Partai Demokrat berada dalam posisi untuk mengambil alih kendali kedua kamar Kongres, yang berpotensi mengganjal agenda politik dan ekonomi Donald Trump. Pergeseran semacam ini dapat secara signifikan memengaruhi penerbitan obligasi, pertumbuhan PDB AS, dan narasi yang lebih luas tentang luar biasanya perekonomian Amerika. Mari kita analisis situasinya dan susun rencana perdagangan untuk pasangan mata uang EUR/USD.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin Utama
- Pasar prediksi sangat yakin bahwa Partai Demokrat akan menang.
- Imbal hasil obligasi sedang turun.
- Hilangnya keunggulan Amerika merugikan dolar.
- Posisi beli dapat dipertimbangkan jika harga menembus level 1.1240.
Perkiraan Fundamental Mingguan untuk Dolar
Untuk mencapai tujuan Anda, terkadang Anda harus kehilangan kekuasaan. Hal tersebut terdengar paradoks, namun lanskap politik AS menawarkan contoh yang menarik. Presiden Donald Trump berupaya menurunkan bunga biaya pinjaman pemerintah dan melemahkan dolar AS, tetapi tujuan-tujuan ini hanya menunjukkan sedikit kemajuan menjelang pemilu sela. Namun, seiring pasar yang semakin memperhitungkan kemungkinan terjadinya blue wave (situasi ketika Partai Demokrat yang identik dengan warna biru meraih kemenangan besar dan menyapu bersih kursi dalam pemilihan umum), imbal hasil Obligasi mulai merosot, sementara pasangan mata uang EUR/USD bergerak lebih tinggi untuk menguji batas atas kisaran konsolidasi di level 1.1150–1.1240.
Probabilitas Kemenangan Partai Demokrat
Sumber: Wall Street Journal.
Pengambilalihan DPR oleh Partai Demokrat tampaknya semakin besar kemungkinannya. Selama 24 jam terakhir, Polymarket telah menaikkan probabilitas hasil ini dari 77% menjadi 91%, sementara Kalshi meningkatkan estimasinya dari 75% menjadi 90%. Kedua pasar prediksi tersebut juga menetapkan probabilitas sebesar 75% bagi Partai Demokrat untuk menguasai Senat. Kongres yang dikendalikan oleh Demokrat kemungkinan akan menciptakan hambatan signifikan terhadap agenda pemotongan pajak dan peningkatan belanja pemerintah Donald Trump. Hal ini dapat membatasi rencana fiskal administrasi dan memberikan tekanan ke bawah pada imbal hasil obligasi.
Faktor lain yang membebani biaya pinjaman AS adalah prospek perlambatan ekonomi. Pertama, pembatasan yang lebih ketat pada pembangunan pusat data di bawah Kongres yang dikendalikan Demokrat dapat melemahkan salah satu mesin pertumbuhan utama ekonomi: investasi dalam infrastruktur kecerdasan buatan. Kedua, konfrontasi plafon utang yang membayangi dan risiko penutupan pemerintahan lainnya dapat mengganggu aktivitas ekonomi. Episode kebuntuan politik dan penutupan sebelumnya juga telah membebani pertumbuhan PDB.
Penurunan imbal hasil obligas, perlambatan pertumbuhan ekonomi, dan potensi terkikisnya keunggulan American exceptionalism di tengah aksi jual saham teknologi dapat memberikan tekanan substansial pada dolar AS. Dollar AS juga berisiko kehilangan sumber dukungan penting jika harga minyak merosot, sehingga mengurangi dorongan positif dari harga energi yang tinggi.
Kinerja Dolar AS dan Harga Brent
Sumber: TradingView.
Partai Republik menyalahkan kekalahan mereka dalam pemilu sela atas konflik bersenjata di Timur Tengah. Mereka berpendapat bahwa tanpa konflik tersebut, harga minyak tidak akan melambung, inflasi tidak akan mempercepat lajunya, dan The Fed tidak akan terpaksa menaikkan suku bunga. Sementara itu, rencana Donald Trump untuk memangkas bantuan militer ke Israel sebesar $4 miliar sebelum akhir tahun—ketimbang menyebarkannya selama satu dekade seperti yang direncanakan semula—diinterpretasikan sebagai bukti lebih lanjut bahwa AS ingin melepaskan diri dari kawasan tersebut secepat mungkin.
Perkembangan ini berkontribusi pada penurunan berkelanjutan harga minyak mentah Brent, terutama ketika para mediator secara aktif mengusulkan resolusi damai untuk konflik antara Washington dan Teheran. Namun, situasinya jauh dari kata sederhana. Sejarah memberikan pengingat bahwa setelah Partai Republik kehilangan kendali atas Kongres dalam pemilu sela tahun 2006, Presiden Bush mengumumkan penambahan pasukan di Irak pada awal tahun 2007. Pasukan AS baru menyelesaikan penarikan mereka hingga tahun 2011.
Rencana Perdagangan Mingguan untuk EUR/USD
Prospek jangka pendek untuk EUR/USD sangat bergantung pada kemampuan pembeli untuk menembus level resistance utama di 1.1240. Breakout yang berkelanjutan akan membuka jalan bagi kenaikan lebih lanjut menuju level 1.1300 dan 1.1400. Namun, jika pembeli gagal mengatasi rintangan ini, pasangan mata uang tersebut kemungkinan akan tetap berada dalam kisaran konsolidasi yang mapan di 1.1150–1.1240.
Perkiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga turut dipertimbangkan.
Grafik harga EURUSD dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.










