Data ketenagakerjaan yang kuat telah melucuti salah satu argumen utama kubu melunak The Fed. Kubu agresif tidak perlu lagi khawatir bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat akan merusak pasar tenaga kerja secara signifikan. Sementara itu, Donald Trump, seperti biasa, tetap menentang pengetatan kebijakan tersebut. Mari kita bahas hal ini dan menyusun rencana perdaganganuntuk pasangan mata uang EUR/USD.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin Utama
- Pertumbuhan lapangan kerja tercatat tiga kali lebih tinggi dari perkiraan.
- Peluang kenaikan suku bunga The Fed tetap tidak berubah.
- Trump menyerukan ekspansi moneter.
- Strategi penembusan palsu relevan untuk diterapkan pada pasangan mata uang EUR/USD.
Perkiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar
Kondisi di pasar keuangan saat ini tampak campur aduk dan membingungkan. Berita ekonomi positif justru memicu kejatuhan indeks saham. Jika digabungkan dengan eskalasi konflik di Timur Tengah, dimulainya kembali reli harga minyak, lonjakan imbal hasil Treasury, serta lonjakan lapangan kerja sebesar 162,000—tiga kali lipat lebih tinggi dari perkiraan konsensus—rangkaian faktor tersebut semestinya mendongkrak dolar AS secara signifikan. Namun kenyataannya, pasangan mata uang EUR/USD dengan cepat kembali ke level-level sebelumnya setelah penurunan sesaat pasca-rilis laporan BLS. Di mana letak kejanggalannya?
Non-Farm Payrolls AS
Sumber: Wall Street Journal.
Pada tahun 2026, ekonomi AS menciptakan rata-rata 80,000 lapangan kerja per bulan. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan rata-rata 10.000 pada tahun 2025, meski masih berada di bawah angka 122,000 yang tercatat pada tahun 2024. Kendati demikian, laporan bulan Agustus menyingkirkan hambatan utama menuju potensi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Seandainya data ketenagakerjaan melemah secara signifikan, kubu melunak FOMC akan memperoleh argumen kunci untuk mempertahankan sikap kebijakan moneter saat ini. Sementara itu, kubu agresif kini tidak terlalu khawatir bahwa pengetatan moneter akan menyebabkan pasar tenaga kerja membeku.
Data NFP yang kuat menyingkirkan sebuah rintangan, namun belum memberikan dasar yang cukup kuat bagi kenaikan suku bunga di bulan September. Nyatanya, peluang terjadinya pengetatan moneter pada pertemuan FOMC mendatang praktis tidak berubah, dan dinamika inilah yang menentukan arah pergerakan pasangan mata uang EUR/USD. Pasar cenderung tidak bereaksi berlebihan terhadap data ketenagakerjaan maupun seruan dari pejabat aghresif FOMC, Beth Hammack, yang menyatakan sudah saatnya bank sentral bertindak.
Ekspektasi Pasar terhadap Suku Bunga AS
Sumber: Bloomberg.
Terlebih lagi karena pimpinan Fed Cleveland mendapat lawan tangguh. Donald Trump menyerukan agar The Fed melonggarkan kebijakan moneternya, setidaknya demi rasa patriotisme. Ia berargumen bahwa ekonomi yang kuat memerlukan suku bunga rendah. Jika bank sentral menolak memangkasnya, presiden mengancam akan memutus perdagangan dengan negara-negara yang menyumbang defisit neraca dagang bagi AS.
Tampaknya pengalaman Recep Tayyip Erdoğan sama sekali tidak dijadikan pelajaran. Beberapa tahun lalu, presiden Turki tersebut mencoba melawan laju inflasi yang terakselerasi melalui ekspansi moneter. Akibatnya, lonjakan harga meroket hingga lebih dari 80% dan krisis mata uang pun meletus. Pemerintahan AS tampak semakin jauh dari realitas ekonomi: Donald Trump menuntut pemangkasan suku bunga, sementara Scott Bessent mengklaim bahwa berakhirnya konflik di Timur Tengah akan menyeret harga minyak mentah Brent turun hingga ke level $40 per barel.
Stabilitas pasangan mata uang EUR/USD tidak hanya didorong oleh ekspektasi seputar data inflasi AS, tetapi juga oleh kemungkinan sinyal agersif dari Bank Sentral Eropa (ECB) menyusul pengetatan kebijakan moneternya pada bulan September—perkembangan yang telah diperhitungkan oleh pasar.
Rencana Perdagangan Mingguan untuk EUR/USD
Menjelang rangkaian peristiwa penting tersebut, probabilitas terjadinya konsolidasi pada pasangan mata uang EUR/USD semakin meningkat, seiring dengan meningkatnya risiko terjadinya penembusan palsu dari rentang perdagangan 1.157–1.164. Langkah yang masuk akal adalah mempertimbangkan opsi jual euro saat terjadi pantulan turun di bawah batas atas rentang tersebut, serta opsi beli saat terjadi kegagalan uji tembus pada batas bawah rentang.
Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor-faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data historis pasar juga turut dipertimbangkan.
Grafik harga EURUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.











