Jika anda ingin menghasilkan keuntungan melalui non-fungible token (NFT), maka berpartisipasi dalam minting menjadi hal yang penting. Memang, NFT dapat dibeli dan dijual kembali untuk memperoleh profit. Namun, untuk mencapai tingkat keahlian yang benar-benar profesional, penguasaan seni minting menjadi hal yang esensial.

Artikel ini mengulas proses minting NFT, yang mencakup pembuatan dan pendaftaran non-fungible token pada jaringan blockchain. Panduan minting NFT ini dirancang untuk menjawab tantangan umum yang kerap dihadapi pemula saat melakukan minting NFT pertama mereka. Di bagian akhir artikel, akan dibahas strategi keuangan yang digunakan para kreator koleksi serta tren yang berkembang di kalangan trader kripto dalam memanfaatkan NFT.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Penting

  • Seniman dan trader kripto melakukan minting NFT untuk membuktikan keunikan serta kepemilikan aset digital, sekaligus menghasilkan pendapatan dari penjualan langsung dan biaya royalti.
  • Memilih platform blockchain yang tepat merupakan faktor krusial dalam keberhasilan minting. Platform tersebut dapat berupa Ethereum atau blockchain alternatif seperti Polkadot, EOS, Tron, WAX, dan Cosmos. Perlu dicatat, teknologi blockchain alternatif umumnya menawarkan biaya yang lebih terjangkau.
  • Wallet kripto diperlukan untuk membuat non-fungible token. Pilihan antara wallet perangkat lunak dan wallet perangkat keras bergantung pada keseimbangan antara kenyamanan dan keamanan.
  • Marketplace khusus diperlukan untuk menjual sebuah NFT. Bagi trader pemula, biaya platform merupakan faktor krusial. Oleh karena itu, sebaiknya memilih marketplace dengan biaya transaksi terendah guna meminimalkan biaya minting.
  • Proses minting meliputi pembuatan karya seni digital, pemilihan blockchain dan wallet crypto, pendaftaran di marketplace NFT, pengunggahan karya digital, penentuan harga jual dan royalti, pembayaran biaya, serta promosi agar dapat terjual dengan cepat.
  • Jika anda ingin melakukan minting NFT, penting untuk memastikan bahwa anda memahami dengan baik terminologi serta risiko yang terkait. Kepatuhan terhadap pedoman minting yang ditetapkan marketplace juga menjadi hal krusial guna memitigasi risiko dan memastikan proses berjalan lancar.
  • NFT dapat dimanfaatkan untuk menetapkan hak kepemilikan dan menerima pembayaran lisensi, menjadi pemilik aset di metaverse yang tengah berkembang, serta memperoleh pinjaman dengan menggunakan NFT sebagai jaminan.

LiteFinance: Poin-Poin Penting

Bagaimana Cara Kerja Minting NFT?

Minting NFT merupakan pengertian dari proses pembuatan non-fungible token yang mengubah seni digital menjadi aset unik. Bentuk tersebut dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari gambar, video, audio, hingga nama domain.

Bayangkan seorang seniman berbakat yang menciptakan karya seni digital luar biasa. Keunikan dan kepemilikan atas karya digital tersebut perlu diverifikasi. Di sinilah minting NFT menjadi solusi yang bernilai.

Proses minting NFT dimulai dengan pembuatan karya digital yang unik. Kreator NFT kemudian mengunggah file tersebut ke platform NFT khusus yang berjalan pada blockchain populer seperti Ethereum atau Binance Smart Chain.

Setelah sebuah platform dipilih, kreator dapat memulai proses minting, yang dalam pengertian ini berarti data mengenai aset digital dicatat berdasarkan teknologi blockchain. Hasilnya adalah token unik yang menyimpan catatan kepemilikan atas aset digital tersebut. Setiap token NFT bersifat unik dan tidak dapat digantikan oleh token lain. Oleh karena itu, istilah “non-fungible token” merujuk pada aset digital yang unik, satu-satunya, dan diamankan oleh teknologi blockchain.

Selain itu, smart contract NFT memainkan peran penting masuk dalam proses minting. Kontrak ini memuat seluruh informasi tentang token, termasuk metadata, jumlah, serta metode transfer, dan secara otomatis mengeksekusi serta mengendalikan semua ketentuan yang tercantum dalam kode. Smart contract NFT merupakan perjanjian digital yang memastikan transparansi dan keamanan transaksi aset digital. Setelah proses minting token NFT berhasil, modal tersebut akan tersedia untuk diperdagangkan dan disimpan di marketplace NFT tanpa mengubah data kepemilikannya.

LiteFinance: Bagaimana Cara Kerja Minting NFT?

Pertimbangan Penting Sebelum Proses Minting NFT

Secara umum, proses minting NFT terlihat sederhana. Namun, ketika gagasan tersebut mulai masuk ke tahap penerapan, kreator proyek NFT kerap menghadapi berbagai nuansa yang memerlukan pertimbangan matang sejak awal.

Pemilihan Blockchain

Platform blockchain merupakan fondasi utama dalam ekosistem NFT karena menentukan kerangka operasionalnya. Anda dapat memilih blockchain Ethereum yang paling banyak digunakan atau beralih ke alternatif yang sama-sama efisien. Beberapa contoh blockchain tersebut antara lain Solana, Polygon, Binance Smart Chain (BSC), dan TON.

Dalam ekosistem NFT, kreator pemula paling sering memilih salah satu blockchain alternatif. Ethereum menawarkan tingkat keamanan yang kuat serta rangkaian fitur yang komprehensif untuk membuat, menyimpan, membeli, dan menjual NFT. Namun, biaya minting yang tinggi tidak selalu sebanding dengan manfaat yang diperoleh. Oleh karena itu, blockchain alternatif berkembang pesat dan mulai menyaingi Ethereum dalam kemampuan inti seiring meningkatnya popularitas mereka.

LiteFinance: Pemilihan Blockchain

Memilih Wallet Kripto

Minting NFT memerlukan wallet kripto untuk membayar biaya transaksi. Wallet NFT anda harus menyediakan private key yang memungkinkan anda mengakses dana.

Saat membuat wallet NFT, anda harus memilih antara keamanan dan kenyamanan. Wallet kripto perangkat lunak menawarkan solusi lebih efisien untuk membayar biaya transaksi dengan memberikan akses langsung ke aplikasi terdesentralisasi (dApps). Namun, wallet kripto perangkat keras lebih unggul dari segi keamanan. Wallet ini memberikan perlindungan maksimal untuk dana anda jika semua instruksi diikuti.

Di antara wallet perangkat lunak atau hot wallet, MetaMask dan Trust Wallet merupakan yang paling populer. Di pasar wallet perangkat keras, Ledger dan Trezor menjadi merek dominan.

Terlepas dari wallet mana yang anda pilih, penting untuk memastikan terdapat cukup kripto dari blockchain tempat minting akan dilakukan di wallet anda sebelum minting NFT pertama. Anda dapat mentransfer kripto dari wallet lain, menggunakan layanan P2P atau swap exchange untuk membeli kripto, atau memanfaatkan layanan bursa terpusat.

LiteFinance: Memilih Wallet Kripto

Biaya Gas NFT

Evaluasi harga di berbagai platform untuk memilih opsi terbaik bagi non-fungible token anda. Jika anda seorang seniman pemula dan masih ragu apakah karya digital anda akan diminati pembeli di marketplace NFT, sebaiknya menahan diri dari menginvestasikan jumlah besar untuk minting NFT di blockchain Ethereum. Dalam kasus seperti ini, anda dapat memilih alternatif yang lebih hemat biaya untuk meminimalkan pengeluaran jika permintaan terhadap karya anda rendah. Misalnya, komisi minting NFT di blockchain Solana sekitar $0.01 atau lebih rendah. Pada blockchain terkemuka seperti Polygon dan BSC, biaya gas bisa mencapai beberapa puluh sen.

LiteFinance: Biaya Gas NFT

Platform Trading NFT

Setelah anda membuat NFT, modal tersebut harus dicantumkan di marketplace NFT agar tersedia untuk dibeli. Hal ini menjadi tantangan tersendiri jika blockchain Ethereum dipilih, karena blockchain ini digunakan oleh banyak marketplace di pasar NFT.

Jika anda memutuskan untuk membuat NFT di blockchain alternatif, penting untuk lebih berhati-hati saat memilih marketplace NFT. Pastikan platform tersebut memiliki daftar pengguna yang cukup untuk memfasilitasi pertukaran NFT antara penjual dan pembeli.

Selama beberapa tahun, OpenSea menjadi marketplace terdepan. Platform ini kompatibel dengan Ethereum maupun sebagian besar blockchain terkemuka lainnya.

LiteFinance: Platform Trading NFT

Keamanan

Sebelum anda melakukan minting NFT, pastikan anda memahami seluruh istilah dan risiko yang terkait. Industri kripto belum sepenuhnya diatur dan rawan praktik penipuan. Anda harus berhati-hati saat berinteraksi dengan individu atau penawaran yang mencurigakan, menahan diri dari menandatangani transaksi tanpa verifikasi menyeluruh, serta sangat berhati-hati saat mengunduh dokumen atau file elektronik. Internet mengandung banyak virus yang dapat menyusup ke wallet kripto anda dan mencuri private key akses anda.

Jika anda memiliki pengalaman dengan proyek Web3, anda akan menemukan bahwa minting tanpa biaya tambahan merupakan fitur yang menguntungkan. Jika tidak, bacalah panduan minting NFT dengan saksama, yang menjelaskan seluruh langkah dasar.

LiteFinance: Keamanan

Panduan Langkah demi Langkah untuk Minting NFT

Setelah anda mempelajari dasar-dasarnya, saatnya menjelajahi proses minting NFT. Sekilas, pembuatan non-fungible token mungkin terlihat terlalu rumit. Dengan mengikuti dan baca panduan langkah demi langkah ini, anda akan dapat melakukan minting NFT tanpa kesulitan dan mencantumkan NFT anda untuk dijual di marketplace.

  1. Pikirkan matang-matang ide NFT anda. Sebelum melakukan minting NFT pertama, pertimbangkan tujuan dari karya anda dan nilai apa yang akan diberikan kepada pemiliknya.
  2. Buatlah aset digital. Konten ini bisa berupa gambar, musik, atau karya seni lain yang memiliki nilai tertentu.
  3. Pilih blockchain. Analisis kemampuan berbagai blockchain, popularitasnya, dan bandingkan biaya gas nya.
  4. Buat wallet kripto. Tentukan apakah anda ingin menggunakan wallet perangkat lunak yang lebih praktis atau wallet perangkat keras yang lebih aman. Pilih platform tertentu dan pastikan wallet yang dipilih mendukung blockchain yang anda butuhkan. Kemudian, hubungkan wallet anda ke platform tersebut.
  5. Sisihkan dana untuk membayar biaya. Jika anda sudah memiliki kripto, transfer jumlah koin yang dibutuhkan ke wallet minting NFT anda atau beli koin di bursa kripto menggunakan uang fiat.
  6. Buat akun di marketplace NFT. Analisis platform trading populer yang mendukung blockchain anda dan pilih yang paling nyaman. Daftarkan akun dan hubungkan wallet kripto anda ke platform tersebut.
  7. Buat minting NFT anda. Di marketplace, temukan opsi untuk mint non-fungible token, unggah kreasi digital anda ke platform, dan tentukan metadata. Kemudian, pilih cara anda ingin menjual NFT: dengan harga tetap atau melalui lelang. Beberapa platform juga memungkinkan penjualan NFT dengan opsi royalti, yaitu persentase dari setiap pembelian NFT anda. Lanjutkan pembuatan NFT sesuai instruksi marketplace. Pada langkah terakhir, konfirmasi transaksi dan bayar biaya gas nya.
  8. Jual NFT anda. Tentukan harga jual NFT dan ikuti instruksi platform untuk menawarkan aset kripto anda untuk di jual.
  9. Promosikan file digital anda. Tidak cukup hanya membuat NFT dan menunggu pembeli. Agar mendapatkan keuntungan lebih cepat, anda perlu menarik perhatian pembeli terhadap hasil kreasi anda. Itulah sebabnya minting juga mencakup promosi karya seni anda di galeri digital, media sosial, dan platform lain yang tersedia.

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Mint NFT?

Proses ini bisa memakan waktu dari beberapa menit hingga beberapa jam. Jika anda memahami cara membuat NFT dan metadata-nya, menavigasi marketplace, serta mengunggah file digital kecil, kemungkinan token anda selesai dalam sekitar 10–15 menit.

Namun, bagi pengguna pemula, dibutuhkan waktu untuk memahami seluk-beluk marketplace NFT dan menyelesaikan seluruh langkah. Selain itu, kecepatan minting bergantung pada waktu yang dibutuhkan platform untuk memproses dan membuat token NFT. Karena alasan ini, beberapa marketplace menawarkan layanan peluncuran NFT prioritas dengan biaya tambahan.

Namun, jika anda baru di pasar NFT dan belum memiliki keahlian untuk menilai prospek penjualan secara akurat, sebaiknya hindari opsi ini, karena pengeluaran tambahan demi peluncuran NFT cepat seringkali tidak sebanding.

LiteFinance: Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Mint NFT?

Keuntungan dari Proses Minting NFT

Jika anda masih ragu untuk melakukan mint NFT, berikut adalah beberapa keuntungan dari metode distribusi karya digital ini:

  • Menghasilkan Uang dari Kreativitas. Menghasilkan Uang dari Kreativitas. Banyak kreator pemula mengalami kesulitan dalam memonetisasi karya dan kontennya. Kemungkinan besar, galeri ternama tidak akan memamerkan karya anda jika reputasi anda belum dikenal luas. Selain itu, di platform digital membutuhkan investasi besar untuk iklan. Namun, minting dapat membantu anda membangun reputasi sebagai pencipta. Segmen khusus ini masih dalam tahap awal pengembangan dan dapat diakses oleh semua orang, dari seniman terkenal hingga pemula.
  • Hak kepemilikan. Minting NFT bukan hanya soal penjualan dan penghasilan. Saat anda mencetak sebuah token, anda menetapkan hak kepemilikan atas karya anda dan selalu dapat memverifikasi keasliannya melalui catatan blockchain.
  • Royalti NFT. Smart contracts jauh lebih dapat diandalkan dibandingkan kontrak kertas tradisional. Mereka tidak dapat dipalsukan, diubah, atau dimanipulasi dengan cara apapun. Selain itu, kontrak ini dapat diakses oleh semua orang. Setelah satu penjualan langsung, pemilik NFT menerima biaya lisensi untuk setiap penjualan kembali NFT mereka. Semakin tinggi harga penjualan kembali aset, semakin besar royalti yang akan diterima pencipta.
  • Peluang baru untuk kreativitas. Minting NFT membuka jalan baru untuk kreativitas. Misalnya, seniman dapat memprogram karyanya sehingga berubah seiring waktu.
  • Pinjaman yang dijamin oleh NFT. Anda dapat memilih NFT dari karya anda untuk dijadikan jaminan pinjaman, sehingga likuiditasnya terjamin tanpa harus dijual langsung.

LiteFinance: Keuntungan dari Proses Minting NFT

Risiko Minting dan Pemindahan NFT

Mari kita bahas potensi risiko yang terkait dengan NFT:

  • Pelanggaran atas Hak Cipta. Poin ini sangat relevan bagi mereka yang berniat membeli dan menjual kembali token non-fungible. Beberapa penjual melakukan minting NFT berdasarkan karya yang dilindungi hak cipta. Saat membeli token, selalu ada risiko pelanggaran hak cipta atau properti intelektual.
  • Volatilitas pasar. NFT adalah kelas aset yang relatif baru dan rentan terhadap volatilitas tinggi. Tidak jarang karya digital dengan nilai fungsional atau budaya yang minim mengalami kenaikan harga secara artifisial untuk menciptakan antusiasme.
  • Kurangnya permintaan. Persaingan antar koleksi NFT sangat ketat, dan nilai aset semacam ini tidak selalu jelas bagi pembeli. Ada risiko besar bahwa NFT anda tidak diminati di pasar atau tetap berada di bawah bayang-bayang proyek yang lebih sukses.
  • Ancaman peretasan dan pencurian token. Serangan hacker terjadi setiap hari, dan akun marketplace anda juga rentan terhadap pihak yang jahat. Untuk memastikan keamanan aset digital anda, penting untuk menerapkan langkah-langkah keamanan yang kuat pada transaksi NFT anda.
  • Sistem asuransi yang tidak sempurna. Asuransi NFT adalah industri yang sedang berkembang dan belum mampu menutupi semua risiko yang terkait dengan minting dan penjualan NFT.
  • Kerangka hukum dan regulasi. Pemerintah sedang mengambil langkah untuk mengatur smart contract secara lebih ketat. Oleh karena itu, saat memilih platform untuk marketplace NFT anda, penting untuk mengetahui yurisdiksi tempat perusahaan tersebut berada dan peraturan yang harus dipatuhi.

LiteFinance: Risiko Minting dan Pemindahan NFT

Aplikasi Praktis untuk NFT

Token non-fungible menawarkan cara yang efisien dan transparan untuk memastikan hak penulis dan kepemilikan konten digital, sekaligus membuka peluang untuk menghasilkan pendapatan.

Di industri seni, NFT muncul sebagai media baru untuk menjual karya digital melalui lelang. Salah satu kreator paling sukses adalah Beeple. Karyanya tersedia di OpenSea, dan karya termahalnya, berjudul "Everydays: The First 5000 Days," terjual seharga $69,3 juta.

Contoh lain dari NFT yang menghasilkan pendapatan besar bagi kreatornya adalah koleksi CryptoPunks. Karya ini tidak menunjukkan nilai artistik, melainkan berupa gambar pixel art yang mudah dikenali. Koleksi ini unik karena setiap dari 10,000 gambar bersifat asli. Para pencipta secara strategis menciptakan antusias dengan menawarkan kepada pemilik pertama kesempatan memperoleh NFT dengan biaya yang jauh lebih rendah, hanya membayar gas fee sebagai pengeluaran utama.

Seiring koleksi ini semakin populer, harganya mulai meningkat. NFT termahal adalah yang langka, menampilkan Alien Punks. Hanya ada sembilan dari jenis ini, dan CryptoPunk #5822 yang paling mahal terjual seharga $22 juta. Koleksi Punk juga tersedia di OpenSea dan diperdagangkan di blockchain Ethereum. Jika anda memiliki puluhan juta dolar, anda bisa membeli alien punk. Ini hanyalah sebagian kecil dari contoh sukses penerapan praktis NFT.

Selain itu, fungsionalitas non-fungible tokens melampaui sekadar karya seni dan mudah diterapkan dalam berbagai konteks berbeda. NFT sering kali memiliki fungsi tambahan dan berperan aktif dalam membangun komunitas, pada dasarnya berfungsi sebagai kartu keanggotaan. Beberapa NFT memberikan akses ke acara eksklusif dan memfasilitasi partisipasi aktif dalam ekonomi proyek atau sebagai bagian dari protokol DeFi. NFT merupakan komponen penting dalam hampir semua game Web3. Dalam hal ini, NFT bukan hanya representasi visual; ia adalah aset bernilai yang menghadirkan peluang baru bagi pemain.

Industri musik telah mengadopsi NFT untuk merilis lagu dan album, memberikan hak eksklusif kepada penggemar serta menghasilkan pendapatan dari penjualan kembali. Nama domain juga ditokenisasi. Token digunakan untuk memastikan kepemilikan sebuah nama domain.

Di dunia virtual seperti Decentraland, token digunakan untuk membeli dan menjual tanah serta bangunan, memperluas kemungkinan kepemilikan digital. Sulit membayangkan lanskap metaverse saat ini tanpa mempertimbangkan peran NFT.

Area menjanjikan lainnya adalah Real World Asset (RWA), pasar yang berfokus pada NFT. Dalam RWA, non-fungible tokens memberikan hak untuk menggunakan atau memiliki aset nyata. Proyek percontohan awal dengan NFT RWA saat ini sedang diterapkan di industri properti, pariwisata, manufaktur, industri, pertanian, dan pertambangan.

LiteFinance: Aplikasi Praktis untuk NFT

Tahap Penjualan Pasca-Minting dan Sistem Royalti

Syarat penjualan ditetapkan saat NFT dicetak dan dicantumkan di pasar. Platform besar seperti OpenSea memungkinkan pengguna menetapkan harga tetap dan persentase royalti.

Anda akan menerima royalti setiap kali token anda dijual kembali. Dengan setiap penjualan ulang, royalti akan otomatis ditransfer sesuai kontrak pintar. Misalnya, anda membuat token, menjualnya seharga 100 Ethereum coins, dan menetapkan tarif royalti 10%. Jika di kemudian hari file digital tersebut dibeli seharga 150 ETH, anda akan menerima 15 ETH sebagai royalti.

Untuk mempromosikan karya anda, anda sebaiknya memanfaatkan media sosial dan komunitas khusus agar visibilitasnya meningkat dengan lebih mudah. Partisipasi dalam lelang dan acara NFT juga dapat memberikan manfaat. Untuk memastikan pembayaran royalti yang konsisten, penting untuk menjaga visibilitas koleksi anda serta aktif melakukan public relations dan promosi merek.

Kesimpulan

Minting NFT menawarkan peluang unik bagi para kreator dan trader kripto untuk memonetisasi karya digital dengan memberikan hak kepemilikan kepada orang lain dan pembayaran lisensi melalui smart contract. Selain penjualan langsung karya digital, pemegang token dapat memperoleh penghasilan dari penjualan ulang dan mendapatkan aset digital di metaverse virtual.

Proses minting memerlukan pemilihan platform blockchain, wallet kripto, dan platform trading secara cermat. Penting juga untuk memastikan keamanan transaksi agar terhindar dari kehilangan akun akibat peretasan. Memahami prinsip-prinsip ini, serta mempromosikan karya digital anda di media sosial dan platform khusus secara mudah akan memungkinkan anda memperoleh penghasilan stabil dari penjualan NFT dan royalti.

Tanya Jawab Seputar Minting NFT

Minting NFT adalah proses pembuatan token non-fungible yang menetapkan keunikan dan kepemilikan berbagai metadata, termasuk gambar, video, audio, dan nama domain.

Kreator membayar biaya transaksi saat minting. Besaran biaya bervariasi tergantung pada blockchain. Selain itu, biaya penerbitan token dapat mencakup biaya tambahan yang dikenakan oleh platform tempat koleksi NFT akan ditampilkan.

Bahkan opsi paling hemat untuk menerbitkan non-fungible token tetap memerlukan pembayaran gas fees. Oleh karena itu, sebelum minting, disarankan untuk menyiapkan crypto wallet terpisah dan mengisinya dengan dana untuk menutupi gas fees.

Akun marketplace anda bisa menarik perhatian peretas yang berpotensi mencuri aset digital anda. Selain itu, NFT mungkin tidak mencapai nilai pasar yang diinginkan. Dalam skenario ini, kreator menanggung biaya penerbitan token tetapi tidak memperoleh keuntungan dari penjualannya.

Membuat NFT memang memerlukan investasi finansial. Anda harus membayar gas fees di jaringan blockchain dan menanggung biaya tambahan untuk menempatkan token di marketplace yang dipilih.

Mencetak NFT adalah proses pembuatan token non-fungible berdasarkan file digital. Membeli NFT berarti mentransfer kepemilikan token yang sudah ada.

Setelah mencetak NFT, pemilik aset biasanya menjualnya. Untuk menghasilkan keuntungan dengan cepat, acara dapat diadakan untuk mempromosikan NFT di media sosial, platform khusus, dan galeri.

Panduan Langkah Demi Langkah untuk Minting NFT: Mengurai Makna dan Metodologinya

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat