ke level yang lebih tinggi.
  • Bank of Japan belum melihat urgensi untuk menurunkan suku bunga.
  • Posisi buy pada USD/JPY yang dibuka di level 153 dapat ditambah.

Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Yen

Pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai manfaat yen yang lebih lemah, terutama dalam mendorong ekspor di tengah tingginya tarif AS, telah memicu kembali sentimen positif di kalangan trader USD/JPY. Kenaikan yang terjadi begitu cepat hingga perdana menteri merasa perlu membela posisinya. Takaichi menegaskan bahwa ia tidak pernah mengatakan mata uang kuat itu buruk dan mata uang lemah itu baik. Pemerintah, menurutnya, bertujuan membangun perekonomian yang kuat dengan nilai tukar yen yang stabil.

Hanya dengan satu pidato, perdana menteri seakan mengubur upaya terbaru Kementerian Keuangan untuk membalikkan tren kenaikan USD/JPY, yang sebelumnya didorong oleh isyarat kemungkinan intervensi mata uang terkoordinasi dengan AS. Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menyebut pidato Sanae Takaichi tidak lebih dari sebuah teori. Ia menegaskan bahwa perdana menteri tidak bermaksud menyampaikan pandangan resmi pemerintah. Namun sayangnya, upaya klarifikasi tersebut gagal menenangkan pasar.

Menjelang pemilihan parlemen, tingginya elektabilitas Partai Demokrat Liberal meningkatkan risiko kembalinya investor ke Takaichi trade, di mana saham dibeli sementara obligasi dan yen dilepas. Kondisi ini mendorong kenaikan imbal hasil riil obligasi Jepang dan membuat USD/JPY secara fundamental berada di area overbought.

Performa USDJPY dan Spread Suku Bunga Riil AS-Jepang

LiteFinance: Performa USDJPY dan Spread Suku Bunga Riil AS-Jepang

Sumber: TradingView.

Namun, investor Jepang seharusnya memulangkan modal ke negara asal mereka untuk menutup gap tersebut. Mereka tidak terburu-buru untuk melakukannya, yang memungkinkan para carry trader untuk memanfaatkan situasi tersebut. Mereka tertarik oleh ketidakpuasan pemerintah terhadap yen yang lemah dan rumor tentang intervensi mata uang yang terkoordinasi. Ketika menjadi jelas bahwa kenyataan lebih buruk dari yang diperkirakan, para carry trader langsung beraksi. Mereka menjual yen sebagai mata uang pendanaan dan membeli dolar AS sebagai aset berisiko. Akibatnya, nilai tukar USD/JPY mulai meningkat.

Bank of Japan dapat menghilangkan gap suku bunga dengan mempercepat siklus pengetatan moneter, dan kelompok agresif bersikeras pada keputusan ini. Mereka berpendapat bahwa Bank of Japan tertinggal dari perkembangan ekonomi dan bahwa penurunan yen serta kenaikan imbal hasil obligasi mencerminkan faktor-faktor fundamental. Secara khusus, meningkatnya ekspektasi inflasi. Oleh karena itu, bank sentral harus bertindak tegas.

Namun, Kazuo Ueda dan sebagian besar koleganya khawatir bahwa laju pengetatan yang lebih cepat akan memicu lonjakan imbal hasil obligasi, meningkatkan biaya pembayaran utang, dan menghambat upaya pemerintah. Oleh karena itu, Bank of Japan lebih memilih kata-kata daripada tindakan. Namun, retorika yang agresif saja kemungkinan besar tidak akan meyakinkan para penjual USDJPY.

Rencana Trading Mingguan untuk USDJPY

Retorika perdana menteri yang gegabah, meningkatnya aktivitas para carry trader, Takaichi trade, dan sikap hati-hati Bank of Japan (BoJ) terus menekan nilai yen. Tren ini kemungkinan akan berlanjut setidaknya hingga pemilihan parlemen. Dalam situasi ini, posisi buy pada USD/JPY yang terbentuk di 153 dapat ditingkatkan jika harga terkonsolidasi di atas 156.3.


Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.

Grafik harga USDJPY dalam mode real time

Yen Berada Di Bawah Tekanan Pasca Pernyataan Takaichi. Perkiraan untuk 04.02.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat