Di saat Kevin Warsh belum memberikan arah yang jelas bagi dolar AS, sikap Bank of England yang tetap cenderung memperketat kebijakan memberikan prospek yang lebih jelas bagi pound sterling. Mari kita cermati situasinya serta menyusun rencana trading pada GBP/USD.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- BoE diperkirakan akan mempertahankan suku bunga repo tanpa perubahan.
- Arahan kebijakan BoE memberikan dukungan bagi pound.
- Risiko geopolitik belum memberikan tekanan terhadap pound sterling.
- Jika GBP/USD berhasil melewati 1.3385, posisi beli dapat dibuka.
Prakiraan Fundamental untuk Pound Sterling Hari Ini
Bank of England diperkirakan akan mempertahankan suku bunga repo tetap di 3.75% untuk rapat kelima kalinya secara berturut-turut, namun tetap membuka kemungkinan pengetatan kebijakan lebih lanjut. Langkah ini diambil meskipun inflasi Inggris telah melambat cukup tajam. Sementara itu, ekspektasi bahwa Gubernur Andrew Bailey akan menyampaikan sinyal kebijakan yang cenderung memperketat kebijakan pada konferensi pers setelah pertemuan dimana memberikan dukungan bagi GBP/USD.
Tingkat Inflasi Inggris
Sumber: Bloomberg.
Inflasi Inggris turun dari 3% pada Februari menjadi 2.6% pada Juni. Sebaliknya, pada periode yang sama inflasi di AS naik dari 2.4% menjadi 3.5%, sedangkan di Zona Euro meningkat dari 1.9% menjadi 2.8%. Tekanan inflasi di Inggris tetap terkendali karena didukung oleh kondisi keuangan yang ketat, bantuan pemerintah untuk tagihan listrik rumah tangga, serta pasar tenaga kerja yang lemah sehingga tuntutan kenaikan upah lebih terbatas dibandingkan di AS dan Zona Euro.
Namun, Bank of England tetap harus mewaspadai risiko kembali pecahnya konflik di Timur Tengah. Harga minyak dan gas telah naik sejak rapat MPC sebelumnya, sehingga meningkatkan risiko inflasi. Kondisi ini membuat pasar semakin yakin bahwa Bank of England akan memperketat kebijakan moneter lebih lanjut. Saat ini, pasar derivatif memperkirakan peluang 65% untuk kenaikan suku bunga repo pada September serta memperhitungkan dua kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun.
Tren Minyak dan Gas Alam
Sumber: Bloomberg.
Menurut Commerzbank, kenaikan harga minyak mentah Brent belum memberikan tekanan terhadap euro maupun pound sterling. Tidak seperti di AS, kenaikan harga energi di Eropa justru meningkatkan ekspektasi inflasi dan memperkuat peluang pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh ECB dan Bank of England. DBS Group menilai kondisi ini berbeda dengan sikap The Fed yang kurang tegas, sehingga memberikan keuntungan bagi pelaku beli EUR/USD dan GBP/USD. Sementara itu, Kevin Warsh menambah ketidakpastian terhadap prospek dolar AS.
Itulah sebabnya ekspektasi bahwa Andrew Bailey akan mempertahankan sikap yang tetap berfokus pada pengendalian inflasi menjadi faktor yang menopang pound terhadap dolar AS. Perpecahan suara di dalam MPC yang lebih cenderung mendukung pengetatan kebijakan dibandingkan perkiraan dapat memberikan dukungan tambahan bagi GBP/USD. Sebagian besar ekonom Bloomberg memperkirakan dua dari sembilan anggota Komite—Hugh Pill dan Megan Greene—akan memberikan suara untuk menaikkan suku bunga repo, dengan alasan bahwa kenaikan harga energi dapat mendorong inflasi inti melalui dampak lanjutan. Jika lebih banyak anggota bergabung dengan kubu yang mendukung pengetatan kebijakan, pound Inggris berpeluang melanjutkan penguatan.
GBP/USD kemungkinan tidak akan menguat tajam apabila Kevin Warsh tidak menyampaikan bahwa ia tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga. Menurutnya, pasar sebaiknya mengambil peran The Fed dalam memperketat kondisi keuangan. Pernyataan tersebut memunculkan keraguan terhadap independensi The Fed dan menekan dolar AS.
Rencana Trading GBP/USD untuk Hari Ini
Sikap Bank of England yang cenderung memperketat kebijakan, ditambah semakin banyak anggota MPC yang memiliki pandangan berbeda, dapat mendorong penguatan GBP/USD. Karena itu, pertimbangkan untuk membuka posisi beli jika harga berhasil menembus 1.3385.
Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga GBPUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.









