Para spekulan terus meningkatkan posisi beli, investor ritel menambah kepemilikan ETF, sementara bank sentral memperkuat cadangan emas mereka. Di tengah kondisi tersebut, membeli ketika harga mengalami penurunan sementara semakin terlihat sebagai strategi terbaik untuk XAU/USD. Laporan NFP berpotensi membuka peluang untuk menerapkan strategi ini. Mari kita membahas topik ini serta menyusun rencana trading.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Utama
- Logam mulia ini sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan pasar terhadap The Fed.
- Bank sentral terus membeli emas.
- Para pengelola aset meningkatkan posisi beli mereka pada emas.
- Data NFP yang lemah akan memberikan peluang untuk menambah pembelian XAU/USD.
Prakiraan Fundamental Hari ini untuk Emas
Penampilan bisa menipu. Sekilas, pergerakan harga emas yang naik-turun tajam setelah pidato Kevin Warsh di Jackson Hole didorong oleh perubahan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September, yang melonjak kurang dari 40% menjadi 70% sebelum turun menjadi 50%. Imbal hasil Treasury mengikuti pergerakan yang serupa. Namun, menurut riset UBS, sensitivitas XAU/USD terhadap imbal hasil obligasi telah menurun secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir karena kuatnya permintaan emas dari bank sentral. Kenyataannya, alasan yang mendasarinya jauh lebih dalam.
Semakin tidak konvensional gaya seorang presiden, semakin besar risiko dominasi fiskal — yaitu situasi ketika kebijakan moneter lebih mengutamakan kepentingan pemerintah daripada tujuan mengembalikan inflasi ke target. Gedung Putih tidak merahasiakan keinginannya agar suku bunga lebih rendah. Menteri Keuangan Scott Bessent telah menjelaskan alasan mengapa The Fed seharusnya memangkas suku bunga. Wakil Presiden JD Vance juga menunjuk dinamika inflasi sebagai bukti bahwa bank sentral seharusnya menerapkan pelonggaran kebijakan moneter.
Performa Emas dan Dolar
Sumber: Bloomberg
Dalam kondisi seperti ini, pidato Kevin Warsh di Jackson Hole perlu dilihat dari dampaknya terhadap kepercayaan pasar terhadap independensi The Fed. Jika ketua The Fed menggunakan nada yang cenderung longgar, kekhawatiran tentang dominasi fiskal dapat membuat dolar AS jatuh, meningkatkan minat terhadap aset keuangan terdesentralisasi, dan mendorong permintaan terhadap strategi investasi yang memanfaatkan pelemahan nilai mata uang. Namun, Warsh tidak mengambil sikap yang cenderung longgar. Pernyataannya yang cenderung ketat tidak hanya mengejutkan pasar, tetapi juga memulihkan kepercayaan terhadap independensi The Fed, sehingga memicu gelombang aksi jual XAU/USD.
Pasar kemudian menyadari bahwa Federal Reserve tidak ditentukan oleh satu orang saja. Komentar netral dari sejumlah pejabat FOMC lainnya, termasuk pembuat kebijakan berpengaruh seperti John Williams dan Christopher Waller, membuat peluang pengetatan kebijakan moneter pada September kembali berada di sekitar 50/50. Perkembangan ini kembali menghidupkan daya tarik emas.
Harga Emas dan Kepemilikan ETF
Sumber: Bloomberg
Hampir seluruh pasar kini berada di pihak emas. Para pengelola aset telah meningkatkan posisi beli bersih mereka ke level tertinggi sepanjang 2026, sementara kepemilikan ETF terus bertambah meskipun harga emas mengalami penurunan. Bank sentral juga masih aktif menambah cadangan emas. Pada Juli, bank sentral kembali menambahkan 23 ton emas ke dalam cadangan mereka, dengan China dan Polandia memimpin pembelian.
Menurut riset UBS, sejak negara-negara Barat membekukan sebagian cadangan devisa Rusia pada 2022, bank sentral di negara-negara berkembang telah meningkatkan porsi emas dalam portofolio mereka dari 5–7% menjadi 11%. Angka tersebut masih jauh di bawah 26% yang tercatat di negara-negara maju, yang menunjukkan bahwa ruang untuk meningkatkan kepemilikan emas masih cukup besar. Potensi kenaikan serupa juga mungkin masih terbuka bagi logam mulia itu sendiri.
Porsi Emas dalam Cadangan Bank Sentral
Sumber: Financial Times.
Rencana Trading XAU/USD untuk Hari Ini
Menurut saya, prospek emas dalam jangka panjang masih cenderung naik. Oleh karena itu, data NFP yang lemah akan memberikan peluang untuk menambah posisi beli yang dibuka pada $4,415 per ons, sementara data yang kuat akan memberikan kesempatan untuk membeli emas saat harganya turun sementara.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data historis pasar juga turut dipertimbangkan.
Grafik harga XAUUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.










