Perak tidak memiliki keuntungan yang sama seperti emas, yang dibeli bank sentral dalam bentuk batangan. Namun, perak memiliki basis investor ritel yang kuat dan siap masuk ke pasar. Permintaan perak fisik juga terus meningkat di India. Mari kita bahas faktor-faktor ini serta menyusun rencana trading untuk XAG/USD.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Utama

  • Harga perak terus tertinggal dari emas.
  • Impor India terus meningkat secara bertahap.
  • Merosotnya minat terhadap AI berpotensi menopang harga logam mulia.
  • Posisi beli pada XAG/USD dapat dipertimbangkan jika harga menembus level resistance 66.8.

Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Perak

Perak masih berada di bawah bayang-bayang emas, dengan kenaikan harga emas hingga menembus $4,400 per ons menarik perhatian investor di seluruh dunia. Namun, kedua logam mulia ini memiliki banyak faktor pendorong yang sama, sementara performa XAG/USD yang masih tertinggal membuat perak layak mendapat perhatian lebih. Karena pasar perak lebih kecil, harganya sering kali dapat naik lebih cepat daripada emas ketika momentum mulai terbentuk. Mengidentifikasi perubahan tersebut sejak awal dapat membuka peluang keuntungan yang signifikan.

Faktor utama yang mendorong kenaikan harga perak menuju level tertinggi dalam dua bulan adalah kekecewaan investor terhadap Kevin Warsh, yang tampaknya memilih memerangi inflasi melalui kekuatan pasar daripada tindakan kebijakan secara langsung, maupun terhadap data makroekonomi AS. Data ketenagakerjaan, inflasi, dan penjualan ritel yang lemah menunjukkan bahwa ekonomi AS mulai melambat. Kondisi ini mengurangi kemungkinan The Fed memperketat kebijakan, mendorong imbal hasil Treasury turun, melemahkan dolar, dan menciptakan kondisi yang mendukung XAG/USD.

Meskipun perak tidak memiliki salah satu pendorong utama kenaikan harga emas, yaitu pembelian emas batangan oleh bank sentral, perak mendapat dukungan dari kuatnya permintaan terhadap logam fisik serta basis investor ritel yang besar yang menunggu kesempatan tepat untuk masuk ke pasar. Faktor-faktor ini dapat memberikan dukungan lebih lanjut bagi kenaikan XAG/USD.

Premi Perak di India

LiteFinance: Premi Perak di India

Sumber: Bloomberg.

Pada Mei, India menerapkan sistem perizinan untuk impor logam mulia guna mengurangi defisit transaksi berjalan dan menjaga cadangan devisa. Kebijakan tersebut secara signifikan mengurangi impor perak, yang turun menjadi hanya 29 ton pada Juni dari 747 ton pada Januari. Namun, sistem baru tersebut secara bertahap mulai berjalan, dan impor kembali meningkat hingga hampir 90 ton pada Agustus. Kenaikan permintaan juga tercermin dari premi harga, yang turun menjadi sekitar $4 per ons. Premi ini mendorong lebih banyak perak masuk dari berbagai negara ke Asia dan menjadi salah satu faktor yang bisa membuat harga XAG/USD naik.

Menurut Citadel Securities, investor ritel juga ikut membuat harga perak naik. Harga perak yang bergerak datar selama Juni dan Juli membuat mereka mengalihkan uangnya ke pasar saham, karena minat terhadap saham AI masih tinggi. Namun, setelah musim laporan keuangan perusahaan AS berakhir, dukungan terhadap perusahaan teknologi besar bisa berkurang. Saat investor mulai melihat pasar lain, munculnya kembali kenaikan XAG/USD bisa menjadi tanda bahwa harga perak mulai naik lagi dan menjadi waktu yang tepat untuk ikut membeli.

Prospek logam mulia tetap kuat. Logam mulia kemungkinan tidak akan terlalu terdampak oleh eskalasi konflik di Timur Tengah, karena ketegangan geopolitik yang berpadu dengan perlambatan ekonomi AS dapat menciptakan kondisi stagflasi yang menguntungkan. Emas kemungkinan akan lebih diuntungkan dari kondisi tersebut, tetapi perak masih dapat memberikan kejutan positif meskipun lebih bergantung pada permintaan industri.

Rencana Trading Mingguan untuk XAG/USD

Dalam kondisi tersebut, jika harga perak menembus level resistance 66.8, posisi beli yang dibuka pada XAG/USD pada akhir Juni dapat ditambah.


Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data historis pasar juga turut dipertimbangkan.

Grafik harga XAGUSD dalam mode real time

Investor Ritel dan Permintaan Dari India Bisa Mendorong Harga Perak Naik. Perkiraan untuk 18.08.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat