Meredanya konflik di Timur Tengah dan penyelenggaraan Piala Dunia turut mendorong penguatan ekonomi Inggris pada kuartal kedua. Namun, faktor pendukung sementara tersebut kini telah memudar. Mari kita melihat perkiraan ke depan serta menyusun rencana trading untuk GBP/USD.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Utama

  • Ekonomi Inggris mengawali tahun dengan pertumbuhan yang kuat.
  • Pound kini mulai dijual setelah sebelumnya menguat karena rumor.
  • BoE diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga.
  • Posisi jual GBP/USD dapat dibuka jika harga gagal kembali di atas 1.351.

Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Pound Sterling

Beli berdasarkan rumor, jual saat berita resmi dirilis. Perkiraan bahwa inflasi AS akan melambat, ditambah data ekonomi Inggris yang kuat, mendorong GBP/USD ke level tertinggi bulanan. Data yang dirilis memang memenuhi perkiraan tersebut: inflasi harga konsumen AS turun menjadi 3.4%, sementara inflasi inti menurun menjadi 2.5%. Sementara itu, pertumbuhan GDP Inggris meningkat menjadi 0.3% pada Juni, yang berpotensi menempatkan ekonomi Inggris sebagai ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di antara negara-negara G10 pada paruh pertama tahun. Namun, optimisme tersebut mulai bergeser menjadi kehati-hatian.

Dalam beberapa tahun terakhir, Inggris memiliki pola kinerja ekonomi yang kuat pada paruh pertama tahun, kemudian melemah pada paruh kedua. Karena itu, jangan langsung terlena dengan pertumbuhan GDP sebesar 0.6% pada kuartal pertama dan 0.4% pada kuartal kedua. Paruh kedua tahun ini telah dimulai, dan secara historis periode tersebut lebih sering menghadirkan kekecewaan daripada kejutan positif.

Pertumbuhan GDP Inggris

LiteFinance: Pertumbuhan GDP Inggris

Sumber: Bloomberg.

Investor menyadari bahwa faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi bisa memudar dalam waktu dekat. Terutama, hal ini terlihat dari dampak positif Piala Dunia dan meredanya kekhawatiran produsen Inggris terhadap konflik di Timur Tengah setelah kesepakatan AS-Iran pada Juni. Musim panas yang lebih panas dari biasanya juga untuk sementara mendukung pertumbuhan GDP dengan meningkatkan permintaan terhadap sektor jasa.

Sementara itu, blokade berkepanjangan di Selat Hormuz akan menjadi risiko serius bagi ekonomi Inggris. Menurut perkiraan Kementerian Keuangan Inggris, pertumbuhan ekonomi dapat melambat menjadi 0.9% pada 2026 dan 0.3% pada 2027 jika jalur utama pasokan minyak dunia itu tetap ditutup hingga akhir tahun ini. Angka tersebut jauh di bawah perkiraan pertumbuhan sebesar 1.1% dan 1.6% yang dibuat Office for Budget Responsibility.

Prakiraan untuk GDP Inggris

LiteFinance: Prakiraan untuk GDP Inggris

Sumber: Bloomberg.

Dalam situasi ini, reaksi pasar berjangka terhadap kuatnya data PDB Inggris pada kuartal kedua cukup memberi gambaran. Perkiraan pengetatan kebijakan moneter Bank of England tetap tidak berubah. Investor memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga pada Desember 2026 dan kenaikan kedua pada September 2027. Menurut ING, bahkan perkiraan tersebut bisa jadi terlalu optimistis. Ketika pasar menyadari hal ini, aksi jual pound berpotensi semakin besar.

Pound berpotensi menghadapi tekanan lebih lanjut menjelang pengumuman anggaran oleh tim Andy Burnham. Untuk saat ini, investor masih memberi kesempatan kepada perdana menteri baru tersebut, tetapi mereka memperkirakan rancangan anggaran akan disampaikan pada Oktober. Meningkatnya kekhawatiran terhadap anggaran dapat membebani pound pada September.

Namun, untuk saat ini, pound tertekan setelah fakta dirilis. Jeda kebijakan yang berkepanjangan dari The Fed dan Bank of England membuat faktor geopolitik menjadi sorotan utama, sementara konflik di Timur Tengah yang terus berlanjut mendukung dolar AS.

Rencana Trading Mingguan untuk GBP/USD

Jika GBP/USD tidak berhasil kembali menembus level resistance 1.351 dalam waktu dekat, tren penurunan kemungkinan masih akan berlanjut. Menjual pound dapat menjadi strategi yang menarik, khususnya jika kenaikan harga Brent terus berlanjut.


Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data historis pasar juga turut dipertimbangkan.

Grafik harga GBPUSD dalam mode real time

Pound Berisiko Melemah karena Dukungan Pertumbuhan Ekonomi Inggris Mulai Hilang. Perkiraan untuk 13.08.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat