Pasar berjangka memperkirakan suku bunga repo akan meningkat dari 3.75% menjadi 4.25% pada 2026. Namun demikian, lemahnya perekonomian dan pasar tenaga kerja Inggris kemungkinan besar akan membatasi ruang gerak Bank of England untuk menerapkan kebijakan yang lebih agresif. Mari kita bahas topik ini serta menyusun rencana trading untuk GBP/USD.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- Pasar memperkirakan BoE akan menaikkan suku bunga sebesar 47 basis poin.
- Akan terjadi perbedaan pendapat di dalam MPC.
- Pound akan terus bereaksi terhadap perkembangan geopolitik.
- Jika harga GBP/USD gagal bertahan di atas 1.345, posisi jual dapat dipertimbangkan.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Pound Sterling
Investor telah memperhitungkan laju inflasi tercepat di Inggris di antara negara-negara G7 dan memperkirakan total pengetatan moneter Bank of England pada 2026 akan mencapai 47 basis poin. Kenaikan pertama suku bunga repo sebesar 25 basis poin diperkirakan terjadi pada September, sementara peluang putaran kedua pengetatan moneter sebelum akhir tahun mencapai 85%. Faktor-faktor ini mencegah GBP/USD mengalami kejatuhan di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah. Namun, keunggulan poundsterling mungkin tidak sekuat yang terlihat.
OECD meyakini bahwa Bank of England akan mempertahankan suku bunga repo di level 3.75% hingga akhir 2026 dan menurunkannya menjadi 3.5% pada 2027, meskipun inflasi berpotensi berada di atas target 2% untuk jangka waktu yang lama. Menurut organisasi tersebut, kenaikan harga konsumen yang dipicu oleh guncangan energi bersifat sementara, sedangkan lemahnya pasar tenaga kerja Inggris akan membatasi tekanan inflasi.
Inflasi, Suku Bunga Repo, dan Upah Pekerja di Inggris
Sumber: Bloomberg.
Perkiraan OECD tampak masuk akal jika melihat pernyataan Andrew Bailey mengenai perlunya bersabar dalam menghadapi inflasi. Menurut gubernur BoE, tanda-tanda pelemahan ekonomi Inggris yang disertai ketidakpastian terkait guncangan energi mengharuskan bank sentral bersabar terhadap kondisi harga konsumen yang masih berada di atas target. Dukungan terhadap GDP diperlukan. Namun, kesabaran regulator akan berkurang jika dampak putaran kedua mulai muncul.
Sebaliknya, anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC) Megan Greene, yang dikenal sebagai salah satu pendukung kebijakan moneter ketat terkemuka di BoE, berpendapat bahwa suku bunga repo perlu dinaikkan sesegera mungkin. Menurutnya, kecepatan respons terhadap inflasi sama pentingnya dengan besarnya pengetatan moneter. Pernyataan tersebut meningkatkan kemungkinan terjadinya perbedaan pendapat dalam rapat MPC pada 18 Juni mendatang. Pada April, para pejabat memberikan suara 8 berbanding 1 untuk mempertahankan biaya pinjaman pada level saat ini dan Kepala Ekonom Huw Pill sebagai satu-satunya anggota yang tidak sependapat.
OECD kemungkinan akan terbukti tepat. Lingkungan ekonomi yang diwarnai stagflasi akan membatasi ruang Bank of England untuk melakukan pengetatan moneter sesuai ekspektasi pasar berjangka. Jika ekonomi AS masih mampu bertahan dengan suku bunga yang lebih tinggi, ekonomi Inggris kemungkinan akan kesulitan melakukan hal yang sama. Karena itu, prospek GBP/USD cenderung negatif.
Dalam jangka pendek, pergerakan pasangan ini akan ditentukan oleh perkembangan situasi di Timur Tengah dan respons indeks saham AS terhadap peristiwa tersebut. Selama ini, S&P 500 cenderung mengabaikan risiko geopolitik, tetapi koreksi pada indeks tersebut akan menjadi pemicu penguatan dolar AS.
Rencana Trading Mingguan untuk GBP/USD
Dalam kondisi seperti ini, investor perlu mempertimbangkan risiko dari kedua sisi. Jika konflik di Timur Tengah semakin memanas, atau harga GBP/USD gagal bertahan di atas 1.345, posisi jual dapat dipertimbangkan.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga GBPUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.








