Gaya komunikasi Kevin Warsh yang cenderung tertutup membuat para investor terpaksa terus mencari sinyal dari data-data ekonomi, yang pada gilirannya meningkatkan ketidakpastian serta volatilitas pasar. Laporan ketenagakerjaan yang akan datang bisa menjadi katalis utama berikutnya. Mari kita periksa prospeknya dan menyusun rencana perdagangan untuk pasangan mata uang EUR/USD.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin Utama 

  • Kesepakatan antara Oman dan Iran mulai memicu keraguan di kalangan pelaku pasar.
  • Kenaikan harga minyak kembali memberikan dorongan penguatan posisi dolar AS.
  • The Fed menunjukkan toleransi yang lebih tinggi terhadap kondisi pasar tenaga kerja yang tetap kuat.
  • Rilis data ketenagakerjaan yang lemah dapat membuka peluang beli untuk pasangan mata uang EUR/USD.

Perkiraan Fundamental Harian untuk Dolar

Alih-alih memberikan konsesi, kedua belah pihak justru mengajukan tuntutan-tuntutan baru. Iran mendesak pengusiran kapal-kapal Amerika Serikat dan Israel dari Selat Hormuz serta penerapan retribusi bagi negara-negara yang dianggap bermusuhan. Para mediator meragukan kemampuan para diplomat Teheran—yang diberi wewenang untuk menandatangani kesepakatan dengan Washington—dalam menjamin kinerjanya di lapangan. Pasar pun turut meragukan kekokohan kesepakatan tersebut. Imbasnya, harga minyak dan imbal hasil Obligasi AS kembali melonjak, menyebabkan pergerakan pasangan mata uang EUR/USD mencatatkan kinerja harian terburuknya dalam dua minggu terakhir.

Keengganan Kevin Warsh untuk menguak rencana-rencananya memaksa pasar untuk bergantung lebih erat pada rilis data ekonomi. Sementara itu, laporan ketenagakerjaan dan inflasi bulan Juli yang akan segera rilis kian mendongkrak tingkat volatilitas dolar AS. Para investor kini tengah bersiap menghadapi badai.

Volatilitas Dolar AS

LiteFinance: Volatilitas Dolar AS

Sumber: Bloomberg.

Di pasar Forex, banyak trader memperkirakan EUR/USD akan bereaksi secara asimetris terhadap data pasar tenaga kerja AS. Fed telah menunjukkan toleransi yang lebih besar terhadap angka ketenagakerjaan yang kuat, sementara mereka merespons secara lebih tegas terhadap tanda-tanda kelemahan. Alhasil, laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang mengecewakan dapat memicu reli pada pasangan mata uang ini, sedangkan data yang lebih kuat dari perkiraan mungkin hanya memberikan dampak yang terbatas bagi euro.

Laporan tersebut juga akan membentuk ekspektasi pasar terhadap keputusan kebijakan Fed pada bulan September. Saat ini, pasar memperhitungkan probabilitas sebesar 54% untuk kenaikan suku bunga. Jika peluang tersebut turun di bawah ambang batas 50%, dolar AS dapat mengalami tekanan yang signifikan.

Namun, indikator pasar tenaga kerja baru-baru ini menunjukkan ketahanan yang terus berlanjut. Menurut laporan Challenger, Gray & Christmas, pengumuman pemutusan hubungan kerja pada tahun 2026 turun 41% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara rencana perekrutan meningkat 25%. Klaim awal pengangguran  telah bertahan di bawah level psikologis penting 200,000 selama tiga minggu berturut-turut—rentang waktu terpanjang untuk capaian tersebut sejak tahun 1969. Sementara itu, produktivitas tenaga kerja mengalami percepatan dari 0.8% menjadi 1.4% pada kuartal kedua, melampaui hampir seluruh perkiraan Bloomberg.

Klaim Awal Pengangguran AS

LiteFinance: Klaim Awal Pengangguran AS

Sumber: Bloomberg.

Indikator-indikator ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang tangguh, yang dapat terus memicu tekanan inflasi. Menurut Presiden Fed St. Louis, Alberto Musalem, Fed tidak mampu menoleransi inflasi di atas target 2% hanya demi mengaharapkan pertumbuhan produktivitas yang lebih kuat.

Di saat yang sama, optimisme pasar terhadap kelancaran pengiriman melalui Selat Hormuz mungkin hanya berlangsung singkat. Tuntutan Iran tetap tinggi, dan kembalinya harga minyak mentah Brent ke kisaran $80–90 per barel menyoroti risiko geopolitik yang masih bertahan. Meskipun dolar AS mulai pulih, pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada data ketenagakerjaan dan inflasi bulan Juli.

Rencana Perdagangan Harian untuk EUR/USD 

Pasar memperkirakan kenaikan Nonfarm Payrolls sebesar 80,000. Data yang lebih kuat dari perkiraan kemungkinan besar akan mendorong EUR/USD menuju level support 1.1470, menciptakan potensi peluang jual. Sebaliknya, data ketenagakerjaan yang lebih lemah dapat memicu reli pada pasangan ini dan memberikan sinyal beli.


Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor-faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga turut dipertimbangkan.

Grafik harga EURUSD dalam mode real time

Dolar Menuju Keuntungan Mingguan Saat Pasar Menantikan Data Kunci Ketenagakerjaan. Peerkiraan pada 07.08.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat