Indeks S&P 500 menunjukkan sedikit reaksi terhadap ketegangan geopolitik dan berbagai ketidakpastian lainnya. Indeks saham yang mencerminkan pasar secara luas ini terus didukung oleh kuatnya perekonomian AS, sementara peralihan investasi antar sektor menjadi tema utama di pasar. Mari kita cermati faktor-faktor utama yang mendorong pergerakan tersebut serta menyusun rencana trading.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Penting
- GDP AS diperkirakan tumbuh sebesar 2.1% pada 2026.
- Korelasi antara S&P 500 dan aset lainnya telah melemah.
- Perpindahan dana sedang mendominasi pasar saham AS.
- Posisi beli pada S&P 500 dapat dipertimbangkan dengan target di 7,700 dan 8,200.
Prakiraan Fundamental Bulanan untuk S&P 500
Segala sesuatu bermula dari dalam negeri. Sejak April, S&P 500 terus menguat meskipun dihadapkan pada ketegangan geopolitik dan berbagai faktor eksternal lainnya. Konflik di Timur Tengah, pergantian perdana menteri di Inggris, serta melemahnya yen ke level terendah dalam 40 tahun tidak mampu menekan indeks tersebut. Ketika perekonomian AS tetap kuat dan angka-angka menjelang musim laporan keuangan perusahaan memberikan sinyal yang sangat menggembirakan, perhatian terhadap geopolitik maupun tantangan yang dihadapi negara-negara lain pun menjadi berkurang.
Keengganan S&P 500 untuk bereaksi terhadap gejolak eksternal tercermin dari menurunnya korelasi antara saham-saham AS dan kelas aset lainnya. Minyak, obligasi, serta mata uang tidak dapat mengabaikan berbagai peristiwa yang terjadi di Timur Tengah.
Korelasi Antar Sektor dalam Indeks S&P 500
Sumber: Bloomberg.
Perekonomian AS memang berada di atas fondasi yang kokoh. The Wall Street Journal telah menaikkan perkiraan pertumbuhan GDP AS untuk 2026 dari 2% menjadi 2.1% serta meningkatkan perkiraan pertumbuhan lapangan kerja bulanan dari 45,000 menjadi 65,000. Di saat yang sama, proyeksi tingkat pengangguran diturunkan dari 4.5% menjadi 4.3%. Para analis memperkirakan peluang terjadinya resesi dalam 12 bulan ke depan hanya sebesar 25%, level terendah sejak awal 2025. Sementara itu, berbeda dengan pasar berjangka, para pakar tersebut tidak memperkirakan adanya kenaikan suku bunga dana federal.
Dalam kondisi ini, S&P 500 berfokus pada laporan keuangan perusahaan dan perpindahan investasi ke sektor lain. Berdasarkan survei Bank of America, 82% manajer aset menilai pembelian saham perusahaan pembuat chip sebagai posisi yang paling banyak diambil di Wall Street. Sejak awal tahun, indeks SOX Philadelphia Stock Exchange telah naik 79%, sedangkan indeks saham secara keseluruhan hanya naik 10%. Indeks dengan bobot yang sama menunjukkan kinerja yang lebih baik, menandakan bahwa investor mulai mengalihkan investasi dari saham-saham raksasa teknologi, termasuk tujuh perusahaan teknologi terbesar.
Saham-saham S&P 500, SOX, dan Magnificent Seven
Sumber: Bloomberg.
Investor sedang mengalihkan portofolio mereka untuk mencari pemimpin pasar yang baru, bukan keluar dari pasar saham secara keseluruhan. Sementara itu, Morgan Stanley menilai bahwa kondisi yang terlihat baru sebenarnya bisa saja merupakan kembalinya tren lama dan menyarankan agar investor kembali berfokus pada perusahaan Big Tech. Setelah kehilangan kapitalisasi pasar sebesar $1 triliun dalam waktu kurang dari dua bulan, saham NVIDIA kini dinilai semakin menarik. Rasio P/E berdasarkan perkiraan perusahaan tercatat sebesar 18, lebih rendah dibandingkan 20 pada S&P 500 dan 23 pada Nasdaq 100. Terakhir kali perusahaan terbesar di dunia diperdagangkan pada rasio yang lebih rendah dibandingkan kedua indeks tersebut berdasarkan ukuran ini adalah saat pada 2019.
Secara keseluruhan, kekuatan ekonomi Amerika Serikat, ketahanan pasar saham dalam menghadapi guncangan eksternal, perkiraan laba yang positif, serta keengganan investor untuk menarik modal menunjukkan bahwa indeks saham Amerika Serikat berpotensi tetap menguat.
Rencana Trading Bulanan untuk S&P 500
Dalam kondisi saat ini, strategi buy ketika S&P 500 mengalami koreksi masih layak dipertimbangkan. Strategi ini memungkinkan investor untuk menambah posisi buy yang telah dibuka satu bulan lalu. Level 7,700 dan 8,200 tetap menjadi target kenaikan utama.
Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.
Grafik harga SPX dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.
















