Investor institusional masih membeli ketika pasar turun, sementara trader ritel menjual S&P 500 saat pasar naik. Persaingan ini membuat indeks saham utama dalam kondisi konsolidasi. Kita akan membahasnya lebih lanjut dan menyusun rencana trading.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Penting

  • Bank-bank besar masih melihat kenaikan pada S&P 500.
  • Investor sedang melepas saham perusahaan teknologi besar.
  • Pasar AS kesulitan untuk bersaing.
  • Penjualan S&P 500 di bawah 6,800 masih menjadi strategi yang relevan.

Prakiraan Fundamental Mingguan untuk S&P 500

“Bersikap serakah ketika orang lain sedang takut!” BNP Paribas menggunakan pesan ini untuk mendorong para trader yang sedang buy S&P 500. Bank tersebut percaya bahwa kenaikan saham teknologi mega-cap bisa terjadi dalam beberapa minggu mendatang. Citigroup menilai bahwa kesepakatan nuklir AS-Iran akan menghapus premi risiko geopolitik dan mendorong indeks saham secara luas lebih tinggi. Bank-bank besar merekomendasikan untuk membeli saat harga turun. Sementara itu, investor ritel melakukan lindung nilai terhadap risiko penurunan. Akibat kebuntuan ini, pasar ekuitas AS pada 2026 diperdagangkan dalam rentang tersempit sejak tahun 1960-an.

Dinamika Rentang Perdagangan S&P 500

LiteFinance: Dinamika Rentang Perdagangan S&P 500  

Sumber: Bloomberg.

Para ahli strategi pasar memiliki argumen yang kuat. Menurut FactSet, rata-rata pendapatan di antara 94% perusahaan S&P 500 yang melaporkan hasil kuartal keempat naik 15%, sementara pendapatan naik 9.5%. Meskipun pertumbuhan ekonomi AS melambat menjadi 1.4% pada Oktober–Desember, perlambatan tersebut sebagian besar disebabkan oleh penutupan pemerintahan. Indikator utama Federal Reserve Atlanta menunjukkan bahwa pertumbuhan GDP mungkin akan meningkat menjadi 3.1% pada Januari–Maret. Federal Reserve diperkirakan akan melanjutkan pelonggaran moneter pada bulan Juni dan berlanjut hingga tahun 2027. Bukankah ini kondisi ideal untuk kenaikan S&P 500?

Mungkin itu benar, tetapi investor ingat prinsipnya: beli rumornya, jual faktanya. Dari tahun 2023 hingga 2025, mereka membeli hampir semua saham yang terkait dengan kecerdasan buatan. Pada tahun 2026, muncul keraguan tentang kemampuan AI untuk mendorong S&P 500 lebih tinggi. Contoh yang mencolok adalah saham NVIDIA yang turun lebih dari 5% meskipun pendapatan perusahaan kuat. Ekspektasi terhadap laba dan pendapatan sangat tinggi sehingga hasil yang mengesankan pun gagal untuk memuaskan investor.

Valuasi yang tinggi, keraguan tentang apakah investasi besar-besaran AI akan membuahkan hasil, dan bahkan lelucon tentang AI boom memicu fluktuasi tajam di S&P 500. Apakah kecerdasan buatan menjadi faktor kenaikan bagi ekonomi dan pasar? Atau penurunan? Atau mungkin terlalu naik hingga akhirnya menjadi turun?

Dinamika Rasio Harga terhadap Pendapatan S&P 500

LiteFinance: Dinamika Rasio Harga terhadap Pendapatan S&P 500  

Sumber: Bloomberg.

Modal mengalir keluar dari perusahaan teknologi besar. Awal tahun ini, investor beralih ke saham-saham berkapitalisasi kecil yang lebih erat kaitannya dengan perekonomian AS. Begitu tanda-tanda peringatan mulai muncul dari data ekonomi, pergeseran tersebut terhenti.

Investor memiliki banyak alternatif. Menurut survei MLIV Pulse, pasar ekuitas Asia bisa menjadi penerima manfaat utama dari tarif 10-15% yang diberlakukan Donald Trump. Jika anda masih tertarik dengan trading berbasis AI, pertimbangkan indeks KOSPI Korea Selatan, yang telah melonjak 57% sejak awal tahun. Dibandingkan dengan S&P 500 yang terlihat biasa saja.

Rencana Trading Mingguan untuk S&P 500

Dalam pandangan saya, bank-bank besar tetap mengikuti rekomendasi berbasis tren tradisional, sedangkan investor ritel masih terlalu berhati-hati untuk membeli saat harga turun yang bisa berlanjut. S&P 500 turun di bawah 6,800 akan menjadi sinyal sell. Sebaliknya, tembus di atas 7,000 bisa mengembalikan kepercayaan kenaikan dan mendukung pembukaan posisi buy baru.


Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.

Grafik harga SPX dalam mode real time

S&P 500: Bulls dan Bears Dalam Posisi Kebuntuan. Perkiraan untuk 27.02.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat