Pasar meremehkan kemungkinan kenaikan suku bunga repo pada pertemuan Bank of England pada 17 September. Langkah mengejutkan dari regulator dapat menopang GBP/USD, sehingga pasangan tersebut dapat pulih dalam jangka pendek. Namun, risiko politik dan fiskal pada akhirnya dapat memberikan tekanan besar terhadap pound. Mari menganalisis situasi saat ini serta menyusun rencana trading.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Utama
- Inflasi UK meningkat menjadi 3.1%.
- Bank of England mungkin mengejutkan pasar pada September.
- Pound belum memperhitungkan risiko yang muncul dari anggaran baru.
- Posisi jual dapat dibuka dengan target 1.3300 dan 1.3150.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Pound Sterling
Bank of England diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga repo pada pertemuan 17 September. Namun, setelah ECB dua kali memperketat kebijakan moneter dan The Fed sekali, BoE semakin tertinggal dari bank sentral lainnya. Keadaan semakin sulit karena pertumbuhan harga konsumen naik dari 2.9% menjadi 3.1%, level tertinggi dalam lima bulan. Jika BoE tetap pasif, inflasi berisiko naik mendekati 4% pada akhir tahun. Harapan bahwa BoE akan mengambil sikap lebih ketat membantu GBP/USD bertahan setelah aksi jual yang dipicu keputusan FOMC.
The Fed secara tradisional selalu menjadi yang terdepan. Jika Kevin Warsh membenarkan kenaikan suku bunga federal funds dengan alasan ekonomi yang tangguh, inflasi yang masih tinggi, dan risiko geopolitik, mengapa Bank of England tidak mengambil pendekatan serupa? UK mencatat pertumbuhan GDP tercepat di antara negara-negara G7 pada paruh pertama tahun ini. Pada kuartal ketiga, para ekonom Bloomberg masih memperkirakan UK akan tetap menjadi salah satu negara dengan kinerja terbaik. Andrew Bailey memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah dapat mendorong harga energi dan inflasi semakin tinggi. Dorongan untuk memperketat kebijakan moneter semakin kuat.
Pertumbuhan GDP di Negara-negara G7
Sumber: Bloomberg.
Kenaikan suku bunga repo akan mengejutkan pasar. Bloomberg memperkirakan MPC akan memberikan suara 6–3 untuk mempertahankan suku bunga kebijakan di 3.75%. Hanya tiga dari 28 responden yang memperkirakan jumlah anggota Komite yang mendukung kebijakan lebih ketat akan bertambah dari tiga menjadi empat. Pada saat yang sama, Andrew Bailey diperkirakan akan memberi sinyal bahwa siklus pengetatan moneter baru dapat dimulai pada November. Pasar derivatif sudah memperhitungkan empat hingga lima kenaikan suku bunga lagi dalam 12 bulan ke depan—lebih banyak daripada yang saat ini diperkirakan untuk Fed maupun ECB.
Proyeksi Pasar untuk Suku Bunga BoE dan ECB
Sumber: Bloomberg.
Sementara itu, politik dapat membatasi ruang gerak Bank of England. Pada musim gugur ini, pemerintahan Andy Burnham dijadwalkan menyampaikan anggaran pertamanya, tetapi pasar justru terlihat sangat tenang menghadapi agenda tersebut. Secara khusus, volatilitas tersirat satu bulan pound terhadap euro berada di level terendah sepanjang masa, sementara volatilitas dua bulan turun ke level terendah sejak Agustus.
Volatilitas Pound Inggris
Sumber: Bloomberg.
Namun, kondisi saat ini terasa sangat mirip dengan situasi empat tahun lalu: harga energi yang tinggi, inflasi yang meningkat pesat, siklus pengetatan di Bank of England, dan pemerintah yang ingin memenangkan dukungan pemilih melalui stimulus fiskal. Pada 2022, kombinasi tersebut membantu membuat pound anjlok ke level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS. Apakah sejarah kembali berulang?
Rencana Trading Mingguan untuk GBP/USD
Kenaikan suku bunga repo Bank of England menjadi faktor yang dapat memberikan ruang penguatan bagi GBP/USD. Dalam skenario tersebut, strategi beli pada pasangan ini dapat dipertimbangkan, kemudian diikuti jual apabila terjadi koreksi dari level resistance 1.3445 dan 1.3470. Jika kenaikan suku bunga tidak terjadi, posisi jual pada level pasar dapat dipertimbangkan dengan target 1.3300 dan 1.3150.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data historis pasar juga turut dipertimbangkan.
Grafik harga GBPUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.








