Selama konflik di Timur Tengah, emas kurang diminati dibandingkan aset lainnya karena kekhawatiran bahwa inflasi yang meningkat dapat mendorong The Fed memperketat kebijakan moneter. Namun, meredanya ketegangan kini mengubah kondisi pasar. Mari kita bahas situasi ini serta menyusun rencana trading.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Utama
- Meredanya ketegangan telah menghidupkan kembali pergerakan emas.
- Saat inflasi tinggi dan The Fed menahan diri, XAU/USD bergerak naik.
- Permintaan dari bank sentral menopang harga emas.
- Data ketenagakerjaan yang lemah akan memberikan peluang untuk membuka posisi beli pada XAU/USD.
Prakiraan Fundamental Emas untuk Hari Ini
Peluang emas akhirnya telah tiba. Setelah lama tertinggal dari aset lainnya, logam mulia ini kehilangan seperlima nilainya sejak konflik bersenjata di Timur Tengah dimulai. Kenaikan harga minyak memperbesar risiko inflasi yang lebih tinggi dan kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat. Dampaknya, dolar AS dan imbal hasil obligasi Treasury menguat, memberikan tekanan besar pada XAU/USD. Memasuki awal Agustus, arah pasar berubah.
Saat Donald Trump berupaya menyelamatkan ekonomi global, Oman justru berpotensi menjadi pihak yang membawa perubahan. Negara tersebut berhasil mencapai kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Pasokan minyak diperkirakan meningkat, harga Brent berpotensi turun, dan tren penurunan inflasi dapat kembali terjadi di AS. Kondisi ini turut meningkatkan peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada September hingga akhir 2026.
Performa Emas dan Minyak
Sumber: Bloomberg.
Pertumbuhan inflasi konsumen diperkirakan melambat, tetapi tidak secepat yang diharapkan oleh anggota FOMC yang mendukung pelonggaran kebijakan moneter. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai tidak akan banyak memengaruhi emas. Inflasi yang tinggi, disertai sikap tenang The Fed dan tidak adanya perkiraan pengetatan kebijakan moneter, menciptakan kondisi yang mendukung bagi emas.
Selain itu, laporan terbaru WGC mengungkapkan bahwa bank sentral semakin aktif membeli emas, sementara arus dana terus mengalir ke ETF emas di Asia. Menariknya, Bank of Korea berencana memperbesar cadangannya melalui ETF khusus, sebuah langkah yang berpotensi mendorong permintaan emas lebih tinggi.
Arus Modal Masuk ke ETF Emas China
Sumber: Bloomberg.
Menurut saya, kesepakatan Iran-Oman yang didukung AS memiliki peluang bertahan lebih lama dibandingkan kesepakatan antara Teheran dan Washington. Sikap Donald Trump yang dinilai mudah berubah menjadi salah satu faktor ketidakpastian, sementara Iran sejak serangan bom menegaskan tidak akan berunding dengan Amerika Serikat. Berbeda dengan Oman, yang memiliki kepentingan langsung terhadap arus perdagangan dan pelayaran di Selat Hormuz.
Namun, tekanan inflasi tidak hanya berasal dari kenaikan harga energi. Kuatnya pasar tenaga kerja yang diikuti pertumbuhan upah lebih cepat berpotensi mendorong FOMC mengambil sikap lebih ketat, sekaligus meningkatkan peluang pengetatan kebijakan moneter. Kondisi tersebut dapat memperkuat dolar AS dan menekan emas. Sebaliknya, data ketenagakerjaan yang mengecewakan dapat membuka jalan bagi kenaikan XAU/USD untuk terus berlanjut.
Rencana Trading XAU/USD untuk Hari Ini
Akankah emas kembali mencetak rekor tertinggi? Kemungkinan besar hal itu tidak akan terjadi tahun ini, setelah lonjakan permintaan spekulatif sebelumnya membawa emas ke level tertinggi hingga akhirnya kenaikan tersebut berakhir. Namun, dalam jangka panjang, peluang tetap terbuka. Untuk saat ini, data ketenagakerjaan AS bulan Juli yang sesuai atau lebih lemah dari perkiraan dapat menjadi peluang untuk menambah posisi beli emas pada level $4,165 per ons.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data historis pasar juga turut dipertimbangkan.
Grafik harga XAUUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.









