Perdana menteri baru, Andy Burnham, menunjukkan kecenderungan sering mengubah pendiriannya. Kondisi ini sangat berbeda dengan pendahulunya, Keir Starmer, yang mempertahankan sikap publik yang jauh lebih berhati-hati. Peningkatan ketidakpastian politik ini berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap GBP/USD. Mari kita cermati situasinya serta menyusun rencana trading.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Penting

  • Aksi ambil untung memicu koreksi pada harga GBP/USD.
  • Kebijakan moneter tidak lagi mendukung pound sekuat sebelumnya.
  • The Fed dan Bank of England bergerak dengan langkah yang sama.
  • Sebaiknya hindari membuka posisi beli baru pada GBP/USD.

Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Pound Sterling

Terlalu sedikit berbicara dapat menjadi masalah, tetapi terlalu banyak menyampaikan pernyataan juga dapat menimbulkan dampak yang sama. Pasar terguncang oleh gaya komunikasi Kevin Warsh yang singkat, sehingga memperlebar ketidakpastian. Di sisi lain, penurunan harga GBP/USD setelah perubahan sikap Perdana Menteri baru Inggris, Andy Burnham, menunjukkan meningkatnya kekecewaan investor terhadap sinyal kebijakan yang berubah-ubah. Pemerintah sempat mengusulkan kenaikan ambang batas pajak penghasilan, kemudian membatalkannya, dan belakangan kembali mempertimbangkan kebijakan tersebut. Situasi ini sangat berbeda dengan Keir Starmer yang dikenal mempertahankan sikap publik yang lebih berhati-hati.

Pada akhirnya, konteks yang lebih luas menjadi faktor yang paling penting. Penguatan GBP/USD didorong oleh harapan bahwa ketidakpastian politik di Inggris akan mereda setelah pergantian kepemimpinan. Investor memperkirakan modal yang sebelumnya keluar dari Inggris akan kembali, sementara premi risiko pada aset Inggris akan menurun. Harapan tersebut diperkuat oleh komitmen Andy Burnham yang berulang kali menegaskan akan mempertahankan aturan fiskal yang telah berlaku. Namun, meningkatnya keraguan terhadap komitmen pemerintah Inggris dalam menjalankan konsolidasi fiskal telah mengguncang pasar. Perubahan arah komunikasi kebijakan yang berulang meningkatkan ketidakpastian, memicu aksi jual obligasi, serta mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah.

Imbal Hasil Obligasi 30 Tahun Inggris

LiteFinance: Imbal Hasil Obligasi 30 Tahun Inggris

Sumber: Bloomberg.

Pernyataan Perdana Menteri baru yang belum jelas belum mampu memulihkan kepercayaan pasar secara signifikan. Misalnya, pernyataan Andy Burnham bahwa pemerintah akan mengupayakan fleksibilitas yang lebih besar sambil tetap mematuhi aturan pinjaman dan belanja, dipandang investor sebagai sinyal kemungkinan berkurangnya disiplin fiskal. Kondisi ini memberikan tekanan tambahan terhadap GBP/USD. Setelah mencatat penguatan dalam waktu yang cukup panjang, pelaku pasar mulai mengambil untung dari posisi beli, sehingga memicu koreksi pada pasangan mata uang tersebut. Data inflasi yang lebih lemah semakin memperbesar tekanan.

Pada Juni, pertumbuhan harga konsumen melambat dari 2.8% menjadi 2.6%, lebih rendah dari perkiraan pasar. Inflasi di Inggris kini berada di bawah level inflasi di AS maupun zona euro, setelah sebelumnya lebih tinggi dibandingkan keduanya dalam periode yang cukup panjang. Secara teori, kondisi ini dapat mendorong Bank of England memperlambat laju pengetatan kebijakan moneter, yang pada akhirnya memberikan tekanan tambahan terhadap pound.

Inflasi Inggris

LiteFinance: Inflasi Inggris

Sumber: Bloomberg.

Dalam praktiknya, perkiraan pasar uang mengenai arah suku bunga acuan di masa depan tetap tidak berubah. Investor saat ini memperkirakan peluang sebesar 56% untuk dua kali kenaikan suku bunga pada 2026, yang secara umum sejalan dengan perkiraan terhadap The Fed. Dengan demikian, baik pound maupun dolar AS belum memiliki keunggulan yang jelas dari sisi kebijakan moneter. Kembalinya eskalasi ketegangan di Timur Tengah serta perkiraan bahwa data inflasi Juni di Inggris dan AS kemungkinan menjadi titik terendah mengindikasikan tekanan harga dapat kembali meningkat dalam waktu dekat, terutama di tengah pemulihan harga minyak mentah Brent.

Kebijakan moneter belum memberikan dukungan terhadap pound sebagaimana yang diharapkan banyak investor. Jika Andy Burnham terus mengubah pendiriannya dan menciptakan ketidakpastian kebijakan, kembalinya arus modal ke Inggris secara berkelanjutan diperkirakan sulit terjadi.

Rencana Trading Mingguan untuk GBP/USD

Pasangan GBP/USD telah mencapai target kenaikan di 1.355, namun koreksi yang berkepanjangan menimbulkan kekhawatiran untuk membuka posisi baru. Pasangan mata uang ini diperkirakan akan bergerak dalam fase konsolidasi menjelang pertemuan The Fed dan Bank of England mendatang. Oleh karena itu, sebaiknya tidak membuka transaksi untuk saat ini.


Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.

Grafik harga GBPUSD dalam mode real time

Pound Berfluktuasi akibat Sinyal yang Beragam dari Burnham Mengguncang Pasar. Perkiraan untuk 23.07.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat