Sekilas, penguatan yuan dan kenaikan S&P 500 ke level tertinggi baru seharusnya mendukung pasangan AUD/USD. Namun, kenaikan di sektor teknologi telah mendorong repatriasi modal, sementara kekuatan renminbi yang terlihat mungkin menutupi kelemahan yang mendasarinya. Mari kita melihat tren ini serta menyusun rencana trading.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Utama

  • Kemungkinan RBA menaikkan suku bunga semakin kecil.
  • Selisih imbal hasil saat ini lebih mendukung dolar AS.
  • China bergerak melawan tren global.
  • Posisi jual pada pasangan AUDUSD dapat dibuka dengan target 0.6800.

Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar Australia

Dolar Australia telah berubah dari angsa yang indah menjadi anak itik buruk rupa—dan ini sudah kedua kalinya perubahan seperti itu terjadi pada 2026. Pasangan AUD/USD memulai tahun dengan kuat berkat tiga kali kenaikan suku bunga RBA berturut-turut. Kemudian, sentimen berubah ketika pasar mulai memperkirakan bahwa siklus kenaikan suku bunga hampir berakhir. Saat siklus itu kembali berlanjut, dolar Australia kembali mengalami pergerakan naik turun yang tajam. Kini, ekspektasi baru bahwa pengetatan moneter akan segera berakhir memberikan tekanan pada mata uang tersebut, dengan pasangan ini bergerak menuju level terendahnya pada Juli  .

Pertumbuhan harga konsumen bulanan melambat pada Agustus, dari 0.5% menjadi 0.2%, sementara inflasi tetap di 3.6% YoY. Hal ini membuat pasar derivatif mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga RBA lebih lanjut. Probabilitas tersirat bahwa suku bunga akan naik dari level saat ini 4.6% pada November berada di 26%. Untuk Desember, angkanya 54%. Sementara untuk Fed, probabilitasnya pada Desember mencapai 86%. Perbedaan ini membuat imbal hasil US Treasury semakin mendekati imbal hasil Australia. Penyempitan selisih imbal hasil tersebut tampaknya menjadi salah satu penyebab utama penurunan AUD/USD baru-baru ini.

Selisih Imbal Hasil Obligasi Australia-AS

LiteFinance: Selisih Imbal Hasil Obligasi Australia-AS

Sumber: Bloomberg.

Pasangan AUD/USD biasanya mendapat dukungan dari kenaikan indeks saham AS dan penguatan yuan China. Namun, kali ini faktor pendukung tersebut hampir tidak memberikan dorongan: meskipun S&P 500 mencapai rekor tertinggi dan renminbi terus menguat, dolar Australia masih berada di bawah tekanan.

Faktanya, kedua faktor yang tampak mendukung kenaikan ini justru menyembunyikan tekanan yang cukup besar. Salah satu alasan AUD/USD menguat pada kuartal ketiga adalah mengalirnya modal dari AS ke Australia, yang sebagian didorong oleh kekhawatiran soal hasil investasi di bidang kecerdasan buatan. Namun, saat tren AI kembali menguat di pasar saham AS, arus modal tersebut berbalik dan mulai kembali ke Amerika Serikat.

Penguatan yuan juga tidak banyak membantu seperti yang terlihat. Ekonomi China yang melemah—meski ekspornya relatif tetap kuat—ditambah program pembelian aset PBoC dan besarnya kepemilikan obligasi pemerintah oleh bank komersial, membuat China bergerak berbeda dari tren global. Imbal hasil obligasi China terus turun, sementara selisih imbal hasil dengan US Treasury telah melebar hingga lebih dari 370 basis points.

Imbal Hasil Obligasi Pemerintah

LiteFinance: Imbal Hasil Obligasi Pemerintah

Sumber: Wall Street Journal.

Perbedaan imbal hasil di pasar obligasi ini membuat renminbi terlihat sangat kuat, tetapi sebenarnya memiliki kelemahan mendasar. Investor mengetahui bahwa otoritas China mendukung nilai tukarnya, salah satunya untuk mengurangi risiko arus modal keluar. Pelaku pasar yang memperkirakan AUD/USD naik juga memahami kondisi ini. Dolar Australia sering menjadi proksi bagi yuan dalam perdagangan, sementara China tetap merupakan pasar ekspor terbesar Australia.

Akibatnya, faktor-faktor yang biasanya mendukung dolar Australia kini tidak lagi memberikan dorongan. Bersamaan dengan itu, perbedaan kebijakan moneter antara Australia dan Amerika Serikat—yang menyebabkan selisih imbal hasil semakin menyempit—menambah tekanan terhadap dolar Australia.

Rencana Trading Mingguan untuk AUD/USD

Dalam kondisi seperti ini, posisi jual pada AUD/USD yang dibuka sebelumnya tampaknya memiliki momentum yang tepat. Target pertama dari dua target, yaitu 0.6900 dan 0.6800, telah tercapai. Koreksi saat ini dapat menjadi peluang untuk membuka posisi jual baru atau menambah posisi yang sudah ada, dengan target kedua di 0.6800.


Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data historis pasar juga turut dipertimbangkan.

Grafik harga AUDUSD dalam mode real time

Aussie Mulai Kehilangan Daya Tariknya saat Arus Modal Berbalik Arah. Perkiraan untuk 08.10.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat