Kenaikan S&P 500 dan yuan terus memberikan dukungan bagi AUD/USD, sementara keputusan RBA untuk menghentikan sementara siklus pengetatan kebijakan moneternya memberikan tekanan terhadap dolar Australia. Mari kita bahas topik ini serta menyusun rencana trading.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Penting

  • Perekonomian Australia yang lemah menekan AUD/USD.
  • Yuan menguat berkat ekspor teknologi.
  • S&P 500 terus mencetak rekor baru.
  • Perkembangan geopolitik yang positif memberi sinyal beli AUD/USD dengan target 0.745.

Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar Australia

Dolar Australia menantikan kabar positif dari Timur Tengah, namun harapan tersebut tidak terwujud sehingga mata uang ini akhirnya memasuki fase konsolidasi terhadap dolar AS. Walaupun faktor eksternal—termasuk kinerja S&P 500 yang mencapai rekor tertinggi baru serta penguatan yuan Tiongkok—terus mendukung kenaikan AUD/USD, sejumlah hambatan domestik memberikan tekanan pada pasangan mata uang tersebut. Setelah data pasar tenaga kerja yang lemah dan perlambatan inflasi, angka GDP juga berada di bawah ekspektasi.

Pada kuartal pertama, ekonomi Australia mencatat pertumbuhan sebesar 0.3%, atau tiga kali lebih rendah dibandingkan capaian pada kuartal keempat. Pertumbuhan tersebut berpotensi lebih lemah apabila tidak didukung oleh peningkatan investasi di sektor teknologi AI. Hal ini membantu mengimbangi dampak negatif dari perlambatan konsumsi rumah tangga di tengah kenaikan harga energi dan kebijakan pengetatan moneter RBA.

PDB Australia

LiteFinance: PDB Australia

Sumber: Bloomberg.

Dalam catatan pertemuan terakhirnya, ketika suku bunga tunai dinaikkan menjadi 4.35%, Bank Sentral mengungkapkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi berada di atas tren jangka panjang. Situasi tersebut berpotensi memperkuat tekanan inflasi dan mendukung kelanjutan siklus pengetatan kebijakan moneter. Namun, apabila pertumbuhan PDB melambat, RBA memiliki dasar yang kuat untuk mempertahankan jeda pengetatan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Pasar berjangka mencerminkan probabilitas 50% terhadap pengetatan kebijakan moneter pada Agustus, dan terdapat keyakinan kuat bahwa suku bunga acuan akan mencapai 4.6% pada akhir tahun. Namun, bank-bank besar menilai bahwa siklus pengetatan telah berakhir, sehingga mereka merekomendasikan posisi jual pada AUD/NZD. Menurut Goldman Sachs, diferensial suku bunga antara Australia dan Selandia Baru telah mencapai titik tertingginya. Barclays juga menyoroti bahwa RBNZ telah mengindikasikan komitmennya untuk mengendalikan inflasi yang tinggi. Di tengah sikap RBA yang cenderung pasif, kondisi tersebut menjadikan dolar Selandia Baru lebih diunggulkan dibandingkan dolar Australia dalam pasangan mata uang tersebut.

Indikator Risk Reversals pada USD/CNH

LiteFinance: Indikator Risk Reversals pada USD/CNH

Sumber: Bloomberg.

Faktor pendukung lainnya bagi dolar Australia masih terus bertahan. Sejak awal tahun, yuan Tiongkok telah menguat 3% terhadap dolar AS, didorong oleh kuatnya ekspor sektor teknologi. Pasar berjangka saat ini menunjukkan tingkat keyakinan tertinggi terhadap penurunan USD/CNH sejak 2011. Risiko pembalikan arah pada pasangan ini mengindikasikan penguatan lebih lanjut pada renminbi.

Pelaku pasar yang mengambil posisi beli pada AUD/USD memperoleh dukungan dari kinerja indeks saham AS. Kenaikan S&P 500 kini telah berlangsung selama sembilan sesi perdagangan berturut-turut. Jika berlanjut satu sesi lagi, ini akan menjadi tren kenaikan terpanjang sejak 1995. Pada periode transisi Mei ke Juni, indeks tersebut mencatat lima rekor tertinggi secara beruntun, yang terakhir kali terjadi pada 2017. Peningkatan minat terhadap risiko global mendukung dolar Australia sebagai mata uang berimbal hasil tinggi, termasuk dalam strategi carry trade.

Rencana Trading Mingguan untuk AUDUSD

Apabila konflik di Timur Tengah tidak segera mereda, Brent diperkirakan akan kembali melanjutkan tren naiknya. Kondisi ini akan mendukung dolar AS, baik melalui statusnya sebagai aset safe haven maupun sebagai mata uang dari negara yang merupakan pengekspor bersih komoditas energi. Dalam skenario tersebut, strategi jual AUD/USD menuju 0.709 dan 0.698 menjadi relevan. Sebaliknya, tercapainya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran akan mendukung strategi beli AUD/USD dengan target 0.745.


Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.

Grafik harga AUDUSD dalam mode real time

Dolar Australia Berupaya Mendapatkan Dukungan dari S&P 500 dan Yuan Tiongkok. Perkiraan untuk 03.06.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat