Kekhawatiran kubu penjual, yang dipicu oleh penurunan imbal hasil US Treasury dan pernytaan agresif dari ECB, saat ini membayangi faktor-faktor positif yang berasal dari peningkatan konflik di Timur Tengah serta kenaikan harga minyak. Mari kita telaah situasinya dan menyusun rencana perdagangan untuk EUR/USD.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin Utama 

  • Brent bergerak mendekati level $100 per barel.
  • Pasar tengah menantikan pengumuman terkait pembelian kembali US Treasury.
  • ECB kesulitan memenuhi ekspektasi para investor.
  • Pertimbangkan posisi jual saat terjadi koreksi dari level 1.1665 dan 1.171.

Perkiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar

Menunggu kematian terasa lebih buruk daripada kematian itu sendiri. Mungkin hanya itulah satu-satunya cara untuk menjelaskan reli pada EUR/USD di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah, minyak mentah Brent yang melonjak melampaui $100, dan imbal hasil US Treasury yang bertahan di dekat level tertinggi multi-tahun. Kubu penjual tampaknya mencemaskan pengumuman Departemen Keuangan AS mengenai besaran pembelian kembali obligasi Treasury serta pernyataan agresif dari ECB.

Imbal Hasil US Treasury

LiteFinance: Imbal Hasil US Treasury

Sumber: Bloomberg.

Banyak hal telah terjadi sejak Departemen Keuangan pimpinan Scott Bessent mengejutkan pasar pada 19 Agustus dengan mengumumkan kenaikan ukuran pembelian minimum untuk obligasi Treasury jangka panjang menjadi $4 miliar per transaksi. Kini saatnya membuktikan pernyataan tersebut, dan para investor tengah berspekulasi mengenai angka yang baru. Pembelian sebesar $4 miliar kemungkinan besar akan dipandang mengecewakan, yang berpotensi membiarkan imbal hasil US Treasury terus naik dalam jangka pendek. Angka $5–6 miliar tampaknya menjadi hasil yang paling mungkin terjadi, sementara pembelian dalam jumlah yang jauh lebih besar dapat memicu reaksi pasar yang beragam.

Morgan Stanley kabarnya menargetkan angka hingga $10 miliar. Langkah sebesar itu akan mengguncang pasar obligasi dan menekan yield turun secara tajam. Inilah hal yang paling ditakuti oleh kubu penjual EUR/USD. Di sisi lain, besaran buyback sebesar ini dapat menjadi sinyal bahwa Scott Bessent masih merasa cemas terhadap dinamika di pasar obligasi, yang berpotensi memicu kembali aksi jual pada obligasi Treasury dan mendorong kenaikan yield.

Pertemuan ECB terbukti bisa sama berartinya bagi pergerakan EUR/USD. Sedikit yang meragukan bahwa Christine Lagarde dan rekan-rekannya akan menaikkan suku bunga simpanan dari 2.25% menjadi 2.5%. Pertanyaan sesungguhnya adalah seberapa jauh Bank Sentral Eropa akan melangkah setelah itu. Pasar derivatif memperhitungkan biaya pinjaman meningkat hingga 3% pada pertengahan 2027, sebuah skenario yang sulit dibenarkan tanpa mempertimbangkan potensi efek sekunder. Selain itu, suku bunga pada level tersebut berisiko meredam pertumbuhan ekonomi.

Ekspektasi Pasar terhadap Suku Bunga ECB

LiteFinance: Ekspektasi Pasar terhadap Suku Bunga ECB

Sumber: Bloomberg.

Pada kenyataannya, ECB harus bertindak dengan mempertimbangkan potensi krisis energi, meningkatnya risiko politik, dan tingginya imbal hasil obligasi Eropa. Setiap upaya untuk memperkeruh aksi jual di pasar obligasi melalui sinyal-sinyal yang hawkish dapat berakibat fatal bagi perekonomian zona euro. Agar EUR/USD dapat mempertahankan tren kenaikannya, ECB perlu mengambil sikap yang agresif. Namun, mengingat besarnya risiko-risiko tersebut, bank sentral ini jauh lebih berpeluang untuk memilih bersikap hati-hati.

Tampaknya kubu bears tidak perlu terlalu cemas. Berapa pun angka yang diumumkan Scott Bessent untuk pembelian kembali obligasi Treasury jangka panjang, kemungkinan besar jumlahnya tidak cukup besar untuk membalikkan tren kenaikan yield. Demikian pula, diragukan bahwa ECB bersedia memvalidasi ekspektasi pasar derivatif mengenai kenaikan suku bunga simpanan hingga 3%, mengingat banyaknya kontradiksi ekonomi dan politik yang dihadapi Eropa.

Rencana Perdagangan Mingguan untuk EUR/USD 

Penembusan di atas 1.164 dapat membuka jalan bagi berlanjutnya kenaikan EUR/USD menuju levell 1.1665 dan berpotensi mencapai 1.171. Namun, terjadinya pantulan dari salah satu level tersebut atau kembalinya harga ke dalam rentang konsolidasi 1.158–1.164 dapat menawarkan peluang jual.


Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor-faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik serta ekonomi, dan data statistik. Data historis pasar juga turut dipertimbangkan.

Grafik harga EURUSD dalam mode real time

Kenaikan Dolar AS Tak Perlu Cemas. Perkiraan pada 09.09.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat