Dolar Australia sebelumnya menguat didorong oleh kenaikan suku bunga, penguatan indeks S&P 500, serta menguatnya yuan China. Namun, mata uang tersebut kembali melemah ketika faktor-faktor pendukung itu memudar. Saat ini, AUD/USD berpotensi mengalami kenaikan signifikan apabila konflik di Timur Tengah berakhir. Mari kita analisis kondisi ini serta menyusun rencana trading.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- RBA telah mengakhiri siklus pengetatan kebijakan moneternya.
- Aktivitas carry trade diperkirakan akan mendukung penguatan dolar Australia.
- Yuan berpotensi mengalami penguatan terhadap dolar AS.
- Posisi beli pada AUD/USD dapat dipertimbangkan dengan target di level 0.745.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar Australia
Dolar Australia diperkirakan akan menjadi aset yang paling diuntungkan apabila konflik di Timur Tengah berakhir. Keengganan investor untuk melewatkan peluang ini mendorong AUD/USD naik lebih tinggi, bahkan di tengah serangan udara antara AS dan Iran serta berakhirnya siklus pengetatan moneter RBA.
Melemahnya data pasar tenaga kerja Australia telah mengurangi keyakinan investor terhadap potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut. Sejak awal tahun, RBA telah menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali sehingga suku bunga acuan mencapai 4.35%. Namun, kenaikan prosentase pengangguran menjadi 4.5% serta penurunan jumlah tenaga kerja sebesar 18,600 pada April mengubah ekspektasi di pasar berjangka. Kedua indikator tersebut berada di bawah perkiraan Bloomberg. RBA sebelumnya memproyeksikan tingkat pengangguran mencapai 4.4% pada pertengahan 2027.
Ekspektasi Pasar terhadap Suku Bunga RBA
Sumber: Bloomberg.
Namun demikian, penting untuk dipahami bahwa meskipun RBA telah mengakhiri siklus pengetatan moneternya, suku bunga acuan sebesar 4.35% masih berada jauh di atas negara-negara G10 lainnya. Hal ini membuat dolar Australia dianggap sebagai mata uang dengan imbal hasil tinggi, yang cenderung menguat saat minat terhadap aset berisiko global meningkat dan volatilitas menurun karena dorongan carry trade. Kondisi inilah yang kemungkinan akan terjadi jika konflik di Timur Tengah berhasil diselesaikan.
Indeks saham AS selama ini cenderung mengabaikan risiko geopolitik berkat solidnya laba perusahaan-perusahaan S&P 500 pada kuartal pertama serta kekuatan ekonomi AS. Meski demikian, indeks saham diperkirakan akan kembali menguat apabila tercapai kesepakatan antara Washington dan Teheran. Dalam skenario tersebut, harga minyak dan imbal hasil Treasury AS berpotensi turun signifikan, sementara pasar saham akan memperoleh sentimen positif tambahan.
Imbal Hasil Obligasi Pemerintah 10 Tahun dan Harga Minyak Mentah Brent
Sumber: Bloomberg.
Di saat yang sama, volatilitas pasar keuangan diperkirakan akan menurun seiring meredanya ketegangan geopolitik, yang pada akhirnya mendorong permintaan terhadap dolar Australia dalam strategi carry trade.
Aktivitas carry trade diperkirakan akan menopang harga AUD/USD, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui yuan China. Berdasarkan laporan Macquarie Group, investor China telah menumpuk posisi dolar AS sekitar $800 miliar sebagai mata uang dengan imbal hasil. Jika permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven melemah, para investor kemungkinan akan mulai melepas posisi tersebut. Kondisi ini dapat mendorong harga USD/CNH turun menuju level 6, bahkan berpotensi ke 5. Mata uang yang bergerak searah dengan renminbi, termasuk dolar Australia, diperkirakan menjadi pihak yang paling diuntungkan dari penguatan tersebut.
Rencana Trading Mingguan untuk AUDUSD
Ini berarti bahwa meningkatnya minat risiko global, volatilitas yang lebih rendah, dan dukungan dari carry trade serta yuan China memberikan prospek cerah bagi AUD/USD. Pair ini mungkin naik ke 0.745 atau lebih tinggi, memungkinkan para trader untuk membuka posisi beli. Strategi ini dapat diterapkan jika konflik di Timur Tengah berakhir. Jika tidak, dolar Australia kemungkinan akan menghadapi gelombang aksi sell baru.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga AUDUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.











