Konflik di Timur Tengah mendorong ekonomi Jepang menuju kondisi stagflasi serta memicu aksi jual oleh investor asing terhadap saham dan obligasi Jepang. Pemerintah tengah berupaya mengendalikan kenaikan USD/JPY. Apakah langkah ini akan efektif? Mari kita bahas topik ini serta membuat rencana trading.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Penting

  • Investor asing secara aktif menjual saham Jepang.
  • Arus keluar modal sedang melemahkan yen.
  • Bank of Japan memperingatkan adanya ancaman stagflasi yang semakin dekat.
  • Pertimbangkan untuk menambah posisi buy yang dibuka di 158.5.

Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Yen

Jepang menjadi salah satu pihak yang paling terdampak dari konflik di Timur Tengah, di mana yen dan aset terkait mengalami tekanan signifikan, sehingga mendorong aksi jual oleh investor. Investor asing telah mempercepat aksi jual tersebut sejak September 2024. Arus keluar modal serta meningkatnya risiko stagflasi mendorong USD/JPY ke level yang lebih tinggi, meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menahan pelemahan yen. Pertanyaannya, apakah intervensi verbal saja cukup untuk menghambat aktivitas spekulatif.

Pembelian Bersih Saham Jepang oleh Asing

LiteFinance: Pembelian Bersih Saham Jepang oleh Asing

Sumber: Bloomberg.

Bank of Japan menyampaikan bahwa kenaikan harga minyak memberikan tekanan terhadap profitabilitas perusahaan dan belanja konsumen, serta memperingatkan bahwa eskalasi ketegangan di Timur Tengah berpotensi semakin membebani perekonomian. Perusahaan telah mulai menaikkan harga seiring meningkatnya biaya energi, gangguan rantai pasok, dan pelemahan yen. Di sisi lain, rumah tangga telah menurunkan pengeluaran selama tiga bulan berturut-turut, meskipun upah riil mengalami peningkatan.

Pengeluaran Rumah Tangga Jepang

LiteFinance: Pengeluaran Rumah Tangga Jepang

Sumber: Bloomberg.

Dengan demikian, perekonomian berpotensi bergerak menuju stagflasi, yang menempatkan Bank of Japan pada posisi sulit dalam menentukan kebijakan. Apakah akan menaikkan suku bunga guna mengendalikan inflasi atau mempertahankan kebijakan moneter longgar untuk mendukung permintaan? Pasar berjangka memperkirakan sekitar 70% probabilitas pengetatan kebijakan moneter, yang telah menekan pelaku beli pada USD/JPY.

Risiko tambahan berasal dari potensi intervensi mata uang. Pemerintah secara konsisten memberikan sinyal terkait hal ini, sementara pergerakan dolar yang mendekati level ¥160 meningkatkan kekhawatiran investor. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyatakan bahwa pernyataan Donald Trump memicu volatilitas di pasar global, serta menegaskan bahwa otoritas siap mengambil langkah yang sesuai kapan pun diperlukan.

Analis UBS meragukan otoritas Jepang dapat menghentikan kenaikan lebih lanjut pair USD/JPY. Bank tersebut berpendapat bahwa jika harga minyak mentah Brent naik hingga $150 per barel, tekanan pada yen akan meningkat, sehingga intervensi Forex menjadi kurang efektif. Penurunan harga akibat intervensi kemungkinan akan menarik pembeli baru. UBS juga memperingatkan bahwa jika pemerintah beralih ke langkah-langkah fiskal untuk mengimbangi dampak inflasi, investor mungkin melihatnya sebagai keengganan untuk mendukung mata uang. Dalam skenario tersebut, dolar AS mungkin akan menguat menuju ¥175.

Skenario yang lebih negatif dapat terjadi apabila konflik di Timur Tengah mengalami eskalasi lebih lanjut. Situasi ini dapat terwujud jika Donald Trump tidak memperpanjang batas waktu ultimatum dan AS mulai menargetkan infrastruktur energi Iran. Dalam kondisi tersebut, harga Brent berpotensi melampaui level tertinggi bulan Maret, sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap yen.

Rencana Trading Mingguan untuk USDJPY

Kenaikan lebih lanjut pada USD/JPY berpotensi memicu intervensi mata uang, yang meningkatkan risiko terjadinya koreksi signifikan. Pelemahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuka posisi buy baru atau menambah posisi yang telah dibuka pada level 158.5.


Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.

Grafik harga USDJPY dalam mode real time

Yen Mengalami Tekanan Akibat Ketidakstabilan Geopolitik. Perkiraan untuk 07.04.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat