Keinginan Departemen Keuangan AS untuk mengendalikan imbal hasil obligasi telah menghidupkan kembali strategi "Jual Amerila". Sementara itu, imbal hasil obligasi telah rebound tajam. Akankah dolar AS mengikuti langkah serupa? Mari kita telusuri pertanyaan ini dan menyusun rencana perdagangan untuk pasangan mata uang EUR/USD.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin Utama
- Pasar obligasi AS telah mengalami rebound dengan cepat.
- Ekonomi AS tetap kuat.
- Strategi "Jual Amerila" membebani pergerakan dolar AS.
- Posisi jual pada EUR/USD dapat dipertimbangkan di bawah level 1.167.
Perkiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar
Pasar obligasi sangat berpengaruh akhir-akhir ini. Pasar tersebut pernah memaksa Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi mengundurkan diri pada tahun 2011. Sebelas tahun kemudian, kisah serupa terulang pada Liz Truss di Inggris. Pada tahun 2025, kepanikan di pasar utang memaksa Donald Trump membatalkan rencananya untuk mengenakan tarif besar-besaran dan menggantinya dengan langkah-langkah yang lebih moderat. Melawan kekuatan sebesar itu tidak sama seperti memberikan pelampung penyelamat bagi yen Jepang. Perbandingan ini sangat penting untuk memahami dinamika masa depan dolar AS.
Imbal hasil US Treasury bertenor 30 tahun dengan cepat kembali ke level yang terlihat sebelum Departemen Keuangan AS mengumumkan kenaikan ukuran pembelian minimum menjadi $4 miliar per transaksi. Hal ini terjadi terlepas dari pernyataan Scott Bessent bahwa Departemen Keuangan memiliki instrumen yang lebih dari cukup untuk menurunkan bunga biaya pinjaman. Menteri Keuangan mengaitkan kenaikan imbal hasil tersebut dengan tekanan defisit anggaran yang bersifat sementara. Namun, bagaimana jika imbal hasil justru naik karena kekuatan ekonomi AS itu sendiri?
PMI Komposit AS
Sumber: Bloomberg.
Pada bulan Agustus, US Composite PMI melonjak ke 56, level tertingginya sejak April 2022, didorong oleh permintaan yang lebih kuat serta ekspektasi bisnis yang membaik sehingga memicu lonjakan dalam perekrutan tenaga kerja. Analis Bloomberg menaikkan prakiraan pertumbuhan PDB AS pada kuartal ketiga dari 2% menjadi 2.5%, dengan alasan investasi yang lebih kuat—termasuk dalam kecerdasan buatan—dan belanja konsumen yang tangguh.
Kondisi di Eropa juga membaik. Composite PMI kawasan euro naik menjadi 52.1 pada bulan Agustus, melampaui ekspektasi dan mencapai level tertingginya sejak November. Namun, faktor ini saja belum cukup untuk membenarkan lonjakan yang begitu kuat pada harga EUR/USD.
PMI Area Euro
Sumber: Bloomberg.
Akar permasalahannya terletak pada kembalinya strategi "Jual Amerika", yang sempat menghilang dari pandangan sejak musim semi tahun 2025. Dalam kedua kasus tersebut, strategi ini dipicu oleh upaya pemerintah AS untuk mengesampingkan kekuatan pasar. Donald Trump berusaha merombak perdagangan global melalui tarif demi memperbaiki neraca perdagangan AS, sementara Scott Bessent menantang pasar obligasi Treasury. Langkah-langkah semacam itu mendorong investor untuk mencari perlindungan pada aset-aset yang terkait dengan keuangan terdesentralisasi. Tidak heran jika emas dan Bitcoin kini bersinar.
Dolar AS saat ini ditarik ke dua arah yang berlawanan. Di satu sisi, strategi "Jual Amerika" jelas berdampak negatif bagi greenback, seperti yang telah ditunjukkan oleh peristiwa pada musim semi tahun 2025. Di sisi lain, kesejajaran dengan yen Jepang mengindikasikan bahwa pihak penjual EUR/USD mungkin masih memiliki peluang untuk memulihkan kerugian mereka.
Imbal hasil US Treasury dengan cepat kembali ke level yang terlihat sebelum Departemen Keuangan mengumumkan rencananya untuk meningkatkan pembelian kembali. Demikian pula, USD/JPY pulih dengan cepat setelah intervensi verbal dari Jepang. Kemungkinan besar, dolar AS akan mengikuti pola yang serupa.
Rencana Perdagangan Mingguan untuk EUR/USD
Menjual EUR/USD dari level 1.17 merupakan keputusan yang tepat. Jika pasangan mata uang utama ini menembus level support 1.167, hal tersebut dapat memberikan peluang untuk menambah posisi jual.
Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik serta ekonomi, dan data statistik. Data historis pasar juga turut dipertimbangkan.
Grafik harga EURUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.











