Penguatan Pound di tengah konflik Timur Tengah dinilai meragukan. Inggris tetap bergantung pada impor minyak dan gas alam, sementara pemilu lokal mendatang meningkatkan ketidakpastian politik. Mari kita bahas isu-isu ini serta menyusun rencana trading untuk GBP/USD.

Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:


Poin-Poin Penting

  • Pound menguat akibat kenaikan tajam imbal hasil obligasi.
  • Partai Buruh berpotensi mengalami kekalahan dalam pemilu lokal.
  • Bank of England dinilai menggertak lewat kenaikan suku bunga repo.
  • Posisi jual pada GBP/USD dapat dibuka di 1.3520 dan 1.3545.

Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Pound Sterling

Pound mengalami penguatan selama konflik di Timur Tengah terhadap dolar AS dan euro. Meskipun Inggris bukan negara pengekspor energi, GBP/USD diuntungkan oleh meningkatnya minat investor global terhadap aset berisiko serta daya tarik aset Inggris. Sebagai konsekuensinya, imbal hasil obligasi Inggris meningkat lebih cepat dibandingkan obligasi sejenis. Suku bunga obligasi pemerintah Inggris tenor 30 tahun berada di dekat level tertinggi sejak 1998.

Imbal Hasil Obligasi Inggris 30 Tahun

LiteFinance: Imbal Hasil Obligasi Inggris 30 Tahun

Sumber: Bloomberg.

Secara faktual, aksi jual terkini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor bahwa inflasi berpotensi meningkat hingga 5% akibat konflik di Timur Tengah serta lonjakan harga minyak. Pasar berjangka memperhitungkan hingga tiga kali pengetatan kebijakan moneter oleh Bank of England dan lebih dari dua kali oleh Bank Sentral Eropa, sementara Federal Reserve mempertahankan sikap yang lebih berhati-hati.

Diperkirakan pada 30 April, Komite Kebijakan Moneter akan memberikan suara 8–1 untuk mempertahankan suku bunga repo di 3.75%, sambil menurunkan perkiraan GDP dan menaikkan perkiraan inflasi.

Perkiraan BoE untuk Inflasi dan GDP

LiteFinance: Perkiraan BoE untuk Inflasi dan GDP

Sumber: Bloomberg.

Sebelumnya, National Institute of Economic and Social Research telah menurunkan perkiraan GDP dari 1.4% menjadi 0.9% untuk tahun 2026 dan dari 1.3% menjadi 1% untuk tahun 2027.

Dalam konteks ini, pengetatan kebijakan moneter menjadi pedang bermata dua. Jika digunakan secara tidak tepat, hal itu dapat berbalik menjadi bumerang.

Pada saat yang sama, perhatian investor meningkat terhadap pemilu lokal di Inggris pada 7 Mei. Hal ini terlihat dari peningkatan volatilitas Pound dalam dua minggu yang lebih cepat dibandingkan volatilitas mingguan dan bulanan. Skandal terkait penunjukan Keir Starmer sebagai duta besar untuk AS turut menekan tingkat dukungan terhadap Partai Buruh.

Jika Partai Buruh mengalami kekalahan, risiko penerapan kebijakan fiskal yang lebih longgar akan meningkat. Selain itu, investor masih mengingat peristiwa Liz Truss pada 2022, ketika pemerintahannya meluncurkan stimulus melalui mini-budget di tengah pengetatan kebijakan moneter oleh BoE. Dampaknya adalah aksi jual yang signifikan pada obligasi pemerintah Inggris serta pelemahan Pound ke level terendah sepanjang sejarah.

GBP/USD menunjukkan kerentanan. Polymarket memperkirakan kemungkinan 52% bahwa Selat Hormuz akan diblokir hingga akhir Juni. Dalam konteks ini, harga Brent berpotensi mencapai rekor tertinggi baru, yang menguntungkan mata uang negara pengekspor energi bersih, termasuk dolar AS. Bank of England terpaksa mengambil sikap kebijakan yang lebih ketat sebagai bentuk strategi. Otoritas tersebut diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga repo sebesar 75 basis poin ke level 4.5%. Dengan tambahan ketidakpastian politik, pelemahan Pound akan semakin jelas.

Rencana Trading Mingguan untuk GBP/USD

Pernyataan kebijakan yang lebih ketat dari BoE pasca pertemuan April dapat dijadikan sinyal untuk melakukan posisi jual pada GBP/USD saat terjadi kenaikan. Terutama jika pasangan ini gagal menembus level 1.352 dan 1.3545.


Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data pasar historis juga dipertimbangkan.

Grafik harga GBPUSD dalam mode real time

Kenaikan Pound Tertekan oleh Ketidakpastian Energi dan Situasi Politik. Perkiraan untuk 30.04.2026

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.

Nilai artikel ini:
{{value}} ( {{count}} {{title}} )
Mulai trading
Ikuti kami di jejaring sosial!
Live chat
Meninggalkan umpan balik
Live Chat