Keunggulan utama Bank of Japan terletak pada aspek waktu. Ketika kebijakan diambil, hasil pertemuan The Fed beserta reaksi pasar telah terbentuk, sehingga memungkinkan penyesuaian pada pernyataan yang menyertainya. Apakah USD/JPY akan memperoleh manfaat dari kondisi ini? Mari kita bahas topik ini serta membuat rencana trading.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Penting

  • Kenaikan harga minyak serta pelemahan yen mendorong peningkatan inflasi di Jepang.
  • Pendekatan yang berhati-hati dari BoJ berpotensi terus memberikan tekanan pada yen.
  • Keunggulan waktu berpihak pada BoJ, memungkinkan bereaksi setelah keputusan The Fed.
  • Koreksi menuju 158.3 dan 157.7 berpotensi memberikan peluang untuk membuka posisi buy pada USD/JPY.

Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Yen

Mengabaikan permasalahan tidak akan menghilangkannya. Pasar secara cermat memantau bagaimana bank sentral akan merespons potensi kombinasi peningkatan inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi di tengah konflik di Timur Tengah. Tantangan ini menjadi sangat signifikan bagi Bank of Japan, mengingat Jepang bergantung pada impor untuk sekitar 90% kebutuhan energinya. Kenaikan harga minyak, yang disertai dengan pelemahan yen, berpotensi mendorong kenaikan tajam pada harga konsumen. Di saat yang sama, pemerintahan Sanae Takaichi menunjukkan tingkat kesiapan yang rendah untuk menaikkan suku bunga overnight.

Pergerakan USD/JPY dan Harga Minyak Mentah

LiteFinance: Pergerakan USD/JPY dan Harga Minyak Mentah

Sumber: Bloomberg.

Tak satupun dari 51 analis Bloomberg memperkirakan Bank of Japan (BoJ) akan memperketat kebijakan moneter pada bulan Maret, tetapi pasar berjangka memberikan probabilitas 60% bahwa hal ini akan terjadi pada bulan April. Pertanyaannya tetap: akankah BoJ mengecewakan ekspektasi ini dengan alasan kehati-hatian karena konflik di Timur Tengah, atau akankah mereka memberikan sinyal yang jelas bahwa mereka akan melanjutkan pengetatan moneter?

Keraguan BoJ berpotensi memberikan tekanan signifikan pada yen. Reserve Bank of Australia telah menaikkan suku bunga, sementara pasar derivatif menunjukkan probabilitas 69% yang mana European Central Bank akan mengikuti kebijakan serupa pada Juni. Sinyal kebijakan The Fed yang lebih ketat diperkirakan akan mendorong harga USD/JPY naik. Ketegangan geopolitik telah mendorong pasangan ini mencapai level tertinggi dalam 20 bulan, namun menjelang serangkaian pertemuan bank sentral, spekulan mulai merealisasikan keuntungan dari posisi buy mereka.

Harga USD/JPY dan Posisi Spekulatif pada Yen Jepang

LiteFinance: Harga USD/JPY dan Posisi Spekulatif pada Yen Jepang

Sumber: Bloomberg.

Keunggulan strategis utama Bank of Japan terletak pada penjadwalan waktunya. Pertemuan mendatang dijadwalkan beberapa jam setelah Federal Reserve merilis hasilnya, termasuk perkiraan terbaru suku bunga federal funds. Hal ini memungkinkan BoJ mengamati reaksi harga USD/JPY terhadap komentar Jerome Powell dan menyesuaikan pernyataan resmi yang menyertainya.

Para pejabat Jepang tampaknya memandang kenaikan USD/JPY saat ini sebagai hal yang tidak menguntungkan. Menteri Keuangan Satsuki Katayama terus memperingatkan investor melalui intervensi verbal, mencatat bahwa pasar keuangan mengalami volatilitas yang tinggi. Pada saat yang sama, pair ini telah terlepas dari faktor-faktor fundamental, dengan penyimpangan saat ini yang sangat mencolok. Dalam kondisi ini, para pejabat Jepang tetap siap untuk mengambil tindakan kapan saja, dan tetap berkoordinasi erat dengan Washington.

Kesediaan pemerintah Jepang untuk melakukan intervensi di pasar Forex tidak diragukan. Namun, efektivitasnya cenderung terbatas apabila penguatan pasar terutama dipicu oleh harga minyak dan dolar AS, yang merupakan faktor di luar kendali BoJ. Apabila The Fed tidak berhasil mengendalikan tekanan kenaikan pasar, maka BoJ juga kemungkinan besar tidak akan mencapai hasil yang diharapkan. Dalam kondisi ini, Kementerian Keuangan mungkin perlu menunggu momentum yang lebih kondusif untuk bertindak.

Rencana Trading Mingguan untuk USDJPY

Dalam konteks tersebut, koreksi harga USD/JPY menuju level support di 158.3 dan 157.7, atau rebound di atas level resistance 159.1, dapat diinterpretasikan sebagai peluang untuk melakukan posisi buy. Di sisi lain, agenda pertemuan bank sentral yang akan datang berpotensi memicu peningkatan volatilitas pasar.


Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.

Grafik harga USDJPY dalam mode real time

Yen Mengalami Penguatan Karena BoJ Diperkirakan akan Menerapkan Kebijakan yang Lebih Ketat. Perkiraan untuk 18.03.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat