Pernyataan Donald Trump yang menyebutkan bahwa konflik dengan Iran akan segera berakhir telah mendorong pihak yang membuka posisi buy pada USD/JPY untuk menarik diri. Namun, pihak yang membuka posisi sell berpotensi terlalu optimistis karena istilah “soon/dalam waktu dekat” memiliki interpretasi yang cukup luas. Mari kita analisis topik ini serta menyusun rencana trading.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- Jepang memiliki ketergantungan pada pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
- Lonjakan harga minyak berpotensi menyebabkan stagflasi.
- Bank of Japan mengambil pendekatan hati-hati dalam menaikkan suku bunga.
- Posisi buy pada USD/JPY dapat dibuka jika harga berhasil menembus level 157.65 dan 158.35.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Yen
Ketika Donald Trump mulai membahas kemungkinan berakhirnya konflik bersenjata di Timur Tengah, strategi “sell Asia, buy America” langsung berbalik arah. USD/JPY jatuh di bawah level yang berpotensi memicu intervensi otoritas Jepang di pasar Forex, memberi ruang bagi pemerintah untuk bernapas sejenak. Namun, apakah para investor telah keliru menganggap harapan mereka sebagai kenyataan?
Jepang bergantung pada Timur Tengah untuk sekitar 90–95% dari total impor minyak mentahnya. Dengan demikian, penutupan Selat Hormuz dan lonjakan harga Brent hingga $120 per barel telah mendorong kenaikan harga USD/JPY. Apabila harga tetap berada pada level tersebut, pertumbuhan GDP diperkirakan melambat sebesar 0.47 poin persentase, sedangkan inflasi diperkirakan meningkat sebesar 0.83 poin persentase, menurut Nomura Research Institute.
Kurs USD/JPY dan Harga Minyak
Sumber: Bloomberg.
Para investor tampaknya telah bereaksi secara berlebihan terhadap komentar Presiden Donald Trump bahwa AS berhasil dalam upaya menghadapi Iran dan bahwa konflik tersebut akan segera berakhir. Komentar ini muncul seiring dengan tekanan kenaikan harga minyak dan bensin yang berdampak negatif pada tingkat dukungannya, berpotensi mengakibatkan kekalahan partai Republik dalam pemilihan paruh waktu. Di pasar keuangan, sentimen emosional sering kali mendominasi penilaian rasional.
Sejauh ini, Teheran tidak menunjukkan indikasi untuk menyerah atau membuka negosiasi dengan Washington. Aktivitas pembeli pada harga Brent berpotensi memicu kenaikan lanjutan, sementara konsolidasi harga minyak di dekat $100 per barel akan memberikan tekanan signifikan pada perekonomian Jepang. Dalam konteks ini, depresiasi yen dan tuntutan kenaikan upah sebesar 5.95–6.1% oleh serikat pekerja dapat memperkuat tekanan inflasi yang sudah meningkat.
Jepang berisiko mengalami stagflasi yang menyerupai krisis ekonomi pada tahun 1970-an. Sebelumnya, ekonomi negara ini menghadapi deflasi dan pertumbuhan GDP yang terbatas. Saat ini, muncul tantangan baru yang membutuhkan perhatian kebijakan. Perdana Menteri Sakae Takaichi kemungkinan perlu mengimplementasikan stimulus fiskal tambahan, dan Bank of Japan mungkin harus menunda kenaikan suku bunga overnight untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Suku Bunga Dana the Fed dan Kebijakan BoJ
Sumber: Bloomberg.
Sementara itu, Analis Bloomberg menunjukkan perbedaan pandangan terkait penjadwalan pengetatan kebijakan moneter selanjutnya. Sebagian mengantisipasi implementasi pada bulan April, sementara lainnya menargetkan Juni. Di sisi lain, pasar berjangka menilai terdapat 60% probabilitas kenaikan suku bunga pada April.
Namun, Yen diperkirakan terbatas penguatannya dalam kondisi saat ini. Selama the Fed mempertahankan suku bunga federal funds pada level tinggi, para carry trader dapat memanfaatkan yen sebagai mata uang pendanaan. Dengan demikian, yen kemungkinan akan melanjutkan tren depresiasinya terhadap dolar AS.
Rencana Trading Mingguan USD/JPY
Pasar tampaknya terlalu optimistis tentang berakhirnya konflik di Timur Tengah dalam waktu dekat. Setelah emosi mereda dan berpikir secara rasional, penurunan harga USD/JPY diperkirakan akan berhenti. Dalam situasi ini, posisi buy bisa dipertimbangkan jika pair tersebut bertahan di atas 157.65 atau menembus 158.35.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga USDJPY dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.



















































