Awal dari siklus pengetatan moneter—alih-alih sekadar kenaikan suku bunga tunggal—bukanlah satu-satunya faktor di balik penurunan mata uang EUR/USD. Kevin Warsh juga turut membantu memulihkan kepercayaan terhadap dolar AS dan obligasi pemerintah AS. Mari kita bahas perkembangan ini dan menyusun rencana perdagangan.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin Utama
- The Fed telah menaikkan suku bunga dana federal untuk pertama kalinya sejak 2023.
- Pasar memandang langkah ini sebagai awal dari siklus pengetatan moneter.
- Tindakan tegas bank sentral telah memulihkan kepercayaan terhadap dolar.
- Posisi jual dapat dipertimbangkan dengan target level 1.1400 dan 1.1300.
Perkiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar AS
Pasar mengantisipasi konfirmasi bahwa kenaikan suku bunga dana federal dari 3.75% menjadi 4% akan menandai dimulainya siklus kenaikan suku bunga baru, dan Kevin Warsh tidak banyak menyanggah pandangan tersebut kali ini. Akibatnya, dolar AS mencatatkan reli harian terkuatnya dalam tiga bulan terakhir. Terakhir kali greenback menguat dengan magnitudo yang sebanding adalah setelah pertemuan 17 Juni, dengan ketua The Fed yang bersikap agresif serta ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Ketahanan ekonomi, tekanan inflasi yang persisten, dan lingkungan geopolitik yang kompleks menjadi beberapa faktor kunci di balik keputusan bulat FOMC untuk menaikkan suku bunga. Sementara itu, pernyataan Kevin Warsh—bahwa The Fed telah memangkas stimulus moneter dan mulai menanggapi lambatnya penurunan inflasi secara serius—semakin memicu aksi jual pada pasangan EUR/USD. Ini memang baru merupakan satu kali kenaikan suku bunga, bukan pembalikan penuh dari seluruh pemangkasan suku bunga yang dilakukan pada tahun 2025. Namun, frasa "today's action starts to show we're serious about this" (tindakan hari ini mulai menunjukkan bahwa kami serius mengenai hal ini) sangatlah krusial: hal tersebut mengindikasikan dimulainya siklus kebijakan moneter baru, bukan sekadar penyesuaian yang terisolasi.
Trajektori Suku Bunga Dana Fed dan Proyeksi FOMC
Sumber: Wall Street Journal.
Pernyataan ini tecermin dalam proyeksi The Fed: 16 dari 18 anggota FOMC memperkirakan setidaknya satu kali lagi kenaikan suku bunga dana federal pada tahun 2026, sementara empat anggota memperkirakan dua putaran pengetatan moneter tambahan. Akibatnya, pasar derivatif menaikkan probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan Oktober menjadi 50% dan pada bulan Desember menjadi 88%. Probabilitas dua kali kenaikan di sepanjang jalur pengetatan juga meningkat, dari 30% menjadi 38%.
Tekad The Fed untuk memerangi inflasi turut menopang pasar obligasi. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun telah stabil, sementara aksi jual yang sebelumnya dipicu oleh memudarnya kepercayaan terhadap bank sentral telah mereda. Para investor menyimpulkan bahwa Kevin Warsh tidak akan tunduk pada arahan Donald Trump. Meskipun presiden berulang kali menyerukan suku bunga di level 1% atau lebih rendah, pemerintah AS kali ini tidak menggolongkan keputusan The Fed untuk memperketat kebijakan moneter sebagai suatu kesalahan.
Pulihnya kepercayaan terhadap The Fed, US Treasuries, dan dolar telah menjadi pendorong penurunan EUR/USD yang sama pentingnya dengan prospek siklus pengetatan moneter baru. Pasar derivatif saat ini memperhitungkan tiga kenaikan suku bunga lagi oleh The Fed dalam 12 bulan ke depan, dibandingkan dengan empat kenaikan oleh ECB dan lima kenaikan oleh Bank of England.
Ekspektasi Pasar terhadap Suku Bunga Dana Fed
Sumber: Bloomberg.
Jika sejarah dapat menjadi acuan, dollar AS terus menguat selama beberapa waktu setelah 17 Juni, sebelum akhirnya melemah seiring meredanya konflik di Timur Tengah. Mungkinkah pola tersebut berulang kali ini? Banyak hal akan bergantung pada bagaimana situasi geopolitik berkembang.
Rencana Perdagangan Mingguan untuk EUR/USD
Posisi jual yang dibuka di level 1.1640 dan ditambah di 1.1555 terbukti menjadi keputusan yang tepat. Pasangan mata uang EUR/USD telah mencapai target di 1.1505 dan 1.1465. Penambahan posisi jual dapat dipertimbangkan dengan target berikutnya di 1.1400 dan 1.1300.
Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor-faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik serta ekonomi, dan data statistik. Data pasar historis juga turut dipertimbangkan.
Grafik harga EURUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.











