Meredanya ketegangan geopolitik tidak banyak menyurutkan minat investor terhadap dolar AS. Dollar AS terus mendapatkan keuntungan dari perbedaan arah kebijakan moneter di kedua sisi Atlantik. Ketika The Fed berpotensi memberikan tiga kali kenaikan suku bunga pada tahun 2026, ECB diperkirakan hanya akan memperketat kebijakannya satu kali. Berdasarkan latar belakang ini, mari kita cermati dinamika pasar dan menyusun strategi trading untuk pasangan mata uang EUR/USD.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin Utama

  • The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga hingga ke level 4.5% pada tahun 2026.
  • Probabilitas pengetatan moneter oleh ECB terpantau semakin menurun.
  • Selisih suku bunga memberikan keuntungan bagi dolar AS.
  • Posisi beli pada pasangan mata uang EUR/USD dapat dipertimbangkan di tengah rilis data PMI yang kuat.

Perkiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar

Ketika AS melanjutkan pemboman di Iran pada awal Juni, dolar AS tidak mengalami penguatan sebagai mata uang aman (safe-haven). Kini, dolar juga tidak menunjukkan tanda-tanda pelemahan, terlepas dari adanya kesepakatan damai, kemajuan dalam negosiasi nuklir, meningkatnya lalu lintas logistik yang melewati Selat Hormuz, serta penurunan harga minyak. Investor tampaknya masih bersikap hati-hati, mengingat banyaknya hambatan dalam proses dialog antara Washington dan Teheran. Namun, akar permasalahannya sebenarnya jauh lebih mendalam.

Peristiwa apa pun yang terjadi di dalam ekonomi global, seharusnya selalu dilihat melalui sudut pandang kebijakan moneter. Selama konflik di Timur Tengah berlangsung, probabilitas bagi ECB untuk memperketat kebijakan moneternya melonjak tajam, karena kenaikan harga minyak mentah Brent berpotensi memicu inflasi secara signifikan di wilayah importir bersih minyak ini. Sebaliknya, pasar berjangka justru memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya tetap tidak berubah pada tahun 2026.

Probabilitas Tiga Kali Kenaikan Suku Bunga oleh The Fed

LiteFinance: Probabilitas Tiga Kali Kenaikan Suku Bunga oleh The Fed

Sumber: Wall Street Journal.

Menyusul kejutan pengetatan dari Kevin Warsh, narasi pasar bergeser secara dramatis. Produk derivatif CME saat ini menetapkan peluang yang hampir berimbang untuk dua kali kenaikan suku bunga Fed pada tahun 2026, sementara Bank of America memperkirakan hingga tiga kali kenaikan. Alasannya cukup jelas: ekonomi AS tetap menunjukkan ketahanan yang luar biasa, dan Fed tampaknya berkomitmen penuh pada sikap yang lebih agresif melawan inflasi. Sementara itu, penurunan harga minyak mentah Brent telah melemahkan argumen utama ECB untuk pengetatan moneter lebih lanjut. Akibatnya, investor semakin skeptis bahwa Bank Sentral Eropa akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini setelah menaikkan suku bunga depositonya dari 2.0% menjadi 2.25% pada bulan Juni.

Pasangan mata uang EUR/USD bergerak turun akibat adanya divergensi kebijakan moneter, seiring dengan melebarnya selisih imbal hasil antara obligasi AS dan Jerman. Hal ini meningkatkan daya tarik aset-aset AS dan memicu arus modal keluar dari Eropa menuju Amerika Utara. Hanya perlambatan pada harga konsumen AS yang dapat memberikan dukungan bagi pasangan mata uang utama ini, sekaligus mengonfirmasi pandangan pemerintah AS bahwa inflasi ini bersifat sementara.

Menurut Presiden Chicago Fed Austan Goolsbee, Fed harus memastikan apakah guncangan sementara —seperti tarif impor dan lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah—merupakan satu-satunya pendorong dari akselerasi data CPI baru-baru ini. Pejabat Fed tersebut menyoroti kenaikan inflasi di sektor jasa sebagai perhatian khusus. Jika inflasi yang tinggi ini menjadi mendarah daging dalam perekonomian AS, bank sentral kemungkinan tidak memiliki pilihan lain selain menaikkan suku bunga lebih lanjut. Skenario seperti itu akan memberikan dukungan tambahan bagi penguatan dolar AS.

Rencana Perdagangan Mingguan untuk EUR/USD

Berdasarkan latar belakang tersebut, pasangan mata uang EUR/USD perlu merebut kembali level 1.1455 dalam jangka pendek guna menghindari penurunan lebih lanjut menuju level 1.1350. Rilis data PMI zona euro yang kuat dapat menjadi katalis bagi pemulihan harga, sekaligus meningkatkan probabilitas bahwa ECB akan menaikkan suku bunga sekali lagi.


Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor-faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data historis pasar juga turut dipertimbangkan.

Grafik harga EURUSD dalam mode real time

Dolar AS Menguat Saat Pasar Mencermati Data PMI. Perkiraan pada 23.06.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat