Kevin Warsh telah mengirimkan sinyal beragam ke pasar, terkadang terdengar agresif dan di lain waktu lebih melunak. Namun, pernyataan terbarunya di Jackson Hole jelas condong agresif. Apakah ini berarti pimpinan The Fed akan mengubah sikapnya pada bulan September, dan bank sentral akan menahan diri dari kenaikan suku bunga? Mari kita cermati prospeknya dan susun rencana perdagangan untuk pasangan mata uang EUR/USD.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin Utama 

  • Kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September semakin meningkat.
  • Imbal hasil obligasi Treasury AS berada pada level tertinggi dalam 19 tahun.
  • Dolar AS ditutup melemah selama dua bulan berturut-turut.
  • Posisi jual pada pasangan mata uang EUR/USD dapat dipertimbangkan di bawah level 1.1595.

Perkiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar

Permainan apa yang sedang dimainkan Kevin Warsh? Berbicara dalam pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20, ia menyatakan bahwa ekonomi global telah bergeser dari era stagnasi sekuler menuju era pertumbuhan sekuler. Berlatar belakang pandangan tersebut, suku bunga saat ini hanya terlihat tinggi jika dinilai berdasarkan standar historis semata. Pada kenyataannya, suku bunga tersebut mungkin tidak terlalu menahan pertumbuhan ekonomi sebagaimana yang terjadi di masa lalu. Pernyataan agresif lanjutan ini mendorong probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September menjadi 66%. Namun secara mengejutkan, pihak penjual pada EUR/USD justru sempat mundur.

Imbal hasil obligasi global telah melonjak ke level tertinggi sejak pertengahan 2008, sementara yield Treasury 10-tahun AS telah menyentuh level tertinggi dalam 19 tahun. Kendati demikian, Goldman Sachs berpendapat bahwa level yang tinggi ini tidak serta merta menjadi alasan untuk panik. Sebaliknya, kondisi ini mencerminkan tren jangka panjang yang didorong oleh keputusan finansial, peningkatan utang, serta perkembangan ekonomi yang lebih luas.

Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Global

LiteFinance: Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Global

Source: Bloomberg.

Pada saat yang sama, intensi Scott Bessent untuk mendorong imbal hasil Treasury AS ke level yang lebih rendah sudah diketahui secara luas, begitu pula dengan pernyataannya bahwa Departemen Keuangan dan The Fed telah selaras. Ditambah lagi dengan komentar Donald Trump bahwa Kevin Warsh akan melakukan apa yang semestinya ia lakukan, membuat sikap hawkish dari pimpinan The Fed menjadi sulit untuk diselaraskan dengan tujuan pemerintahan AS yang lebih luas—kecuali, tentu saja, jika ia sedang memainkan strategi yang berbeda.

Menurut Wells Fargo, dolar AS akan melemah pada bulan September karena The Fed diproyeksikan mempertahankan suku bunga tetap tidak berubah—meskipun Kevin Warsh hampir meyakinkan para investor bahwa pengetatan kebijakan moneter akan segera dilakukan. Sementara itu, Scott Bessent menyebutkan beberapa alasan untuk menghindari pengetatan moneter lebih lanjut. Ia berargumen bahwa perekonomian saat ini sedang menghadapi guncangan pasokan dan bahwa kenaikan suku bunga biasanya hanya dibenarkan ketika dampak inflasi putaran kedua diperkirakan terjadi. Inflasi inti masih tetap terkendali, sementara peningkatan produktivitas dinilai akan membantu menjaga tekanan harga tetap di bawah kontrol.

Kinerja Bulanan Dolar AS

LiteFinance: Kinerja Bulanan Dolar AS

Sumber: Bloomberg

Menariknya, niat Departemen Keuangan AS untuk mengendalikan imbal hasil Treasury menjadi salah satu faktor di balik penurunan bulanan dolar AS selama dua bulan berturut-turut. Faktor lainnya adalah pernyataan berhati-hati dari Kevin Warsh pada konferensi pers setelah pertemuan FOMC. Pimpinan The Fed tersebut telah berganti-ganti antara bersuara agrsif dan lunak, yang membuat pasar bergejolak seperti roller-coaster.

Meskipun Kevin Warsh mengimbau para investor di Jackson Hole untuk tidak menafsirkan pidatonya sebagai panduan ke depan, pasar tetap memperlakukan pernyataan tersebut sebagai sinyal arah kebijakan The Fed di masa mendatang. Pada kenyataannya, keputusan bank sentral tetap bergantung pada data. Hal ini membuat rilis data makroekonomi mendatang menjadi sangat krusial untuk mengukur langkah The Fed selanjutnya.

Rencana Perdagangan Mingguan untuk EUR/USD

Volatilitas pasar baru-baru ini telah mendorong sebagian trader untuk menutup posisi jual mereka pada pasangan mata uang EUR/USD. Risiko konsolidasi lanjutan terbilang sangat tinggi menjelang rilis data pasar tenaga kerja AS untuk bulan Agustus. Jika pasangan mata uang ini turun di bawah level 1.1595, tekanan jual berpotensi kembali muncul.


Perkiraan ini disusun berdasarkan analisis faktor-faktor fundamental, mencakup pernyataan resmi dari institusi keuangan dan regulator, beragam perkembangan geopolitik serta ekonomi, dan data statistik. Data historis pasar turut dipertimbangkan dalam analisis ini.

Grafik harga EURUSD dalam mode real time

Sinyal Agresif Warsh Membuat Dolar AS di Persimpangan Jalan. Perkiraan pada 01.09.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat