Semakin lama blokade Selat Hormuz berlangsung, semakin besar kemungkinan Brent melanjutkan kenaikannya. Ekspor dari negara-negara Teluk Persia menurun, sementara permintaan produk minyak bumi terus meningkat. Peningkatan produksi minyak AS hanya sedikit membantu meredakan tekanan di pasar. Mari kita bahas faktor-faktor ini serta membuat rencana trading.
Artikel tersebut mencakup topik-topik berikut:
Poin-Poin Utama
- Permintaan bensin dan solar meningkat.
- Ekspor dari Teluk Persia menurun.
- Negara-negara lain mulai terseret ke dalam konflik AS-Iran.
- Posisi beli dapat dipertimbangkan selama Brent tetap berada di atas $90.
Prakiraan Fundamental Mingguan untuk Minyak
Permintaan produk minyak bumi yang meningkat, ketegangan antara UEA dan Iran yang semakin tinggi, serta perkiraan pasar bahwa Selat Hormuz akan ditutup dalam waktu lama mendukung kenaikan harga minyak mentah. Brent telah naik selama lima hari berturut-turut dan mencapai level tertinggi dalam empat hari terakhir.
Meskipun minyak mentah Brent diperdagangkan sekitar 25% di atas levelnya pada awal konflik Timur Tengah, harga produk minyak Petroleum menunjukkan kondisi yang berbeda. Harga diesel Eropa melonjak 70% sejak akhir Februari, sementara harga bensin AS naik 60% dalam periode yang sama. Di tengah kondisi ini, kabar bahwa persediaan minyak AS naik untuk minggu kedua berturut-turut tidak mampu membuat pelaku pasar berhenti memperkirakan harga Brent dan WTI akan naik. Sementara itu, produksi kilang mencapai level tertinggi sejak 2019, sedangkan persediaan produk distilat turun ke level terendah dalam sebulan.
Stok Minyak dan Produk Minyak Bumi AS
Sumber: Wall Street Journal.
Aktivitas penyulingan minyak di negara-negara Teluk Persia telah turun 20% dari 9.6 juta bpd yang tercatat sebelum konflik bersenjata di Timur Tengah. Meski Selat Hormuz ditutup, negara-negara penghasil minyak masih mampu mengekspor minyak mentah lebih banyak dari perkiraan. Berdasarkan perkiraan Kpler, ekspor rata-rata mencapai 9 juta bpd pada Agustus, dibandingkan 12 juta bpd pada Juli dan jauh di bawah level sebelum perang yang mencapai 18 juta bpd. Sejumlah jalur alternatif digunakan, termasuk pipa dan kapal pengangkut yang membawa minyak mentah menuju kapal tanker. Namun, volume ekspor terus menurun, menjadi sinyal yang semakin mengkhawatirkan bagi pasar minyak global.
Ekspor Minyak Mentah dari Negara-negara Teluk
Sumber: Wall Street Journal.
Kenaikan produksi minyak AS juga turut mendorong penurunan harga Brent dari puncak $118 per barel yang dipicu oleh konflik. Produksi minyak AS kini mendekati 14 juta bpd, level tertinggi sepanjang sejarah. Sementara itu, jumlah instalasi pengeboran yang aktif telah mencapai level tertinggi tahun ini, sedangkan jumlah kru yang mengoperasikan instalasi pengeboran tersebut telah naik ke level tertinggi dalam 16 tahun.
Pasar minyak menghadapi tekanan yang cukup besar. Namun, meluasnya wilayah konflik, ancaman AS untuk memberlakukan sanksi ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran, serta penurunan lalu lintas melalui Selat Hormuz dan ekspor dari negara-negara Teluk menunjukkan adanya peluang bagi harga Brent untuk naik secara perlahan tetapi stabil.
Risiko eskalasi lebih lanjut masih belum hilang. Meski AS masih bungkam menanggapi provokasi Iran, Arab Saudi mengancam akan melakukan tindakan balasan, sementara Israel menyerang target Hezbollah di Lebanon. Timur Tengah masih dilanda konflik, yang terus menjadi faktor pendukung bagi kenaikan harga minyak.
Rencana Trading Mingguan untuk Brent
Dalam kondisi ini, posisi beli yang dibuka di dekat batas bawah kisaran $80–90 dan ditambah setelah harga menembus batas atas kisaran tersebut masih dapat dipertahankan. Selama Brent bertahan di atas level support $90, koreksi sementara sebaiknya dilihat sebagai peluang untuk menambah posisi beli.
Prakiraan ini didasarkan pada analisis faktor fundamental, termasuk pernyataan resmi dari lembaga keuangan dan regulator, berbagai perkembangan geopolitik dan ekonomi, serta data statistik. Data historis pasar juga turut dipertimbangkan.
Grafik harga UKBRENT dalam mode real time

Konten artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi broker LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penyediaan saran investasi untuk tujuan Arahan 2014/65/UE.
Menurut undang-undang hak cipta, artikel ini dianggap sebagai kekayaan intelektual, yang mencakup larangan menyalin dan mendistribusikannya tanpa izin.








