Bagaimana Ketua The Fed Kevin Warsh memandang keengganan inflasi untuk melandai kembali ke target 2%? Apakah ini bersifat sementara atau merupakan cerminan dari solidnya pertumbuhan ekonomi AS? Para pelaku pasar dan investor global kini menanti sinyal arah kebijakan moneter. Mari kita bedah situasi fundamental terkini dan menyusun rencana perdagangan untuk EUR/USD.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin Utama
- Tingkat inflasi saat ini masih berada di kisaran hampir dua kali lipat dari target resmi The Fed.
- Perekonomian AS diperkirakan mengalami akselerasi pertumbuhan pada kuartal ketiga.
- Dolar AS membutuhkan panduan arah dari pidato Kevin Warsh.
- Posisi jual pada EUR/USD yang telah dibuka di area 1.170 dapat tetap dipertahankan.
Perkiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar AS
Dua dari tiga "kartu as" (wild cards) telah dimainkan di pasar, dan kini tersisa satu faktor penentu utama: pidato Kevin Warsh di simposium ekonomi Jackson Hole. Pasar tampak tidak terburu-buru memborong saham NVIDIA, kendati kinerja keuangan perseroan berhasil melampaui ekspektasi pasar untuk ke-15 kalinya secara berturut-turut. Logika pasar menilai bahwa angka pencapaian tersebut sudah berada pada level yang sangat tinggi, sehingga potensi akselerasi pertumbuhan laba dan metrik kinerja utama lainnya di masa mendatang menjadi kian menantang untuk dicapai. Sementara itu, rilis laporan inflasi PCE (Personal Consumption Expenditures) kembali mengingatkan para pelaku pasar bahwa tekanan inflasi di AS masih bertahan pada level hampir dua kali lipat dari target resmi 2% The Fed. Perkembangan ini mengerek probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September hingga mendekati 40%, sekaligus memungkinkan dolar AS memulihkan sekitar setengah dari pelemahan yang sebelumnya dipicu oleh rencana Departemen Keuangan AS untuk mengintervensi imbal hasil obligasi pemerintah.
Hasil Proyeksi dan Realisasi Kinerja NVIDIA
Sumber: Wall Street Journal.
Kevin Warsh menghadapi situasi ekonomi yang dapat dipandang dari dua sudut pandang. Jika inflasi dianggap tertahan jauh di atas target akibat faktor-faktor yang bersifat sementara—seperti tarif atau masalah pasokan energi yang dipicu oleh krisis di Timur Tengah—maka tidak ada kebutuhan untuk menaikkan suku bunga. Seiring berjalannya waktu, dampak-dampak tersebut akan mereda dan angka PCE akan menurun.
Di sisi lain, jika harga konsumen tinggi akibat kuatnya perekonomian AS, The Fed harus turun tangan. Inflasi akan terus meningkat, dan pada akhirnya, kebijakan moneter harus diperketat secara agresif—kecuali jika langkah ini diambil tepat waktu. Pada saat yang sama, pertumbuhan PDB sebesar 1.5% pada kuartal kedua—yang telah dikonfirmasi melalui estimasi kedua—sebaiknya tidak menyesatkan penilaian. Untuk kuartal ketiga, para analis Bloomberg memperkirakan angka pertumbuhan akan meningkat menjadi 2.5%.
Interpretasi inflasi mana yang lebih sejalan dengan pandangan Kevin Warsh? Para investor sedang menantikan petunjuk dari Jackson Hole dan berspekulasi mengenai implikasinya. Menurut Standard Chartered Bank, skenario terbaik bagi dolar AS adalah jika Ketua The Fed mendukung kenaikan suku bunga apabila tren deflasi terhenti. Sebaliknya, jika pimpinan bank sentral tidak memberikan sinyal apa pun, indeks USD akan anjlok. Mengingat kecenderungannya untuk tidak banyak bicara, skenario kedualah yang tampaknya lebih mungkin terjadi.
Hal inilah yang justru menahan pergerakan pihak yang bertaruh pada penurunan EUR/USD. Kenaikan imbal hasil obligasi yang sempat terjadi setelah pengumuman Departemen Keuangan mengenai peningkatan volume pembelian kembali minimum akhirnya berbalik arah. Menurut Bank of America, investor mempertanyakan seberapa agresif langkah Departemen Keuangan dalam menekan suku bunga pasar utang. Ditambah dengan faktor ketidakpastian dari Jackson Hole, situasi ini menyebabkan pasangan mata uang utama tersebut bergerak dalam fase konsolidasi.
Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS 30 Tahun
Sumber: Bloomberg.
Kenaikan risiko politik di Prancis yang berkelindan dengan lonjakan harga gas alam kembali menekan pasangan mata uang EUR/USD, mengingatkan pasar pada fase awal krisis energi 2022 saat euro sempat tertekan hingga di bawah paritas terhadap dolar AS.
Rencana Perdagangan Mingguan untuk EUR/USD
Oleh karena itu, lebih baik mengambil sikap “wait-and-see” dan tidak masuk ke pasar untuk saat ini. Jika Anda memiliki posisi jual pada EUR/USD yang dibuka di level 1.17, Anda dapat mempertahankannya.
Perkiraan ini disusun berdasarkan analisis faktor-faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik serta ekonomi, dan data statistik. Data historis pasar turut dipertimbangkan.
Grafik harga EURUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.











